
Aku tak bisa berlari
Aku tak bisa menutup mata ini
Bayangmu selalu mengikuti
Cinta mu cinta ku akan abadi
Senyummu adalah penyemangat hidupku
* * * * *
Minggu ini, Nisha dijemput Ardi lebih siang. Membiarkan cewek ini menemaninya dibengkel lebih dulu. Karena Dono yang biasa membantu dibengkelnya hari ini tidak datang karena adanya acara pernikahan saudara Dono yang harus dibantu. Sejak pagi Ardi sendiri menjaga bengkelnya, tapi syukurnya saat dia ingin menjemput Nisha, Ada kendi mampir sebentar sehingga bisa menitipkan bengkel pada Kendi. Kendi sendiri kurang mahir dibidang otomotif yang ditekuni temannya itu. Hanya mengerti standarnya saja.
" Sha, lo gak punya temen cewek apa yang biza dikenalin ke gw gitu!" ucap Kendi yang sedang duduk berdua dengan Nisha di sofa dalam bengkel.
" Bukannya dikampus banyak cewek Kak ? kok malah minta kenalin sama aku?" ujar Nisha yang enggan menanggapi Kendi
" Ahhkkk .... dikampus gak ada yang manis kayak Nisha sih! "
" Hee kampret!....Berani lo gombalin cewek gw?" Ucap Ardi yang berdiri diluar memegang sebuah obeng yang siap dilempar dari tangannya. Nisha tersenyum melihat cowoknya itu.
" Gw kaga lagi gombalin cewek lo kali Ar, gw ngomong jujur kok! Nisha emang manis " Ucapan terakhirnya menatap Nisha.
Àawww...
Teriak Kendi saat benar benar melempar sebuah obeng mengenai bahu tangannya.
" Eehh..kampr*t!! Sakit tau" ucapnya sambil berdiri membalas lemparan obeng.
" Sakitan hati gw, liat lo deketin cewek gw!" ujar Ardi tetap pada pekerjaannya.
" Eehh...gw deketin cewek lo cuma minta bantuin kenalin sama temen temennya. Siapa tau ada yang jodoh sama gw. Gak kasian apa lo sama gw yang jomblo mulu ini! Kali aja ada juga temen Nisha yang jomblo juga ?"
" Yahh...maaf kak Kendi. Kayaknya temen temen aku dah punya cowok semua deh. Tapi mungkin temen aku yang jadi mantan Kak Ardi masih jomblo tuh! " ucap Nisha
" Imel... Ogah sama cewek kaya dia mah. Cantik emang. Tapi gak tertarik! Munafik !!" Ucap kendi sambil mengangkat bahunya.
Nisha dan Ardi hanya menggelengkan kepala mereka.
" Udah. Mending pulang sono lo! berisik ada lo lama lama disini. "
" Wahh...teman kurang diajar lo Ar. Udah gw tungguin nih bengkel, sekarang mentang mentang dah ada cewek lo. Main ngusir gw aja. Tega lo ya sama gw!" Ucapnya sambik bertolak pinggang disamping sebuah etalase yang berisi berbagai macam oli motor yang menjadi pembatas luar dan dalam bengkel.
" Mending lo main ajak temen yang lain ke kawasan kompleh CI, biasnya kan disana banyak ABG labil." Ucap Ardi memberi usul.
" Iya iya...gw pergi dah. Gak bakal ganggu kalian berdua."
" Dah..." Melambaikan tangan nya kepada Ardi yang berdiri memberi hormat pula.
Kendi pun pergi mengendarai motor satrianya.
" Kak Ar, kok kak Kendi diusir.?" ucap Nisha yang berjalan keluar mendekati Ardi yang masih berdiri melihat kepergian temannya itu.
" Bukannya ngusir! emang udah saat dia pergi aja!" ucap Ardi santai berjalan menduduki kursi tunggu diluar. Hari ini bengkel memang tak terlalu ramai, walau masih ada motor yang harus diperbaiki tetapi ditinggal oleh pemiliknya disini.
" Udah selesai motornya?" Tanya Nisha yang kini duduk disamping Ardi menunjuk pada motor didepan mereka.
__ADS_1
" Udah...tinggal nunggu yanv punya ngambil. Gak Apa apa kan nunggu dulu, abis itu baru kita jalan jalan!" Nisha hanya mengangguk memandang cowok disampingnya ini.
" Apa mau disini aja sampe malam. Gak usah kemana mana?"
" Gak! " Nisha langsung menolak
" Aku gak mau kejadian waktu itu keulang lagi. Malu tau kak!" Ardi tersenyum melihat wajah Nisha yang seperti trauma itu.
" Bercanda kok!" Mencubit satu pipi Nisha.
" Ya udah. Kamu tunggu sini dulu ya. Atau didalam aja. Aku mau mandi dulu bentar." Ucap Ardi yang berdiri dari duduknya.
" Aku disini aja." Ardi mengusap kepala Nisha lalu pergi kedalam bengkel meninggalkan Nisha sendiri disana sambil bermain benda pipih perseginya.
Tak lama, tampak Imel diseberang sana yang berjalan menuju warung samping bengkel. Dan tak sengaja melihat Nisha yang duduk sendiri dikursi tunggu bengkel.
Ada raut wajah tak suka nampak diwajah Imel saat melihat Nisha disana. Imel mencoba menarik napas dan memejamkan matanya sejenak. Lalu membuka matanya kembali dan memcoba tersenyum. Berjalan kebengkel hendak menyapa Nisha.
Nisha yang fokus pada permainan di Hpnya, tak menyadari adanya Imel yang datang mendekatinya.
" Hai , Sha!" Sapa Imel uang berdiri disamping Nisha.
Nisha mengangkat kepala melihat kearah yang menyapanya.
" Imel " Ucapnya sedikit terkejut.
" Dari tadi disini?" melipat kedua tangannya didada
" Iyaa " Jawabnya santai.
" Sombong ya lo sekarang! Gak pernah mampir kerumah gw. Padahal kan deket! tinggal nyebrang aja. " ucapnya sedikit ketus
Mata Imel tiba tiba menangkap sosok cowok yang turun dari tangga dengan kondisi rambut yang masih basah dan handuk dipundaknya. Terlihat sangat tampan dan mempesona mata Imel.
Kenapa gw baru sadar kalau dia begitu menarik dimata gw. Gumam Imel dalam hatinya.
" Mel.." Suara Nisha membuyarkan lamunannya
" Oohh.. ya udah kalau gitu. Kapan kapan main ya kerumah gw walau kita pernah berselisih, kita kan tetep teman" Ucap Imel yang masih melirik Ardi didalam bengkel. Saat Ardi melihat Imel ada didepan bersama Nisha, dia langsung mengerutkan dahinya.
" Mau apa Imel nyamperin Nisha?" Gumam hati Ardi.
Saat Imel merasa Ardi melihatnya, dia pamit pada Nisha untuk kembali kerumahnya. Takut Ibunya menunggunya karena menyuruhnya untuk membeli sesuatu di warung.
" Daahh..." Nisha berdiri melambaikan tangan pada Imel yang menyebrang jalan.
" Ngapain dia kesini?" Tanya Ardi yang sudah berdiri dibelakang Nisha.
Nisha yang terkejut atas kedatangan Ardi langsung memegang dadanya dengan kedua tangannya yang masih memegang Hp.
" Kak Ar. Bikin kaget aja! Untung jantung Nisha gak loncat."
" Hah...emang jantung bisa loncat ya?" Tanya Ardi berpura pura tak tau.
" Bisa lah. Kalau dia loncat keluar nanti Nisha mati dong karena gak punya jantung"
" Masa!!" Meletakkan tangannya dikedua pundak Nisha.
__ADS_1
" Jantung aku aja yang udah kamu ambil, aku masih bisa hidup kok! Kalau jantung kamu loncat, nanti biar aku yang tangkep biar gak ada yang ambil jantung kesayangan aku itu!"
Nisha menepis kedua tangan Ardi dari pundaknya
" Aauu ahkk..Kak Ar gombal mulu!" berjalan masuk kedalam bengkel. Dan Ardi pun mengejar dari belakang.
" Laper kak Ar" ucap Nisha saat duduk disofa dalam bengkel. Ardi pun memesan makanan melalui aplikasi makanan online.
Mereka pun menunggu para pemilik motor datang untuk mengambil motor yang telah diperbaiki Ardi. Menunggu cukup lama sampai hari semakin sore. Saat motor service itu telah diambil pemilikknya, Ardi membereskan bengkel dan menutupnya.
" Mau jalan kemana kita tuan putri?" ucap Ardi menggoda berdiri disamping motornya
" Terserah pangeran saja. Aku akan mengikuti dengan setia" ucap Nisha yang ada didepan Ardi
Hahahaha...
Mereka berdua tertawa bersama, merasa lucu dengan ucapan mereka sendiri. Ardi pun menaiki motornya diikuti Nisha dibelakang.
" Gimana kalau kepasar malam?" Tanya Ardi
" Boleh... Udah lama gak pernah ke pasar malam. Dimana?"
" Ada deh! Tuan putri hanya perlu diam duduk manis, ok!" Nisha memukul punggung Ardi
" Yaa...pangeranku." Memeluk Ardi dari belakang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**Jangan lupa like🖒, vote dan 🌟rate ya
❤ nya juga ya untuk up selanjutnya
Komen beruoa kritik dan saran juga diharapkan jika readers berkenan.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca🤗😘
Mohon dukungannya😊😘**