
Hari ini Nisha kebagian tugas untuk menjaga stand kantin mini dengan salah satu teman kelasnya Rima. Saat istirahat, stand terlihat agak ramai oleh siswa yang jajan makanan snack ringan.
Ketiga teman Nisha pun mengahampiri ke stand setelah selesai makan di kantin, memberikan makanan titipan Nisha dan Rima berupa siomay dan batagor. Mereka pun memakan makanannya karena stand terlihat sepi. Lia , Eva dan Dian pun duduk disekitar stand menemani.
" Eehh...iya Sha. Si Ardi masih suka hubungin lo lagi? " Tanya Eva dan mendapat gelengan kepala Nisha
" Gak...dah seminggu gak ada kabar. " Ucapnya santai dengan mulut penuh memakan somay.
Mereka pun asik ngobrol sampai bel istirahat berbunyi dan masuk bersama sama. Begitu juga Nisha dan Rima.
********
Seminggu sebelumnya.
Seorang wanita umur 30 tahunan, menaiki tangga masuk kekamar Ardi di lantai dua ruko. Membawa nampan berisi makanan dan lauk pauknya serta teh hangat. Ardi menoleh pada wanita itu lalu kembali menatap laptop di meja belajarnya. Wanita itu, kakak kedua Ardi, Teteh adesty. Meletakkan nampan yang dibawanya dimeja nakas samping kasur.
" Nih teteh bawa makanan dari rumah. "
" Maksih Teh " Balasnya sambil tersenyum.
Teh Adesty berjalan mendekati Ardi. Lalu memegang dahi Ardi dengan tangannya,
" Udah gak panas..." memastikan suhu badan adiknya sudah membaik dari sakit dua hari yang lalu. Ardi hanya cuek tetap fokus pada laptopnya.
" Kata Kendi kemaren, Kamu diputusin Imel yaa?? " Tanya Teh Adesty yang bersandar di tembok sebelah meja. Ardi langsung menatap Tetehnya dan berhenti dari kagiatannya.
sialan nih si kendi, mulutnya lemes amat sih
!!
" Iya!! " Jawabnya kembali melanjutkan tugasnya.
__ADS_1
" Galaunya jangan lama lama yaa! Kasian Bang Martin ngurus bengkel dan toko sendirian "
" Siapa yang galau sih, Teh. Ardi gak kenapa napa kok! "
" Gak kenapa napa tapi sakit abis putus !! "
" Teh...! " Memandang Adesty sinis " Ardi sakit karena kehujanan, bukan karna diputusin " Ujar Ardi sedikit kesal
" ciihh " sambil membuang muka. Ardi yang melihat hanya cuek saja.
" Mau tau obat sakit hati paling ampuh itu apa ? " ucap Teteh melipat kedua tangan didada. Ardi menoleh dan mengkerutkan dahinya.
" Apaa ?? "
Berdiri tegap disamping Ardi
" Cari cewek lagi "
" Gak segampang itu kali Teh! Emangnya gampang apa buka hati lagi buat cewek lain? Lagian juga dikata nyari cewek kayak beli motor, tinggal pilih kalau suka bayar terus dibawa pulang dan disayang sayang. "
" Lah...itu kamu tau! Coba kalau kamu mau tinggal bareng sama Om Kurniawan, dengan rumah yang besar, pake mobil mewah atau motor sport. Ikut bantu kerjaan Om dikantor. Apa lagi kamu juga cakep. Gak bakal ada yang nolak kamu jadi pacar, Orang tua Imel gak bakal mandang kamu kayak sekarang dan pasti Imel juga..."
" Itu yang Ardi gak mau Teh! " ucap Ardi memotong kalimat Tetehnya.
Adesty menghembuskan napasnya melihat kelakuan adik bungsunya yang tidak ingin menggunakan kekayaan keluarganya sepenuhnya.
" Ya udah terserah kamu. Teteah cuma kasih nasehat aja." Memegang pundak Ardi
" Satu. Kamu tetep mau ngejar Imel dengan kondisi kamu sekarang atau merubahnya ? "
" Kedua. Kamu cari cewek lain buat bisa ngelupain Imel ?" Adesty berjalan meninggalkan Ardi yang sedang berfikir kata kata Tetehnya
__ADS_1
" Jodoh kamu masih jauh Ar, " ucap Adesty saat mau menuruni tangga.
" aaahhhbkkkk....shiit! " Ardi memukul meja didepannya. Yang Teyehnya katakan ada benarnya. Tapi dia tidak tau apa yang akan dilakukan selanjutnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Jangan lupa ya untuk 👍 dan 🌟 ratenya
__ADS_1
Komen berupa saran dankritik juga boleh jika readers berkenan
Terima kasih sudah membaca🤗😘