
aku mohon jangan jalan jalan terus dipikiranku
duduk yang manis dihatiku saja.
* * * * *
Masih dalam apartemen mikik Ardi. Setelah selesai melakukan drama romantis karena cemilan, mereka masih asik menyelasikan tontonan kedua mereka berdua. Kini pun sudah berubah posisi dengan kesukaan Ardi, kepala Ardi yang diletakkan diatas kedua paha Nisha yang masih duduk dikarpet dengan badan sofa sebagai sandaran punggungnya.
Tangan Nisha sesekali membelai rambut kepala Ardi. Matanya pun sesekali menatap wajah dibawah itu dengan sedikit senyuman telukis diwajah Nisha. Mata Ardi pun masih tertuju pada layar besar yang menempel didinding atas.
" gak nyangka ya kak, kita udah jalan berdua sejauh ini. Dua tahun..." ucap Nisha lirih dengan tangan terus mengusap rambut Ardi.
Ardi memutar kepalanya menatap mata diatas wajahnya. Mata mereka saling memandang dalam diam sejenak.
" kenapa dulu kak Ardi mau sama Nisha? "
Entah kenapa mulut Nisha bisa bertanya seperti itu.
" aku juga gak tau! Kamu pake pelet kali ya sama aku. Biar aku suka kamu. " jawab Ardi asal yang membuat Nisha jadi mengerutkan keningnya dan bibirnya yang menebal.
" pelet gini...lwweeww " timpal Nisha dengan menjulurkan lidahnya keluar sembari mengerutkan hidungnya. Tak ayal membuat Ardi tertawa.
" kamu sendiri kenapa bisa mau sama aku dulu, padahal aku mantan temen kamu sendiri? " tanya balik Ardi.
Nisha memutar bola matanya keatas dan kesembarang arah. Lalu menggeleng.
" gak tau juga! " jawab Nisha jujur.
" tapi kamu cinta gak sih sama aku? " tanya lagi Ardi
" cinta??? Emang cinta itu apa sih kak? Aku gak tau? "
Ardi mengangkat kepalanya dari paha Nisha, duduk tegap menghadap Nisha kini.
" terus, perasaan kamu ke aku selama dua tahun ini apa? "
" sayang " jawab Nisha lantang.
" aku selama ini sayang sama kak Ardi " lanjutnya yang membuat Ardi menyautkan alisnya.
" jadi bukan cinta? "
" aku gak tau cinta itu apa kak! Yang aku tau, aku sayang sama kak Ardi. Emang kak Ardi cinta sama Nisha? " tanya Nisha sambil menaikan kedua alisnya.
" aku cinta kamu Nisha " ucap Ardi lirih sambil menangkup kedua pipi Nisha.
" uweekkk! "
" tuh kan! Kamu kalau aku bilang cinta gitu selalu aja pura pura muntah! " serunya melipat kedua tangan didada.
" kak...cinta itu bisa hilang kapan aja. Dulu kak Ardi bilang cinta mati sama Imel, terus sama Maya juga pernah. Sekarang bilang cinta sama Nisha, bisa jadi nanti juga bisa CINTA sama yang lain juga. Rasa cinta itu cuma ada saat kita sama dia aja. Kalau udah pisah, udah gak cinta? Ya kan? " tutur Nisha. Ardi pun hanya terdiam menatap manik coklat milik Nisha.
" Nisha gak butuh cinta itu! Apa lagi kata kata cinta. Yang Nisha tau itu, CINTA itu ada cuma antara mahluk dan Tuhannya. Yang gak bakal hilang sampai kapan pun. Sedangkan hati Nisha ke Kak Ardi itu sayang, sayang banget. Sayang yang bakak hilang sampai kapan pun, walau jika kita gak bérjodoh pun nanti, tapi rasa sayang itu tetep ada. " lanjut Nisha.
Ardi membulatkan matanya, lalu mangut mangut. " jadi sekarang aku bilang, aku sayang....sayang banget sama kamu, Khanisha " ucapnya mencubit pelan pipi Nisha. Nisha mengerutkan hidungnya menahan rasa bahagia dihatinya saat ini.
" jadi....jangan ngomong cinta sama Nisha, Nisha gak butuh CINTA. Nisha butuhnya duit. Hahaha " tambahnya lagi sambil tertawa lepas.
" dasar cewek! Matre juga kamu? " ucapnya sambil tersenyum memperhatikan wajah Nisha.
" gak ada cewek yang gak matre kak! Semua orang juga butuh duit, bukan cinta aja! Kalau kata Ibu, nanti berumah tangga cuma modal cinta doang? kalau udah susah, makan tuh cinta! Hahaha. "
" jadi kamu nyari suami yang banyak duitnya, bukan rasa cintanya? " tanya Ardi.
" kalau bisa, yang sayang Nisha dan banyak duit juga lah. Makanya kak Ardi kumpulin banyak duit dari sekarang buat Nisha nanti, yaa? "
" InsyaAllah. Doain aja " ucap Ardi lirih mengenggam tangan Nisha lalu mencium punggungnya. Sungguh manis.
" kamu gak usah pulang ya, tidur aja disini! " pinta Ardi.
__ADS_1
Nisha mengerutkan keningnya, " mau ngapain? " tanyanya wasdapa.
" temenin aku disini. Besok kayaknya aku gak bisa sama kamu. Ada janji diluar jam kerja sama klien kantor. Jadi ganti malam ini aja biat hari besok. Lagian beberapa minggu kedepan, mungkin bakal jarang bisa jemput kamu dikampus buat ketemu. Kerjaan aku lagi banyak! "
" mau kan, malam ini tidur disini? " tanya Ardi yang mengisyaratkan juga permintaan.
" gak mau ahk! Gak boleh tau kak. Belum muhrim!. Lagian juga ibu sama papa gak bakal bolehin aku nginap disini! " tutur Nisha.
" ya jangan bilang kamu nginap ditempat aku, bilang aja nginep dirumah Eva atau Dian gitu! "
Nisha memicingkan matanya sambil menggelengkan keras kepalanya.
" gak mau! Nanti kak Ardi khilaf lagi atau macam macam sama Nisha disini. "
" gak Sha. Aku gak bakal macam macam kok! Palingan tiga macam aja! Aww "
Tutur Ardi diakhiri aksi meringis karena cubitan keras dipinggangnya.
" gak! Udah anterin aku pulang sekarang aja! "
Bahu Nisha tertekan oleh kedua tangan Ardi saat Nisha hendak berdiri dari duduknya.
" ayoolah! Aku masih kangen tau sama kamu. Apalagi kita bakal ketemu malam minggu depan lagi. Besok kita gak bisa ketemu. Emang kamu gak kangen apa sama aku? " tutur Ardi dengan wajah memelas.
Nisha menatap lekat wajah Ardi. Ya memang, Nisha juga kangen dengan cowok didepannya ini. Tapi jika harus tidur bersama juga, dia tidak mau. Takut jika mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka berdua.
" gak usah takut, aku gak bakal ngelakuin macam macam kok, Sha! " jelas Ardi saat melihat keraguan diwajah Nisha.
Dengan berat hati sebenernya, " ya udah! Aku hubungin Ibu dulu " ucap Nisha.
Segera Nisha menghubungi Ibu Uni, sedikit berbohong dan meminta izin untuk menginap dirumah Dian dengan alasan menemani Dian yang sendirian dirumahnya. Dan beruntungnya ibu dan papa mengizinkannya asal bisa menjaga dirinya baik baik.
Dengan bernapas lega Nisha menutup panggilan telponnya dengan orang tuannya.
" udah. Puas! " ucap Nisha yang melihat wajah berseri Ardi.
" belom. Aku belum puas! "
" iyaa " jawabnya singkat dengan sedikit kekehan.
Ardi pun mengambil sebuah selimut tebal atau biasa disebut bedcavor untuk alas tidur mereka didepan ruang tivi. Juga satu selimut lagi untuk mereka. Nisha dan Ardi masih menyaksikan tontonan mereka sambil bermain ponsel masing masing. Kini Nisha yang tiduran dengan bantal paha Ardi.
" kak, tumben hari minggu kak Ardi kerja? Biasanya kan kantor minggu libur? " tanya Nisha penasaran.
" iya. Besok aku harus ke kota C, mau liat pabrik disana. Kan pabrik disana liburnya gak nentu harinya buat para buruhnya." Nisha hanya mangut mangut menanggapi ucapan Ardi itu.
" sama siapa besok perginya? "
" sama rekan kerja, empat orang. Aku kasih tau kamu siapa aja juga, kamu gak kenal mereka. Eh, tapi ada satu yang kamu kenal " tutur Ardi.
" siapa? "
" temen aku yang minggu lalu ketemuan sama kita, Sesil. Temen sekolah aku dulu. "
" kok bisa? " tanya Nisha yang masih asik memainkan game diponselnya.
" iya, dia sekertaris dari rekan bisnis perusahaan aku. Karena itu juga aku baru ketemu dia saat itu setelah lulus sekolah "
" Sesil itu pernah jadi pacar kak Ardi ya? "
" gak. Gak pernah! Tapi hampir. " jelas singkat Ardi.
" kok hampir? " tanya Nisha dengan sedikit melirik ke Ardi yang juga memainkan tangannya disebuah tablet ditangannya.
" ya hampir mau pacaran dulu, tapi aku lebih milih Maya waktu dulu."
" pasti sakit hati Sesil " ucap Nisha mencoba menerka perasaan Sesil dalam keadaan seperti itu. " apa mungkin dia masih suka sama kakak saat ini? Aku liat, kayaknya waktu itu dia ngeliatin kak Ardi gimana gitu tatapannya. Ngeliat ke aku aja kayak gak suka! "
" mungkin kali " jawab Ardi sambil mengangkat kedua bahunya. " tapi aku gak terlalu mikirin itu. Dan kamu jangan cemburu ya kalau aku deket sama dia saat ini, karena kita terjalin ikatan kerja sama dalam kerja. "
__ADS_1
" siapa juga yang cemburuan! Aku gak cemburuan kayak kak Ardi ya. " jelas Nisha. Ardi hanya senyum kecil menanggapi itu.
" kak..."
" hmm "
" kenapa? Kok diem "
Nisha terdiam sejenak. Ada yang ingin dia ungkapkan sejak lama, tapi ragu apa harus dia utarakan saat ini ya tentang hatinya.
Ardi meletakkan tablet miliknya diatas dudukan sofa dibelakangnya. Menatap wajah Nisha yang terlihat keraguannya.
" mau ngomong apa sih? "
" eemm...tapi kak Ardi jangan marah ya? "
" apaan emangnya? "
" Nisha mau curhat dikit sama kak Ar, tapi jangan disalah artikan ya? " Ardi mengerutkan keningnya, tak lama dia pun mengangguk.
" ini kisah hati Nisha saat sekolah dulu. Kalau orang bilang cinta monyet, atau juga bisa dibilang cinta pertama "
" kamu bilang gak tau cinta tadi, sekarang malah ngomongin cinta pertama segala! " cibir Ardi. Nisha memajukan kedua bibirnya.
" emanganya kak Ardi gak punya cinta pertama? "
" ada! Bisa dibilang, mungkin sama Maya. Yang lainnya sebelum Maya, biasa aja, gak ada rasa apa apa. Emang kamu punya juga cinta pertama juga? " tanyanya penasaran sambil membelai rambut Nisha dan anggukan kepalanya.
" mending kak Ardi mah bisa jalan bareng sama Maya waktu itu " ucap Nisha merasa iri, " kalau aku cuma bertepuk sebelah tangan, bahkan cowok yang aku suka itu jadian sama temen deket aku sendiri "
" hahaha...kasian amat sih! " ucap Ardi mentertawakan Nisha sambil mencubit kedua pipinya. Nisha menepis tangan Ardu dan mengusap pipinya itu.
" kamu gak cemburu sama temen kamu itu? " Nisha menggeleng. " gak. Cuma rasanya nyesek sedikit kak, apalagi saat temen aku itu dapat kado ultah dari cowok itu sebuah boneka "
" sama aja itu mah! Tapi rasanya kamu itu jarang keliatan cemburu sama aku? " pikir Ardi
" kan aku bilang, aku tuh gak cemburuan. Walau ada rasa cemburu dan kesel saat liat kak Ar sama cewek lain. Nisha masih bisa neken rasa itu, gak kayak kak Ardi yang langsung emosian! " timpal Nisha.
" aku cemburu karena aku sayang kamu, Sha "
" gak cemburuan bukan berarti gak sayang juga kak "
" iya. Terus gimana itu cerita cinta pertama kamu? Kamu mau bilang sama aku sekarang, kalau kamu masih ada rasa sma dia gitu! " tebak Ardi
Nisha bangkit dari posisinya, " kok kak Ardi tau? " Ardi hanya tersenyum menatap Nisha.
" aku tau kamu, Sha. Dari ekpresi wajah kamu sejak tadi awal cerita aku udah bisa nebak! " Nisha tertunduk atas ucapan Ardu itu. Dia merasa sedikit malu, seperti ketahuan telah selingkuh.
" kak Ar, jangan marah ya jika rasa itu masih ada dihati aku buat dia sampai sat ini. Tapi jujur, aku lebih sayang sama kak Ardi saat ini. Itu cuma rasa suka biasa aja sama dia dulu, walau masih keikut sampai sekarang " ucapnya lirih sambil menundukkan kepalanya.
" aku seneng kamu mau jujur sama aku soal ini. Gantengan mana aku sama dia? " Nisha mengangkat kepalanya menyautkan alisnya menatap Ardi. Lalu tersenyum.
" ya 11 12 lah! " ucapnya jujur yang membuat Ardi menekuk wajahnya.
" kalau suatu saat kamu ketemu dia, kamu mau gimana? "
" gak tau juga " jawab Nisha singkat.
" andai nanti ketemu dia, terus dia ternyata juga suka kamu, gimana? Kamu bakal ninggalin aku? " tanya Ardi dengan wajah serius. Nisha menatap lekat mata Ardi, lalu tersenyum dan menyentuh pipi Ardi.
" ya gak lah kak! Perasaan aku itu cuma rasa suka aja, bahkan dulu hampir semua cewek dikelas suka sama dia. Rasa ini mungkin cuma rasa kagum dan cinta monyet aja, gak lebih. Jika aku ketemu dia pun nanti, gak ada niat juga buat ninggalin kamu." Tutur Nisha tanpa ragu.
" aku percaya kok sama kamu. Aku salut juga kamu mau jujur soal kayak ginian sama aku! " timpal Ardi menyentuh tangan Nisha yang menempel dipipinya.
" aku juga gak tau kenapa, cuma pengen kamu tau aja tentang isi hati aku yang satu ini. "
Mereka berdua tidak tau, bahwa Tuhan dapat dengan mudah membolak balikan hati setiap manusia. Ya gak!
TBC
__ADS_1
LIKE, KOMEN DAN VOTE YA🤗😘