Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 8


__ADS_3

Nisha memulai aktifitas kembali seperti biasa. Handphone yang biasanya sepi atau hanya di gunakan Nisha untuk bermain game, kini lebih sering berbunyi notifikasi sms.terkadang juga ada telpon dimalam hari.


Sudah hampir tiga minggu dari perkenalannya dengan Ardi di handphone. Lelaki itu sering menghubungi Nisha, bertukar cerita, ngobrol yang ga penting, atau basa basi dan bahkan CURHAT tentang hubungannya dengan Imel yang berstatus pacar Ardi.


Jam makan siang di sekolah.


"heeii...mau pada turun kekantin gak?" tanya Lia kepada tiga temannya yang masih asik duduk di kelas setelah bel istirahat siang berbunyi tadi


" gak ahk...gw mau tidur jaa di kelas.ngantuk!" Eva langsung meletakkan kepalanya di atas meja beralaskan tas dan kedua tangannya yang di lipat .


" gw sholat di kelas aja ahk. pengen tidur juga ntar bis sholat" ikut Nisha sudah dengan posisi seperti Eva.


" lo Ian??" tanya Lia pada Dian yang sedang mengeluarkan mukenanya dalam dari dalam tas.


" gw mau ke mesjid aja bareng anak anak yang lain?" jawab dian


" gw ikut deh" Lia sudah berdiri ikut jalan keluar kelas bersama Dian dan yang lainnya.


Setelah tidur bentar dan selesai sholat di dalam kelas. Nisha membereskan mukenanya dan memasukkan nya ke kolong meja. Sedangkan Eva masih tertidur pulas seperti posisi awal. Eva tidak ikut sholat karna dia sedang PMS, saat tadi Nisha mengajak nya.


Nisha duduk si kursinya, mengambil hp di dalam tasnya dan membuka sms yang ia terima dan membalasnya.


πŸ“₯ siang Khani...lagi istirahat yaa?


πŸ“€ tau pake nanya...basiii!!


Balas Nisha sambil memakan jajanan ringan yang ia beli di UKM sekolah di koridor lantai 2 saat ia ke kamar mandi untuk wudhu. Tak lama, bunyi sms balasannya.


πŸ“₯ yaa makanya gw tanya biar anget kali!😊😊


πŸ“€ πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’


πŸ“₯ cewek gw lagi ngapain Ni??


πŸ“€ heran deh sama nih orang!! lo punya nomornya kenapa nanya ke gw mulu sih??😞😞


πŸ“₯ ga tau dah!! takut klw gw sms dia, dia gak bales. sakitnya tuh disini.πŸ™πŸ™πŸ’”


πŸ“€ aΓ uuu ahhkkk. Dah mau masuk nih


byeeπŸ–


πŸ“₯ jika saja kau tahu, bagaimana aku memikirkan kamu....

__ADS_1


disaat engkau tidak berada disini bersamaku


aku tersenyum lebih luas di bandingakan dengan laus angkasa


karna aku mencintai dirimu tanpa batas❀❀


Nisha tersenyum lebar membaca puisi yang di kirim Ardi padanya.walau sebenarnya Nisha tau, sms itu bukan di tujukan kepadanya. tapi luapan hati Ardi kepada Imel yang tak bisa di sampaikan. Imel terlalu cuek sebagai pacar Ardi. Tiap Ardi sms basa basi ke Imel, tapi tak pernah di balas.sehingga Ardi tak pernah lagi mengirimi sms, kecuali saat mau mengajaknya jalan saja. saat tau


Khani ( atau Nisha sebenarnya ) teman sekelas Imel. Ardi lebih sering sms dengan Nisha. bahkan mengirimi Nisha kata kata puisi buatannya.


braakkk


"woooyyy...senyum senyum sendiri aja! belajar gila lo?" tegur Lia yang baru sampai ke kelas bersama Dian, sambil memukul meja dan membuat Nisha kaget.


" apaan sih Li, bikin kaget aja ahhhkkkk!!" seru Nisha sambil mendekap kedua tangannya yang masih memegang benda pipih itu di dadanya. Lia sendiri sudah duduk miring menghadap Nisha.


Dian yang melihat dua temannya itu hanya senyum saja.


" Vaa...bangun.bentar lagi masuk!" tegur Dian sambil menggoyangkan tubuh Eva.


" mang ada apaan sih tuh di hp, bikin lo senyum sendiri, Sha?" tambah Dian yang sudah duduk dan Eva sudah bangun sambil mengusap mukanya dengan kedua tangannya.


Lia replek mengambil hp yang di pegang Nisha.


" heehhh...Li balikin aahhkk!" Nisha berusaha merebut hp nya dari tangan Lia, tapi gagal karna tubuh Lia lebih besar dan tinggi dari Nisha.


" sssssttttt...." seru Nisha


" coba liat..." pinta Dian dan menerima hp itu dari Lia. " klw ga mau ketauan makanya diem...duduk" suruh Dian yang sudah memegang kendali.


" apaan sih...pada ribut?" tanya Eva yang baru sadar dan selesai mengelap mukanya dengan tisu basah. lalu ikut melihat hp yang di pegang Dian.


Nisha hanya duduk miring berhadapan dengan Lia dan melihat dua teman yang duduk di kursi belakangnya sambil menggigit bibir bawahnya dan memijat pelipisnya dengan satu tangan bertumpu pada meja.


" ciiieee...yang dikirim puisi" goda Lia sambil mengelitik dikit pinggang Nisha dengan ujung jarinya.


" apan sih aahhkk!!" memukul tangan Lia


" siapa SECRET, sha?" tanya Eva penasaran


SECRET itu nama kontak untuk Ardi. karna takut ada yang tau dia menyimpan nomor Ardi. jadi Nisha mengganti namanya.


" cowok lo yaa?" tanya Dian juga.

__ADS_1


" bukkaaaannn...bukan siapa siapa. Cuma kenalan doang!" jelas Nisha


" bohong lo...klw kenalan ngapa ngirim puisi gtu!" selidik Eva


" lo mau belajar bohong sama kita ya Sha??" tambah Lia yang sudah menatap tajam Nisha


" klw lo gak jujur, nih hp kaga gw balikin" ancam Dian dengan mata.


Nisha hanya mengusap tengkuk lehernya sambil tersenyum terpaksa.


" iiiaaa...iaaa...gw cerita. Tapi balikin dulu hp gw" pinta Nisha sambil mengulurkan tangannya di depan Dian. dan Dian pun memberikannya.


" sekarang ngomong, buruan! ntar keburu bel masuk." tegas Lia memandang Nisha di ikuti juga oleh mata Eva dan Dian.


"hhhuuuuhhhfff..." Nisha menghela napas panjang. memajukan kepalanya kedepan sedikit dan mengajak teman temannya mengikuti seperti dia dangan lambaian kecil tangannya.


" secret itu...Ardi. cowok nya...Imelda " tutur Nisha pelan pelan agar tak ada yang dengar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


jangan lupa untuk πŸ–’ nya yaa dan 🌟 rate nya setelah selelsai baca.


❀ juga boleh untuk up selanjutnya.

__ADS_1


komen berupa kritik dan saran sangat saya butuhkan jika readers berkenan.


terima kasih sudah membacaπŸ€—πŸ€—


__ADS_2