
Nisha, Ambar dan Ningrum kini sedang duduk dihalte depan mall yang mereka datangi. Ditangan masing masing sudah ada beberapa tentengan hasil berburu mereka sebelum nonton bioskop tadi. Walau tidak banyak, tidak mungkin cewek cewek ini tidak membeli sesuatu yang menurut mereka menarik. Walau harus mengorban beberapa uang saku kuliah mereka.
Sudah beberapa bis umum lewat didepan mereka sejak tadi. Tapi tidak ada yang dinaiki tiga cewek manis ini. Bukan karena bis itu bukan jurusan tujuan mereka, bahkan bis yang seharusnya mereka naiki sudah 2 bis yang mereka biarkan lewat. Mereka juga tidak sedang menunggu taksi online yang kini juga sudah banyak di ibukota Jakarta. Lalu apa yang mereka tunggu.
" Sha, laki lo lama amat sih nyampenya? " keluh Ambar yang sudah tidak sabar, padahal baru nunggu 15 menit yang lalu.
" sabar sih Mbar. Macet kali " Saut Ningrum menimpali ucapannya. Nisha sendiri cuek hanya melihat arus mobil yang berlalu lalang di jalan raya depan matanya. Kupingnya sudah dia sumpal dengan headset mendengarkan lagu lagu kesukaannya.
Ya...tadi sebelum nonton film bioskop. Ardi menelpon Nisha menanyakan kegiatannya hari ini. Nisha pun memberitahukan dia ada dimana dan dengan siapa. Diakhir cerita, Ardi memutuskan untuk menjemput Nisha saat mau pulang dari mall karena memang posisi saat itu Ardi berada tak jauh dari mall tempat Nisha dan kawannya berada.
Senyum Nisha pun terukir saat matanya menangkap mobil yang berada tak jauh ingin menepi didepan halte tempatnya menunggu. Dan benar saja, sebuah mobil hitam itu pun berhenti diujung halte karena takut menggangu angkutan umum yang ingin berhenti depan halte.
Nisha yang sudah mengenali mobil itu milik Ardi, segera berdiri dari duduknya.
" hey...ayo mau pulang gak? " tanya Nisha pada dua temannya itu yang masih asik duduk.
" hah! Emang laki lo dah nyampe? " tanya Ambar sedikit kencang saat Nisha malah sudah berjalan menuju mobil Ardi.
" udah yo Ambar " Ningrum langsung menarik tangan Ambar membututi di belakang Nisha.
Nisha menundukkan kepalanya saat kaca depan mobil itu diturunkan.
" ayo masuk buruan " perintah Ardi saat melihat wajah Nisha.
Nisha membuka pintu depan mobil, lalu berbalik melihat kedua temannya.
" ayo masuk "
Nisha langsung masuk kedalam mobil dan duduk disamping Ardi. Tak lupa memasang setbelt. Ambar dan Ningrum pun masuk bergantin dikursi belakang mobil. Ada ekspresi kagum dan terkejut diwajah kedua gadis itu. Tapi mereka lebih memilih diam. Hening. Hanya suara musik yang terdengar dari audio mobil.
" kalian mau turun dimana? " tanya Ardi pada Ambar dan Ningrum.
" eh...aku di depan kampus aja kalau bisa "
" aku di lampu merah XM "
Suara Ningrum dan Ambar bergantian terdengar. Ardi hanya mengangguk singkat. Fokus kembali pada kemudinya.
Dikursi belakang terdengar suara bisik bisik Ambar dan Ningrum. Entah apa yang mereka bicarakan. Nisha dan Ardi tidak terlalu peduli.
" ke apartemen aku dulu ya bentar. Mau ganti baju. Biar aku gak bulak balik kerumah kamu. " ucap Ardi tak lama setelah Ningrum turun dari mobil.
" oh ya udah " jawab Nisha singkat.
Setelah Ambar turun sebelum lampu merah XM. Ardi langsung berbelok kearah apartemennya yang memang berlamawan arah jalan pulang kerumah Nisha. Hanya 15 menit berlalu, mereka sampai diparkiran gedung apartemen Ardi.
__ADS_1
" kamu tunggu bentar. Aku mandi dulu. Dah lengket badan akunya "
" iya "
Ardi masuk menuju kamarnya meninggalkan Nisha diruang depan. Nisha meletakkan tasnya setelah mengambil sabun cuci muka dari dalam tasnya, berjalan menuju kamar mandi disamping dapur. Setelah selezai kembali duduk diruang depan sambil menonton acara tv sore.
" kamu udah makan, Sha? " tanya Ardi saat berjalan menuju sofa Nisha duduk.
" belum. Cuma ngemil aja. Kamu sendiri udah makan? " tanya balik Nisha.
" belum juga " duduk disamping Nisha lalu meletakkan kepalanya dipangkuan Nisha.
Ardi memejamkan matanya sejenak saat merasakan usapan lembut dikepala. Terasa nyaman dan menenagkan usapan tangannya itu. Nisha memandang wajah lelaki dibawahnya ini. Terlihat raut wajah lelahnya saat ini.
" pulangnya ntar abis magrib aja ya. Aku mau tidur bentar. " tutur Ardi dengan mata masih terpejam.
" iya " jawab Nisha singkat tanpa menghentikan gerakan tangannya dikepala Ardi. Nisha menyenderkan punggungnya disofa. Merasa juga sedikit lelah. Hingga matanya pun ikut terpejam tanpa terasa.
Nisha terusik saat merasakan gerakan dipangkuan pahanya. Mata terbuka perlahan lalu menatap kebawah. Tersenyum dia saat melihat lelaki dipangkuannya ini tersenyum menatap balik dia.
" capek banget ya? " Ardi hanya mengangguk menanggapi suara Nisha. " tapi liat kamu hari ini capek aku perlahan hilang " Ardi mendudukan tubuhnya dan memposisikannya didepan Nisha.
Tanpa aba aba atau apa pun, Ardi mengecup ringan bibir merah mungil didepannya. " aku kangen sama kamu seminggu gak ketemu " ucapnya seraya mengelus lembut pipi kiri Nisha.
" aku juga kangen sama kamu. Sibuk banget ya kerjaan kamu? " Nisha mengusap pelan juga pipi Ardi.
" sholat dulu yuk. Baru kita kerumah kamu ketemu bapak sama ibu kamu " Nisha mengangguk, Ardi bangun dari duduknya sambil meregangkan otot pungungnya.
" kak Ar, mau jadi imam sholat aku? " Ardi menghentikan langkahnya saat mendengar pertanyaan Nisha itu. Kepalanya menunduk sesaat sebelum berbalik dan menatap Nisha yang masih duduk disofa.
" nanti aja kalau kamu udah sah jadi istri aku. Kalau sekarang, aku masih belom berani. Kita tunangan aja belom!"
" udah ayo sholat dulu " ajak Ardi segera menarik tangan Nisha.
" eh..Mam udah pulang " sapa Nisha saat melihat mamanya yang membukakan pintu rumah. Tak lupa mencium punggung tangannya. Ardi yang disamping Nisha pun melakukan hal yang sama.
" sudah tadi sehabis magrib." Jawab Mama Uni
__ADS_1
" Papa udah pulang bu? "
" belum. Mungkin bentar lagi. Nak Ardi mau diduduk didalam? "
" diluar aja Ma. Maksih "
Nisha pun masuk kedalam kekamarnya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian, meninggalkan Ardi duduk diteras.
Nisha kembali melangkahkan kakinya menuruni tangga setelah selesai dikamarnya. Saat itu pula melihat Papanya baru saja pulang kerja dan hendak masuk kekamarnya.
" Lama nunggunya? " Ardi menoleh kearah pintu saat suara Nisha terdengar. Melihatnya melangkah mendekatinya dan duduk disampingnya.
" gak juga."
Mereka pun berbincang seraya melepaskan rindu mereka selama beberapa hari ini. Dan mengenai masalah pertunangan mereka berdua. Awalnya Nisha agak masih ragu, tapi kini setelah berdekatan dengannya, keraguan itu seketika sirna. Entahlah kenpa bisa begitu! Dan kini Nisha sudah memantapkan hatinya.
" Nisha, Ardi ayo masuk " ajak mama Uni yang tiba tiba berdiri didepan pintu.
Ardi dan Nisha pun bangun dari duduknya dan masuk kedalam rumah. Papa Sakti duduk disofa panjang bersebelahan dengan mama Uni. Ardi pun duduk di sofa tunggal seberang papa. Nisha sendiri duduk disebuah puk sebelah Ardi. Suasana sedikit membeku saat keheningan itu tercipta sebentar.
" nak Ardi katanya mau berbicara sama Papa Sekarang bicaralah " ucap papa Sakti saat melihat Ardi terdiam tadi.
" mm begini pa, saya berniat mau melamar Nisha " ucap Ardi dengan penuh keyakinan dan tegas.
__ADS_1
Sedangkan dada Nisha sudah bergemuruh sejak tadi saat dia masuk kedalam rumah bersama Ardi, sampai saat ini.