Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 66


__ADS_3

Tak perlu seterang matahari


Tak perlu seindah rembulan


Tak perlu sebanyak bintang


Karena yang aku butuh sedikit cahaya


Dari lentera cintamu


Agar aku tak kesepian saat terjaga


* * * * *


Seperti biasa, minggu siang ini Nisha dijemput Ardi untuk ikut main dibengkelnya. Ibu Uni pun tak pernah keberatan akan hal yang mungkin sekarang jadi kebiasaan anak perempuan sulungnya itu setelah mengenal Ardi yang kini berstatus pacarnya. Ibu Uni dan Papa Sakti tidak pernah melarang Nisha untuk menjalin hubungan dengan pria manapun, asal mereka tau batasan yang harus dipegang dan dilakukan dalam hubungan itu.


" Kamu udah makan?" Tanya Ardi saat ditengah jalan. Mengendarai motornya dengan santai karena lebih memilih melalui jalan perkampungan dari pada jalan raya yang lebih banyak aturan.


" Udah tadi siang " Jawab Nisha singkat.


" Mau beli makanan dulu?"


" makanan apa?" Memiringkan kepalanya yang menempel dipundak Ardi.


" Ke minimarket aja gimana?" Nish pun menganggukan kepalanya. " Boleh "


Ardi pun berhenti disalah satu minimarket yang dilewatinya. Minimarket yang begitu terkenal dan menjamur dijabodetabek. Mereka masuk bersamaan disambut semilir udara Ac yang cukup tajam. Badan Nisha langsung begidik dingin yang menyentuh kulit tangannya yang tak tertutup baju.


" kenapa? Dingin?" tanya Ardi yang melihat Nisha mengusap kedua lengannya. Dan Nisha pun mengangguk.


" Ya udah, buruan milih makanannya yuk!"


" Iyaa "


Ardi pun mengambil keranjang belanjaan dan berjalan mengelilingi mini market itu. Mengambil beberapa botol minuman dingin untuk teman teman Ardi yang kebetulan ada dibengkel saat itu. Serta beberapa makana ringan. Sedangkan Nisha mengambil beberapa bungkus jajanan dan sebotol minuman ringan lalu mengambil sebuah es crime cup coklat.


" Kak Ar mau es crime juga?"


" Boleh juga " mendekati tempat bok es crime dan mengambil sendiri es crime yang diinginkanya. Setelah selesai mengambil apa yang diinginkan, Ardi berjalan menuju kasir dan menyerahkan keranjang belanjaannya. Nisha pun berdiri disamping Ardi. Setelah selesai menghitung jumlah belanjaan dan kasir menyebutkan jumlah yang harus dibayar, sekitar hampir 200 ribu. Lalu Ardi mengeluarkan sebuah kartu berwarna gold dari dalam dompetnya dan menyerahkannya pada kasir disana. Setelah selesai Ardi dan Nisha melanjutkan perjalanan mereka menuju bengkel. Saat ditegah perjalanan, Ardi kembali berhenti didekat sebuah tukang gorengan dipinggir jalan dan membelinya dengan jumlah yang lumayan banyak.


" Kak Ar, kok belanjanya banyak banget. Buat siapa sih?" tanya Nisha yang sedikit bingung akan belanjaan Ardi yang lebih banyak darinya ditambah pula sekantong gorengan. Tidak mungkin untuk dirinya sendiri yang akan memghabiskannya.


" Dibengkel ada temen temen aku lagi pada ngumpul. Yang waktu itu udah pernah ketemu sama kamu. Ada Hedi juga Kendi. " Jelas Ardi dan Nisha hanya ber oh tanpa suara sambil mangut. Ardi pun melanjutkan perjanannnya.


Sampai lah mereka didepan bengkel yang kini memang cukup ramai oleh beberapa pelanggan dan teman teman Ardi di dalam ruangan bengkel. Disana ada Hedi, Widia, Zaki dan Riska. Sedang asik mengobrol serta nonton Tv yang ada disana. Sedangkan Dono yang sedang membetulkan motor seorang pelanggan serta Kendi yang tengah mengotak atik motornya sendiri.


" Hai Sha. Tambah manis aja! " sapa Kendi mengoda pada Nisha saat berdiri disamping motor Ardi dan menerima kantong belanjaan dari Ardi.


" Hai Kak. " balas Nisha dengan penuh senyuman. " Jangan senyum senyum sama jomblo kaya dia, nanti bisa bisa dia minta hati kamu lho!" Nisha langsung menghilangkan senyumnya seketika dan melihat Ardi terheran.

__ADS_1


M**ulai deh posesif, sama temen sendiri padahal. Aneh!! gumam Nisha dalam hati.


" Bawa apaaan itu banyak amat romannya tuh isi kantong !" tanya Dono yang melihat kantong belanjaan ditangan Nisha.


" Tau tuh !" Ucap Nisha melirik pada Ardi dengan mengangkat kepalanya.


Ardi pun mengajak Nisha masuk kedalam bengkel dan bergabung dengan Hedi dan Zaki beserta ceweknya diikuti Kendi pula dibelakang mereka. Ardi meletakkan kantong gorengan diatas meja begitu juga Nisha yang meletakkan kantong belanjaannya juga.


" Waaahhh... Makanan gratis nih! Gitu dong...kalau ngumpul disini tuan rumah harus nyediain makanan yang banyak wat tamunya " ucap Zaki yang mendapat pukulan dipundaknya dari Riska.


" Eehhh..kalau ngomong ya! kapan sih lo main kesini kaga gw suguhin makanan?" Ucap Ardi seraya menyuruh Nisha untuk duduk dikursi putar belakang meja. Dan Nisha pun menurutinya.


" Eehh..iya yaa!" Ucap Zaki yang mengigat kata kata Ardi yang benar adanya dan membuatnya sedikit malu. Hedi dan Kendi yang bejongkok didepan meja mengeluarkan makanan yang ada didalam kantong belanjaan itu. Yang berupa minuman dan makanan ringan yang cukup banyak. Ardi duduk diatas meja kecil disamping kursi Nisha. Nisha pun mengeluarkan es crime cup yang dibelinya dan meyerahkannya satu pada Ardi. Ardi juga memanggil Dono untuk bergabung, tapi Dono harus menyelasaikan pekerjaannya terlebih dahulu karena ditunggu oleh pemiliknya. Setelah tak lama, Dono pun selezai dan ikut bergabung didalam.


" Ndi, Begini amat ya nasib jomblo kaya kita. Duduk didepan orang yang pada punya pacar, ngeliatin mereka pada mesraan. Kita udah kaya obat nyamuk jadinya disini." Ucap Dono yang melihat teman temannya itu saling makan bersama. Apalagi Nisha dan Ardi yang saling menyuapi es crime cup milik mereka satu sama lain.


" Udah kita juga bisa kayak mereka. Nih...aaaaa " jawab Kendi menyodorkan gorengan kemulut Dono untuk disuapi. Hedi, Zaki, Ardi dan para cewek hanya tertawa kecil dan menutup mulut mereka saat melihat Kendi dan Dono saling menyuapi seperti sepasang kekasih.


" Waahh..cocok lo berdua itu!" Ucap Hedi yang membuat Kendi semakin berkelakuan kemayu dengan mengerakkan satu tangannya melambai didadanya.


" Sayang...aku mau lagi disuapin.Aaaa..." Ucap Kendi membuka mulutnya didepan Dono yang memegang sebuah snack dan langsung menyuapi Kendi dan membelai kepalanya.


Nisha, Widia dan Riska tak dapat menahan tawa mereka melihat kelakuan dua cowok gila itu.


" Puas kalian !" Ucap Dono dengan gaya bicara seorang cewek jadi jadian lemah lembut dengan jari lentiknya.Beranjak berdiri dari sana keluar untuk melanjutkan pekerjaannya karena ada pelanggan baru yang datang. Sedangkan yang lain masih mentertawakan itu. Kendi pun memasang wajah cuek dan masih memakan makanannya.


" Ardi...Motor gw enak banget noh! liat gih!" ucap Kendi yang sudah kembali seperti semula.


" Tau dah! Ada bunyi krotok krotok dari Cvtnya." jelas Kendi


" Eehh...iya Ar. Sekalian motor gw juga ya. l


Larinya gak enak banget! Udah gw otak atik dirumah. Tetep lemot gasnya!" Tambah zaki


" Iyaa...ntar gw liat." Ucap Ardi singkat. " Aku tinggal ya kedepan. kamu kalau mau mau tiduran, atau ngantuk kekamar aja diatas gih!" Ucap Ardi membelai rambut Nisha sambil berdiri.


" Gak apa pa, aku keatas?" Tanya Nisha ragu yang merasa tak enak pada teman teman Ardi yang ada disana. " Gak apa apa. Gih sana ya! Aku pasti lama benerin motornya. " Nisha pun akhirnya mengangguk.


Ardi, Zaki, Hedi dan Kendi kedepan bengkel untuk melihat motor kendi dan zaki. Widia dan Riska tetap duduk didalam memainkan benda pipih milik mereka sambil nonton tv. Sedangkan Nisha sudah berjalan naik kekamar Ardi lantai atas ruko seorang diri. Karena dia memang merasa ingin sekali tidur yang tiba tiba ngantuk menyerangnya. Dan Nisha pun terlelap dikasur Ardi tanpa sadar saat dia memainkan benda pipih miliknya itu.


Ardi membongkar motor Kendi terlebih dahulu yang sepertinya CVT motornya yanh bermasalah. Cukup lama memang Ardi memperbaiki motor Kendi. Karena Dono sudah selesai dengan kerjaannya, dia pun membantu Ardi. Zaki dan Hedi yang berdiri bersandar pada motor miliknya memulai obrolan yang sebenarnya tujuan mereka datang main kebengkel Ardi.


" Ardi...sekarang udah mgomong! Mumpung cewek lo gak ada noh!" Ucap Zaki duluan.


Ardi menoleh kedalam memastikan Nisha tak datang tiba tiba padanya.


" Iya...Gw mau bikin kejutan buat Nisha. " Ucapnya mengela tangannya dengan kain.


" Lo pada bisa bantuin gw kan?" Teman temannya saling melirik, begitu juga Dono yang menghentikan aktifitasnya sebentar.

__ADS_1


" Emang mau bikin kejutan kaya gimana?" Tanya Kendi yang masih berjongkok disamping motornya.


" Begini...." Ardi pun menjelaskan tujuan dan maksud dari kejutan yang akan dibuatnya untuk Nisha nanti. Sekitar tiga hari lagi dari hari minggu ini. Ardi juga meminta tolong pada teman temannya itu dan membagi tugas masing masing. Ardi ingin memberikan kenangan manis untuk Nisha saat ini setelah kejadian buruk dengan Eric waktu itu. Mungkin ini kesempatan bagus untuk Ardi disaat hari kelahiran Nisha.


Ardi menjelaskan dengan detail apa yang akan direncakannya dan telah memilih tempat yang pas untuk acara itu. Yaa..Ardi memilih cafe widji yang tak jauh dari rumah Eva. Karena Teman teman Nisha yang juga ikut andil dalam rencananya. Setelah selesai menjelaskan itu semua, Ardi izin sebentar untuk melihat Nisha dikamarnya. Motor kendi dilanjutkan sementara oleh Dono, Kendi pun membantu sebisanya.


Ardi berjalan menaiki tangga kelantai atas. Saat dujung tangga lantai dua, Dia sudah melihat Nisha yang terbaring diatas kasurnya dengan kipas yang hidup memberikan angin dalam ruangan luas itu. Ardi berjalan mendekati Nisha yang tertidur pulas. Duduk dipinghir kasur memandang wajah Nisha yang terlihat damai dan manis saat tidur. Menyibakkan rambut yang menutupi wajahnya kebelakang kupingnya, Dan mengusap lembut pipinya. Nisha sama sekali tak terganggu tidurnya dengan sentuhan tangan Ardi itu. Ardi pun mencium kening Nisha lembut.


Pules banget sih tidurnya! Sampai dicium aja gak gerak.Dasar kebo! gumam Ardi sambil tersenyum dan mengelengkan kepalanya. Bangkit dari duduknya meninggalkan Nisha disana, kembali turun kebengkel. Dan Nisha benar benar tertidur pulas tanpa tau apa apa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**JANGAN LUPA UNTUK VOTE YA🤗


Like dan komennya juga

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca


Mohon dukungannya🤗😘**


__ADS_2