Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 52


__ADS_3

Seseorang berkata


Ada satu cara membuat wanita jatuh cinta


Yaitu buatlah dia tertawa


Namun ku tak pernah bisa


Karena, saat dia tertawa


Justru aku yang semakin cinta


* * * * *


Drrrttttt Drrttttttt


Song Anji- Menunggumu


Nisha yang sedang membaca buku novel 'Terpaksa menikahi Tuan Muda' diatas kasur besarnya terperanjat kaget saat benda pipihnya diatas nakas samping kasur bergetar dan berbunyi nyaring. Nisha menyelipkan sebuah kertas panjang di tengah tengah novel yang dibacanya. Menandai halaman yang dia baca. Lalu menutup buku itu dan meletakkan disampinganya. Beralih meraih benda pipihnya yang terus berbunyi.


" Kak Ardi " dia tersenyum lebar saat melihat nama panggilan vidio call di layar datar itu. Nisha langsung menggeser tombol hijau pada layar Hpnya. Lalu mengarahkannya didepan wajah.


" Assalamualaikum " Sapa Ardi terlebih dahulu saat layar Hpnya berubah wajah Nisha


yang tersenyum.


" Walaikumsalam...Ada apa Kak?" Jawab Nisha penuh semangat melihat wajah Ardi yang memang dirindukannya tiga hari ini.


" Gak napa napa? Kangen aja pengen liat wajah manis kamu!" Ucapnya membuat wajah Nisha sedikit merona dan memalingkan mukanya.


" Hhmmmm.....Ge er dah!"


" Siapa yang ge er? Kamu nya aja yang tukang gombal mulu." mengerucutkan bibirnya.


" Hhmm...Sha. Aku mau ngomong sesuatu?" wajahnya berubah serius.


" Ada apa? Kok keliatannya serius banget " Tanya Nisha menyautkan alisnya


" Ibu sakit dikampung, dan harus operasi " ucap Ardi melas.


" Innalillahi..." Nisha terkejut. Menutup mulutnya dengan satu tangan " Sakit apa? "


" Tumor " Jawab Ardi singkat menundukkan kepalanya


" Terus..." Ucap Nisha yang ikut merasa sedih melihat wajah sendu Ardi. Ibu satu satunya yang Ardi miliki, Kini sakit dan jauh darinya.


" Aku harus pulang ke Bandung sementara ini untuk menemani Ibuku operasi." Menatap wajah Nisha dilayar datarnya.


" Kapan berangkatnya?" Nisha sudah menduganya. Dan dia sudah mengerti akan itu, membiarkan cowok didepannya ini untuk pergi. Memang Ibunya pasti membutuhkan Ardi disaat saat seperti ini, Apalagi Ardi pasti juga ingin mendampingi Ibunya disana.


" Besok siang aku berangkat sama Teteh Adesty dan Rama juga ikut " Nisha hanya mangut mangut mengerti.


" Berapa hari kira kira Kak Ar disana ?" Itu yang Nisha cemaskan. Dia tau, tidak mungkin Ardi pergi dua tiga hari. Dan Nisha takkan bisa bertemu Ardi untuk sementara ini.


" Paling lama mungkin seminggu, aku juga belum tau pasti. Tapi aku usahain agar cepet balik kesini lagi." jelas Ardi yang tau pasti dia akan merindukkan gadis yang mencuri hatinya itu, yang sebenarnya niatnya malam ini dia ingin bertemu Nisha untuk melepas rindunya yang sudah tiga hari tak bertatap muka, tapi tak jadi karena panggilan Teh Adesty. Tapi apa daya, Ternyata mendapat kabar yang lebih menyakitkan hati tentang Ibunya. Dia bisa saja datang saat ini kerumah Nisha, Tapi diurungkannya karena waktu yang sudah menunjukka pukul 21.00. Terlalu malam untuk berkunjung dengan sengaja.


" Ya udah. Gak apa pa! Semoga Ibu cepet sembuh aku doain." ucap Nisha tulus. Seminggu, tak akan bertemu Ardi. Hati Nisha sedikit kecewa dan sedih sebenarnya, tapu dia tidak bisa melarang atau menawar lama waktu Ardi disana. Ibunya lebih membutuhkan Ardi dari padanya.


Sanggupkah aku menahan rindu seminggu itu. sedangkan sudah tiga hari kita belum bertemu pula. Mungkin itu ada dibenak Ardi ataupun Nisha juga.


" Makasih doanya. " Ardi tersenyum " Gak pa pa ya, aku tinggal dulu dan kita gak ketemu untuk sementara ?" Tanya Ardi yang merasakan sedih pula


" Kan aku bilang gak apa pa tadi!" mencoba tersenyum ikhlas.


" Jangan suka senyum sama cowok lain ya selama aku gak ada nanti!" Ucap Ardi yang melihat senyum manis Nisha.


" Kok..." Nisha mengerutkan dahinya

__ADS_1


" pokoknya jangan senyum senyum sama cowok lain dibelakang aku. Titik !" Nisha semakin bingung akan ucapan Ardi yang tak dapat ia cérna. Ardi tersenyum melihat Nisha yang mengusap lehernya.


" Sha. Aku takut kalau kamu senyum sama cowok lain bakal bikin cowok yang liat senyum kamu itu meleleh hatinya. Dan bikin mereka suka sama kamu. Ngerti sekarang!"


Oohhh...Nisha mangut mangut sambil tersenyum.


" Ya udah." jawab Nisha singkat.


* * *


Pagi ini Nisha bersiap memakai seragam sekolahnya. Waktu masih menunjukkan pukul 5.35 pagi. Masih banyak waktu untuk sarapan lebih dulu.


Tap tap tap


Nisha menuruni tangga rumahnya dengan santai. Terlihat Ibu Uni sedang membersihkan peralatan dapurnya dan akan memulai masak, menoleh saat mendengar suara sepatu Nisha.


" Udah rapi Sha? Mau sarapan apa? mau dibikinin nasi goreng? " Ibu terus bertanya pada Nisha yang berdiri didepan meja makan.


" Satu satu Bu nanyanya! Nisha bingung mau jawab yang mana dulu " Ucap Nisha sambil meraih gelas kosong diatas meja dan menuang susu kental kaleng kedalam gelas.


" Oohh...Maaf! " Ibu tersenyum " Terus kamu mau sarapan apa?"


" Roti aja Bu. " jawab Nisha singkat melihat roti didalam sebuah wadah dimeja makan. Ibu hanya mengut mangut menyudahi pertanyaannya, lalu beralih pada sayuran diatas meja dapur.


Nisha menarik kursi dan duduk dimeja makan setelah selesai membuat segelas susu putih hangat, meraih dua helai roti tawar dan mengolesinya dengan selai coklat. Lalu menumpuknya jadi satu dan melahapnya.


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Ibu menghentikan aktifitas tangannya yang sedang memotong sayuran. Ibu dan Nisha saling berpandangan.


Siapa pagi pagi bertamu. Begitu batin Ibu juga Nisha.


" Biar Nisha yang buka Bu!" Ucap Nisha berdiri dan menggeser kursinya.


" Biar Ibu saja!" Menyentuh pundak Nisha untuk kembali duduk. " Kamu lanjutin sarapan kamu aja. Mungkin itu satpam!" Mencoba menerka siapa yang datang. Nisha pun duduk kembali dikursinya dan melanjutkan memakan rotinya.


Ibu berjalan menuju pintu. Membuka sedikit kain penutup jendela untuk melihat siapa yang datang. Ibu mengrutkan kening saat melihay sosok anak cowok yang dikenalnya.


Ibu pun membuka pintu dan melihat dari bawah ke atas yang berdiri diluar sana.


" Assalamuallikum Bu" Sapa Ardi yang langsung merih tangan Ibu dan mencium punggung tangannya. Ibu masih termenung disana melihat Ardi yang datang sepagi ini dengan pakaian jeans panjang dan kaos sweter lengan panjang. Sangat manis menurut Ibu Uni.


" Waalaikumsalam " Ibu tersenyum


" Nisha udah berangkat Bu?" Tanya Ardi membuyarkan lamunan Ibu Uni


" Oohh... Belum Ar. Masih sarapan. Nanti Ibu panggilkan" Ibu berjalan kedalam, tapi tak lama berbalik lagi keluar.


" Eehh...duduk dulu aja" . Dan Ardi mangut mengiyakan.


" Ardi udah sarapan Belum?"


" Oohh...Belum Bu. Tapi gak usah repot repot Bu. Ardi bisa sarapan nanti. Kesini cuma mau nganterin Nisha skolah aja." Jelas Ardi


Ibu pun mengangguk mengerti. Lalu berjalan masuk kedalam rumah.


" Siapa Bu?" Tanya Nisha setelah meminum susu didalam gelasnya sampai bersih.


" Ardi yang datang." Ucap Ibu santai.


" Hahh...Kak Ardi" Nisha terkejut berdiri dari duduknya. Ibu hanya menganggukkan kepalanya berjalan kemeja dapur melanjutkan ektifitas memasaknya.


" Sana temuin! Katanya mau nganter kamu sekolah. Udah janjian emangnya?" Tanya Ibu


" Enggak!" Nisha langsung menjawab dan menggelengkan kepalanya bersaan.


" Bikinin minuman dulu Sha buat Ardi " Ucap Ibu saat Nisha meranjak jalan keluar. Nisha membalikkan badannya berjalan kembali kemeja makan. Berpikir sejenak.

__ADS_1


" Bikinin apa ya? Susu aja deh!" meraih gelas kosong dan mengisinya dengan susu kental Manis dari kaleng. Setelah selesai membawanya kedepan. Ibu hanya menggelengkan kepalanya melihat anak gadisnya yang sudah meranjak dewasa itu.


Nisha membawa segelas susu hangat ditangannya, berjalan keluar menemui cowok yang selalu datang tiba tiba memberi kejutan.


Saat didepan pintu, Nisha menarik napas panjang. Kenapa jadi gugup begini sih mau ketemu dia aja! Gumam Nisha dalam hati.


Nisha pun melangkah keluar. Melihat cowok yang duduk diteras sambil memainkan Hp miliknya. Beneran Ardi!! Dia berhenti sejenak.Matanya membulat saat benar benar yang dia lihat itu Ardi yang datang sepagi ini.


" Kok diem aja disitu! sini " Ucap Ardi saat sadar ada Nisha yang berdiri mematung didepan pintu memegang sebuah gelas beralas piring kecil, Yang sudah berpakaian seragam putih dan rok abu abu diatas lutut. Dia terlihat Imuet pakai seragam sekolah. Ucap dalam hati Ardi.


" Kak Ar ngapain sih pagi pagi kesini? Bukannya seharusnya siap siap buat ntar siang berangkat ke Bandung?" Ucap Nisha sambil berjalan kesofa dan meletakkan gelas susu dimeja.


" Ini susu buat aku?" Tanya melihat segelas susu yang diletakkan dihadapannya. Nisha mengangguk.


" Iya. Kakak gak mau?"


" Ya mau lah. Makasih ya" Tersenyum memandang Nisha.


" Kak Ar belum jawab pertanyaan aku?" Ucapnya memandang penuh heran pada Ardi.


" Nanti aja ceritanya. Kamu mau kesekolah kan?" Melihat jam dipergelangan tangannya.Nisha menganggukkan kepalanya.


" Ayo aku anterin. Ntar kesiangan lagi kamu! "


" Gak kok! Jawab dulu aja." Ucap Nisha yang sudah tak sabar ingin tau mengapa cowok ini datang pagi pagi.


" Nanti aja sambil jalan jawabnya. Ntar kamu kesiangan kesekolah. Mau?" Nisha memasang wajah cemberutnya. Padahal masih banyak waktu sebelum berangkat, apalagi jika akan diantar pakai motor. Bisa bisa dia duluan sampai dikelas dari pada siswi temannya yang lain.


Aaawwww.... Nisha meringis sakit mengelus saat satu pipinya yang dicubit Ardi.


" Udah ayo! Aku anterin. Buruan ambil tas kamu!" Menarik tangan Nisha agar bangun dan mendorong untuk masuk kedalam rumah mengambil tasnya. Nisha hanya pasrah tanpa berkata apa apa sambil terus cemberut tapi melukiskan sedikit senyuman disudut bibirnya saat masuk kedalam.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**PARA READERS


Jangan lupa untuk 🖒, VOTE dan 🌟 rate yaa


❤ nya juga untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran juga diharapkan jika readers berkenan.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca🤗😘


Mohon dukungannya😊😊**


__ADS_2