Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 44


__ADS_3

Bukan kerena Engkau indah


Lalu aku mencintaimu


Tapi karena aku mencintaimu


Engkau selalu nampak indah bagiku


* * * * *


Matahari pagi sudah menampakkan sinarnya memberi kehangatan pada bumi ini. Nisha membuka matanya perlahan, matanya menatap lurus pada jendela disamping tempat tidurnya. Merasa asing dengan tempat yang dia lihat. Dia memutar tubuhnya yang tertutup selimut tebal, melihat langit kamar dan sekeliling.


Ini dimana?


Dia bangun duduk diatas kasur single itu. Lalu melihat sosok cowok yang sedang tertidur di atas karpet dengan tertutup pula oleh selimut.


Astaga!!! Aku tertidur dikamar Kak Ardi.


Nisha memejamkan matanya merunduk. Mencoba mengingat yang terjadi semalam.


Setelah saling mengungkapkan perasaan mereka masing masing, mereka duduk berdua disofa disisi tengah bengkel. Ardi menceritakan semua yang terjadi antara dia dan Imel. Dan menjelaskan tujuannya yang sebenarnya saat mendekati Imel.


" Kak Ar tega banget sih ngelakuin itu sama Imel?" ucapnya lirih.


" Dia saja tega nyakitin aku dulu saat sayang sayangnya sama dia. Dia juga tega sama kamu sampe ngirim vidio seperti itu dan berkata bohong supaya kamu sama aku pisah. Tegaan siapa coba?" Nisha terdiam mendengar itu.


" Cewek sama cowok kan beda hatinya Kak? Cewek kan lebih perasaan "


" Iya sama kayak kamu. Perasaan banget!" Mencubit hidung Nisha pelan.


Nisha mengusap hidungnya yang sedikit sakit.


" Kamu udah makan belum ?" Tanya Ardi dan mendapat gelengan kepala Nisha.


Ardi pun pergi keluar mencari makan dan menyuruh Nisha untuk masuk keatas kamarnya agar tak ada yang melihat. Setelah membeli makanan, mereka pun makan bersama diatas sambil menonton vidio film action " Fass and farious 4" dilayar laptop milik Ardi. Dan tanpa sadar, Nisha terlelap dipundak Ardi sambil terduduk bersender didinding kamar. Ardi mengangkat tubuh Nisha perlahan dan meletakannya di atas kasur single miliknya. Menutupi tubuhnya dengan selimut sampai didadanya. Lalu mencium kening Nisha yang dipenuhi oleh poninya yang tipis.


Dan pagi ini Nisha duduk diatas kasur sambil tersenyum memandang Ardi yang tertidur dengan damai beralas karpet plastik dilapisi sebuah kasur lipat. Nisha menyibakkan selimut dari tubuhnya, berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi disisi tangga Mencoba untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandi, dengan masih mengenakan baju dan celana yang sama dan rambut yang diikat bunda, karena tas yang berisi pakaian salinnya ditinggal dirumah Eva tak dibawa. Ya karena memang tak ada niat untuk menginap diruko Ardi. Tiba tiba terdengar suara pintu ruko yang dibuka.


Ceklek ceklek Greeeekkkkkk


Nisha mengerutkan dahinya memdengar berisik dilantai bawah. karena penasaran, Nisha menuruni tangga perlahan lahan mencoba mengintip siapa yang datang. Dia berpikir mungkin Dono yang datang, Tapi ini masih terbilang pagi untuk dia datang ke bengkel. Tapi ini yang dia lihat, seorang wanita dewasa yang cantik dan berpakaian sangat rapi.


Siapa wanita ini? Kenapa dia bisa masuk kedalam ya,? kok punya konci bengkel ini juga ? Apa dia saudara Kak Ardi ?


Gumam Nisha dalam hati yang melihat wanita itu berjalan kearah tangga dengan membawa sebuah tentengan codibag. Dan kini melihat nisha berdiri ditengah tangga. Wanita itu membulatkan matanya melihat ada gadis diruko adiknya sepagi ini.


" Siapa kamu? " Tanya Teteh Adesty pada Nisha.


" Saya Nisha. Temannya Kak Ardi. " ucap Nisha pelan


" Kak Ardi ??Kamu ngapain ada disini pagi pagi?" Ucap Adesty sedikit ketus


" Hhmmm....itu " Nisha ragu untuk menjawab dan hanya mengarahkan telunjuknya keatas kekamar Ardi.


Adesty berjalan menaiki tangga dengan penuh kemarahan, melewati begitu saja Nisha yang berdiri disana. Lalu berhenti dipertengahan tangga, Menoleh ke Nisha yang masih tak bergeming ditempatnya menatap heran Adesty.


" Ayoo ikut keatas!!" Ucapnya menatap tajam pada Nisha


" I...Iyaa. " Nisha pun akhirnya menuruti untuk ikut kekamar Ardi.


Saat sampai diatas, Teh Adesty menatap ruangan yang cukup luas itu. Melihat sosok yang dicarinya masih bergulat dengan selimut diatas kasur lipat. Adesty berjalan cepat memdekati Ardi, lalu berjongkok didepannya. Nisha hanya memperhatikan wanita yang belum dia tau ini siapa, diujung tangga.

__ADS_1


" Heeii...bangun!!" ucap Adesty membangunkan Ardi dengan menepuk pipinya berulang. Tapi Ardi tidak juga membuka matanya


" Ardii... Bangun Tidak!!" Adesty berteriak dan memukul sedikit keras bahu Ardi. Membuat Cowok itu akhirnya membuka matanya perllahan.


Saat matanya melihat sosok wanita dihadapannya, Ardi terkejut bangun.


" Teteh..." Adesty langsung menjewer kuping adiknya itu.


" Aduuhhhh....aduuuhhh. Sakit Teh! Lepasin atuh Teh!" Adesty pun melepas tangannya dari kuping Ardi. Ardi mengusap usap kupingnya yang terasa panas.


" Pagi pagi dateng dah marah marah gitu sih, Teh?"


" Gimana Teteh gak marah Coba! Dateng kesini masa ada cewek dimakar kamu, hahh?" ucap Adesty sambil menjewer kembali kuping Ardi


" Teh ampun, Teh...sakit!!"


" Maksudnya apa sih, Teh ?" Mengusap kembali kupingnya yang sudah merah.


" Itu...Apa?" Menunjuk pada Nisha yang masih ditempat awalnya. Nisha mengedipkan matanya berulang. Sedikit takut melihat wanita yang dipanggil Teteh oleh Ardi.


Berarti dia kakaknya Kak Ardi ya. Cantikk. Tapi sereeemm...


" Nisha..." Ardi mengerutkan dahu saat melihat Nisha ada disana.


" Astagaa..." Ucap Ardi saat ingat Nisha yang tidur dikamarnya.


" Sadar sekarang ?" Tanya Adesty yang sudah berdiri dan bertolak pinggang.


" Itu Teh! Ardi bisa jelasin kok !" Ucapnya Gugup menghadapi kakak perempuannya.


Adesty memarik napas kasar. Memandang kearah Ardi dan Nisha bergantian.


" Ya udah! Teteh tunggu penjelasan dari kamu dibawah. Bersihin badan kamu dulu" Adesty berlalu


Teteh Adesty duduk dikursi putar dibelakang meja kerja, sedangka Ardi dan Nisha duduk disofa depan meja kerja. Adesty memutar mutar kursinya menatap dua anak didepannya yang menundukkan kepala mereka. Tidak dijinkan bicara oleh Adesty, hanya boleh menjawab jika ditanya saja.


" Teh...jangan kaya gini dong? " Ucap Ardi yang tak tahan sejak tadi.


" Diem kamu! Teteh belum nanya ke kamu ya?" Ucapnya lantang menatap tajam Ardi. Membuat nyali Ardi menciut melihat tatapan mata Teteh Ades dan mengusap tengkuk lehernya.


" Nama kamu siapa? " Tanya nya menatap Nisha.


" Hahh...saya..Nisha, Kak " Jawab Nisha gugup.


" Udah berapa lama kamu deket sama Ardi ?"


Nisha menatap Ardi yang duduk disampingnya.


" Empat bulan Kak "


" Baru empat bulan, kalian udah berani tidur sekamar! "


" Teh...bukan begitu! Kita gak ngapa ngapain teh!" Ucap Ardi menyela


" Gak ngapa ngapaain gimana, jelas jelas kalian tidur satu kamar. Ditambah disini gak ada orang lain selain kalian berdua. Siapa yang percaya kalian gak ngapa ngapain?"


" Ini salah Nisha kak. Kalau semalem Nisha gak ketiduran, mungkin Nisha gak disini sekarang " Ucap Nisha merasa bersalah tidur diruko dan membuat kekacauan ini.


" Tapi sumpah Teh! Ardi gak ngelakuin apa apa sama Nisha. Ardi juga Tidur jauh jaraknya dari Nisha. Ardi berani sumpah !" Ucap Ardi mengangkat satu tangan dan jarinya membantuk huruf V.


" Seharusnya kamu juga gak ngebiarin dia tidur disini, Ardi! Coba kalau ada warga yang liat dan mengira kalian berbuat macam macam disini!"


" Maaf Teh. Ardi janji gak bakal ada kejadian kayak gini lagi!" ucapnya menundukkan kepalanya mengakui kesalahannya.

__ADS_1


Adesty menghela napas panjang. Dia tau bahwa adiknya ini tidak akan berbuat diluar batasnya, Tapi dia juga tidak dapat diam saja mentolerir sikap Ardi yang membiarkan seorang gadis tidur diruko hanya berdua. Dia juga memandang gadis itu masih terlihat polos dari tatapan matannya.


" Teteh bisa pengang ucapan kamu?" Ardi menganggukkan kepala.


" Kamu..." Menunjuk pada Nisha. Nisha mematap Adesty, tapi tak lama menunduk kembali tak berani menatap Wanita itu.


" Orang tua kamu tau kamu gak pulang?"


" Sebenarnya Nisha tadinya izin nginep dirumah temannya Teh. Tapi ada urusan dengan Ardi, jadi aku bawa kesini dan malah kaya gini " Ucap Ardi menggantikan jawaban Nisha. Adesty langsung menatap Nisha yang mengangguk cepat.


Ooh...jadi gara gara gadis ini dia jadi uring uringan. Gumam hati Adesty.


" Ya udah...Teteh kesini mau liat kamu aja. Kata Dono kamu lagi galau lagi! Makanya Teteh bawain makanan buat kamu. Ternyata penyebab galaunya juga ada disini " ucapan Adesty membuat Ardi dan Nisha kaget bersaman.


" Nanti Teteh balik kasini buat ngasih hukuman buat kamu!" Ucapnya berdiri dari kursi menatap Ardi. Ardi menelan ludahnya susah payah. Mendengar kata hukuman dari Teh Adesty.


" Mungkin cukul buat kalian berdua sarapan. Abis itu!! Anter dia pulang!!" Menunjuk pada Nisha


" Jangan lama lama disini! Dan jangan macam macam!" Menatap Ardi lagi.


" Ooh..ya. Nanti bawa dia kerumah Teteh. " Berdiri didepan Ardi dan Nisha


" Teteh mau ngobrol sama kamu " Ucap Adesty lembut sambil mengusap bahu Nisha.


Nisha hanya mengangguk heran. Tadi terlihat garang dan menakutkan, tapi kini bersikap sangat lembut padanya.


Adesty pun pergi meninggalkan bengkel dimana Ardi dan Nisha langsung melahap makanan berupa nasi goreng dengan telor mata sapi dan beberapa potong nuget yang dibawa Adesty tadi didalam codybag.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**Jangan lupa untuk 🖒,vote dan 🌟 rate yaa


❤nya juga untuk up selanjutnya


Komen berula kritik dan saran juga buleh jika readers berkenan.


Terima kasih sudab membaca🤗😘


Mohon dukungannya😊😘**

__ADS_1


__ADS_2