
Karena hati tidak perlu memilih,
Dia selalu tau kemana harus berlabu.
* * * * *
" Aku bener bener suka kamu Sha! Kita bisa kok jalin hubungan ini diam diam. Kamu mau kan? "
Nisha masih terdiam dalam duduknya. Tak menyangka Andri akan berucap seperti itu. Sama seperti Eric dulu saat dekat dengannya.
Dada Nisha bergemuru. Kedua tangannya saling menyaut dan meremas diatas pahanya.
Bagaimana bisa dia mengatakan itu?
Bruuummm Bruummm Bruummm
Lamunan Nisha buyar sudah saat terdengar suara motor yang dia kenal masuk digarasi rumahnya. Nisha dan Andri menoleh ke sumber suara itu. Nisha langsung berdiri dari duduknya saat dia lihat Ardi memarkirkan motornya disana.
" Apa itu cowoknya Nisha? " ucap Andri dalam hati saat melihat Nisha berdiri dan hendak melangkah maju mendekati Ardi yang masih disana dan belum menyadari keberadaan mereka.
" Sha " Andri meraih pergelangan tangan Nisha, mencoba menahan Nisha sejenak agar tak meninggalkannya.
" Apa? " mencoba menarik tangannya tapi cengkraman tangan Andri lebih kuat sehingga tak dapat dia lepaskan.
" Jawab dulu Sha pertanyaan aku tadi! Biar aku bisa nentuin sikap aku selanjutnya, apalagi didepan cowok kamu itu! " tuturnya dengan suara lembut tapi tegas sambil menunjuk pada Ardi yang berdiri digarasi.
Sedangkan Ardi yang baru saja turun dari motornya, terdiam sejenak, matanya kini tertuju seorang cowok yang kini berdiri disamping Nisha dan memegang pergelangan tangan Nisha. Hatinya tiba tiba saja memanas melihat pemandangan didepan matanya.
" Lepasin dulu tangan aku, Andri. " tutur Nisha yang merasa tak nyaman akan perlakuan Andri. Andri pun melepaskan tangan Nisha perlahan. Nisha mengelus pergelangan tangannya yang terasa sedikit sakit akibat dicengkram Andri yang kuat.
" Maaf Andri, aku gak bisa." Ucapnya lirih berlalu meninggalkan Andri.
Ardi sendiri merasa kesal dan sesak memenuhi rongga dadanya saat melihat interaksi Nisha dan cowok yang tak dia kenal didepan matanya. Kedua tangannya mengepal kuat menahan emosi. Bahkan Ardi pun enggan bergerak untuk mendekati mereka.
Kenapa jadi gini sih? Gumam Nisha saat berjalan mendekati Ardi yang sudah terlihat kemarahan diwajahnya.
" Hai kak Ar " ucap Nisha lirih dan dengan susah payah menelan air liurnya sendiri saat berdiri dihadapan Ardi. Tangan Nisha sedikit bergetar menahan ketakutan dihatinya jika Ardi salah paham akan apa yang dilihatnya.
Jelas terlihat api amarah yang terpancar dimata Ardi saat ini. Tapi Ardi juga dengan susah payah berusaha menahan emosinya atas ketidaksukaannya atas kejadian ini.
" Siapa cowok itu? " Ardi langsung bertanya tanpa basa basi. Ardi juga baru tersadar akan cowok itu dan saat melirik motor yang terparkir disisi depan rumah Nisha. Motor milik cowok itu bukan?
Motor yang dia lihat waktu minggu lalu saat datang kerumah Nisha. Pengendara yang Nisha bilang orang yang salah cari alamat saat itu. Saat mengingat itu, amarah Ardi semakin memanas didadanya.
" Dia... " Nisha pun menjadi gugup dan salah tingkah saat melihat Ardi yang sudah memerah diwajahnya menahan emosi. Nisha pun takut salah berucap dalam menjelaskan semuanya.
__ADS_1
" Kenalin, gw Andri "
Tiba tiba saja Andri sudah ada berdiri disamping Nisha. Mengulurkan tanggannya didepan Ardi. Jantung Nisha benar benar sudah berlari dari tempatnya. Jika Nisha tidak kuat, mungkin saat itu juga Nisha sudah terjatuh disana.
Ardi sama sekali tak membalas uluran tangan Andri. Tapi mata mereka saling menatap satu sama lain. Ardi menatap dengan pancaran ketidak sukaan dan penuh amarah. Sedangkan Andri, pandangan mata yang biasa saja tapi penuh makna agar Ardi salah paham.
Nisha sendiri bingung harus bagaimana bersikap diantara keduanya.
Andri pun menarik kembali uluran tanganya yang tak terbalas dengan senyuman remehnya.
" Kak Ar, dia ini sepupunya Apri, temen kelas Nisha " tutur Nisha sambil merangkul lengan Ardi, semoga dapat meredam amarah yang sedang melingkupi Ardi saat ini. Ardi menatap Nisha seksama dari bawah hingga atas, keningnya berkerut saar tertuju pada pakaian yang kini dikenakan Nisha.
Kenapa dia berpakain seperti ini, tidak pernah dia memakai pakaian seperti ini didepanku. Apakah dia dan cowok ini...?
Ardi bergelut dengan pikirannya sendiri, masih belum bisa mengeluarkan kata kata akan semua itu.
" Duduk dulu yuk Kak Ar " pinta Nisha sambil menarik pelan lengan Ardi. Melengkungkan kedua ujung bibirnya yang paling manis didepan Ardi dan ekspresi wajah imutnya.
Ardi pun akhirnya luluh melihat expresi wajah Nisha yang sangat dia sukai itu. Hatinya pun menjadi dingin dan dapat mengontrol emosinya kembali. Tapi tidak bergeming dari tempatnya saat Nisha mengajaknya duduk.
" Ada urusan apa emangnya dia kesini? " ucap Ardi lembut menatap Nisha. Mencari tau apa yang sebenarnya terjadi antara mereka berdua. Karena menurut Ardi, pasti bukan pertama kalinya cowok ini disini.
" Dia cuma..."
" Gw suka sama Nisha " perkataan Nisha terpotong oleh ucapan Andri yang kini malah menyulut api cemburu dihati Ardi.
" Kak Ar " mencoba meredam kembali amarah Ardi dengan merangkul lengan Ardi satu tangan dan satu tangan lagi mengelus dadanya.
" Gw suka sama Nisha " ucap Andri sekali lagi dengan nada menantang.
" Kak Andri, cukup " sentak Nisha menatap Andri tajam, mencoba agar Andri tak melanjutkan perkataannya lagi.
" Apa salah emangnya kalau aku berkata jujur kalau aku suka kamu Sha? " Ujar Andri lebih lanjut.
" Jelas salah! " seru Ardi lantang.
" Cewek yang suka itu udah punya cowok, apa lo tau itu? " tanya Ardi yang kini sudah bisa mengendalikan amarahnya.
" Ya, gw tau itu! Emangnya kenapa kalau gw tetep suka dia! Nisha sendiri gak masalah sama perasaan gw. Sekarang salahnya dimana coba? " tutur Andri santai tapi dengan tegas. Ardi melirik Nisha dengan tatapan tajam.
" Kak Andri, Nisha kan udah bilang sejak tadi. Nisha gak bisa! "
" Nisha udah punya pacar, dan Nisha gak bisa nerima rasa suka kak Andri. Bahkan walau hanya untuk berteman " ucapnya selembut mungkin dan perlahan agar Andri dapat mencernanya. Masih merangkul erat lengan Ardi dan mnundukkan wajahnya.
" Maaf " ucapnya lirih yang malah menatap lekat wajah Ardi dari samping. Ardi pun menyentuh tangan Nisha dan menatap balik mata Nisha. mereka saling tersenyum manis satu sama lain tak perduli pada pandangan Andri yang sedikit merasa iri.
__ADS_1
" Lo dah denger sendiri kan jawabannya! " ucap Ardi penuh kemenangan tapi masih dengan tatapan tajam kemata Andri.
" Hai...sedang apa kalian disana? " seru Ibu Uni yang kini berdiri didepan pintu yang terbuka lebar dan Yuni yang berdiri pula dibalik punggung Ibunya sedikit melihat keluar sana.
Seketika, amarah Ardi hilang saat Ibu Uni terlihat disana. Nisha pun dapat bernapas lega sementara dari ketengangan yang diciptakan dua cowok ini.
Nisha, Ardi dan Andri pun tersenyum bersamaan pada Ibu Uni.
" Oh, ada Ardi juga datang? Ayo masuk Ardi! " seru Ibu yang baru melihat Ardi disana. Ardi pun hanya mengangguk sambil tersenyum.
" Iya Bu " sautnya dengan suara cukup keras agar Ibu mendengarnya.
" Nisha, ajak Ardi dan Andri duduk sayang. Jangan ngobrol dijalan gitu "
" Iya Ibu " saut Nisha singkat. Lalu menarik lengan Ardi pelan agar ikut duduk. Juga mengangguk pada Andri agar mengikutinya pula.
Syukurnya Yuni menyadari akan kehadiran Ardi dari suara motornya. Yuni mengintip dari balik jendela, memperhatikan sejenak apa yang akan terjadi antara kakaknya dengan dua cowok yang menurut Yuni gantengnya hampir sama lah! Yuni pun hanya tersenyum lucu melihat Ardi dan Andri yang sedikit bersitegang.Setelah Yuni rasa berdebatan mereka sudah cukup, Yuni memanggil Ibunya untuk melihat kejadian diluar. Mencoba menghentikan perdebatan mereka untuk sejenak dengan kehadiran Ibu Uni.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**BANTU VOTE NYA YAA
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN JUGA
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA😊
__ADS_1
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**