Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 16


__ADS_3

Setelah kejadian tadi pagi, Nisha yang biasa pulang bareng Imel, Arin dan Iren. Hari ini memilih pulang sendiri. Didalam angkot dia hanya memandang jalanan lewat jendela mobil dengan tatapan kosong.


" salammualaikum..." Sapa Nisha yang sudah di depan pintu rumahnya.


" Walaikum salam..." Jawab Yuni yang ada di ruang depan menonton tv sendiri sambil bermain hpnya. Nisha Membuka sepatunya diteras.


" Lemes banget kak? Kenapa? sakit?" Tanya Yuni yang melihat Nisha berjalan lemas masuk menuju dapur mengambil air minum di kulkas dan menuang ke gelas lalu meneguknya sampai habis.


" Gak kok...cuma capek aja " meletakkan gelas kembali di meja dan membuka lemari makanan melihatnya lalu menutupnya kembali.


Berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. cekreekk


Membuka pintu kamarnya, melempar tasnya ke sisi samping lemari baju, lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur dengan posisi tengkurap, menarik bantal dan menenggelamkan wajahnya diatas bantal dengan tangan melipat diujung kepala.


" Kenapa hati gw yang sakit yaa saat Imel bilang bakal ninggalin Ardi....kenapa dada gw jadi sesek sih!!" Gumam Nisha dihatinya


Dia teringat kata kata Ardi yang sering mengatakan kalau dia benar benar sayang pada Imel walau sikap Imel yang terkesan cuek padanya dan sangat jarang jalan berdua. Tapi Ardi benar tulus pada Imel. Nisha merasa Imel sangat beruntung mendapat Ardi tapi kenapa Imel tidak menyadarinya.


Entah mengapa Nisha sangat senang setiap mendengar curhatan Ardi selama ini. Dia sangat mengaguminya. Yang tanpa Nisha sadar rasa kagum itu sudah berubah menjadi rasa sayang. Rasa yang tumbuh tanpa melihat wujud nyata Ardi.


" Bagaimana perasaa Ardi nanti yaa?? pasti dia terluka banget. Nanti dia bakal ngomong paan ke gw saat dia tau kalau Imel ninggalin dia karena baca Smsnya yang gw simpen ! "


" Aaaarrgghhhh...." Teriak Nisha dalam hati dan menutup kepalanya dengan bantal. Sampai tanpa sadar dia pun memejamkan matanya dan terlelap.


*******


Sudah tiga hari berlalu. Nisha menjalankan aktifitasnya seperti biasa. Walau sebenarnya hatinya masih merasa gelisah memikirkan sebenarnya apa yang terjadi antara Imel dan Ardi selama dua hari itu. Imel dan temannya pun yang lain bersikap seperti biasa lagi, seperti yang tidak terjadi sesuatu. Nisha pun berusaha bersikap senetral mungkin menutupi rasa penasarannya. Begitu juga kepada Eva, Lia dan Dian.


Dan sejak hari itu juga Ardi tidak menghubungi Nisha. Tidak sms atau telpon.


Tiap Nisha memainkan hpnya, dan berhenti di kontak dengan nama SECRET, dia ingin sekali menghubungi Lelaki itu, menanyakan apa kabarnya? Bagaimana keadaannya? Tapi dia urungkan. Dia selalu teringat pesan ketiga temannya saat itu.


' Sha, jangan ngehubungin Ardi duluan ya! '


' kenapa emangnya ? '


' pokoknya jangan!.... '


' Sampe urusan mereka berdua selesai, jangan hubungi dia. '


' tunggu...biar dia sendiri hubungin lo. Ngerti!!'


" Kenapa lo ga telpon gw sih, Ar? Apa lo baik baik aja disana ? " Gumam Nisha dalam hati saat terus saja memandang benda pipih perseginya yang tergeletak di antara buku pelajaran yang sedang dia kerjakan di dalam kamarnya.


song anji - menunggumu


Sekejap Nisha meraih hpnya yang berdering. Begitu terkejutnya dia melihat layar datar yang ada digenggaman tangannya.


" Hallo...." Sapa Nisha dengan semangat dan senyum mengembang.


" Hai...." Suara Ardi terdengar sedikit lemas dan berat si telinga Nisha.

__ADS_1


" Eehhhm.....lo gak apa apa? " Tanyanya sedikit ragu " Kok kedengetan kayak lagi sakit? "


" Hhmmm...iya. Gw lagi sakit, Gak enak badan aja dah dua hari.." Jelas Ardi yang sedang tiduran di kamarnya.


" Maa...aaàfff, Ar " Ucap Nisha menundukkan kepala. " Ini seemua...karena salah gw ! "


" Kok salah lo? Emangnya apa salah lo ? " Tanya Ardi yang tidak mengerti atas ucapan Nisha.


" Semua salah gw...Klw aja gw ngehapus semua sms lo di hp. Imel gak bakal baca itu dan Imel gak bakal..."


" Gw gak kenapa napa , Ni !" ucap Ardi memotong ucapan Nisha


" Dan itu juga bukan karena salah lo, Khani ! Emang udah jalannya begini kali yaa..." ucap Ardi sambil tertawa kecil.


Nisha mendengar tawa Ardi terdapat sebuah rasa tawa kekecewaan dan kesedihan.


" Arr...."


" Gw baik baik aja Khani ! Tapi....Hati gw emang sakit, Ni ! " ucap Ardi sambil memejamkan matanya dan meremas baju didadanya.


" Maaf, Arr..."


****


flassback


Sehari setelah Imel membaca sms di hp Nisha.


Melihat seorang cowok yang sedang berkutik dengan sebuah motor. Cowok yang sudah hampir tiga bulan ini berstatus pacarnya. Walau jarang sekali menghabiskan waktu berdua dengan cowok tersebut. Cowok yang selama ini perhatian tapi dianggap cuek olehnya.


Awalnya, saat membaca sms di hp Nisha yang lalu, hatinya sedikit bergetar cemburu tak tersadarkan. Dan saat Nisha berkata tentang semua masalah sms itu yang sebenarnya untuknya dan tentang hubungannya dengan Ardi tanpa komunikasi yang baik. Hatinya merasa ada guncangan besar saat itu. Hati yang sudah mulai mau menerima hubungannya dengan Ardi, hatinya yang sudah mulai ada sedikit rasa, tapi sekarang dia menjadi ragu setelah peristiwa itu.


" Kenapa harus temen gw? Kenapa harus sama Nisha, Ar?? " ucapnya lirih dengan pandangan masih pada tertuju kebengkel Ardi.


" Tapi, emang salah gw dah bohongin perasaan lo ! "


Berjalan menuju meja belajar, mengambil benda pipih persegi miliknya. Lalu kembali berdiri didepan jendala tadi sambil memainkan jemarinya di benda layar datar ditangannya.


📤 Bisa ketemu gak nanti malam


Matanya mengarah ke luar jendela.


Triinggg


📥 Bisa kok !! Mau jam berapa?


📤 Jam 7.30 yaa, Aku tunggu di taman komplek dalam


📥 Gak bareng aja dari tempat biasa??


📤 Gak usah. Aku dianter aja sama Dewi nanti

__ADS_1


📥 Oohh... Ya udah.


Matanya masih tertuju keluar jendela, kebengkel dimana Ardi yang duduk sambil memegang hpnya.


Ckreekkk


Pintu kamar dibuka oleh Dewi yang baru masuk. Imel berjalan kemeja belajarnya lagi meletakkan benda pipih perseginya.


" Dew, nanti malam anterin gw ya? " Tanya Imel yang duduk dikursi belajarnya pada Dewi yang sudah duduk bersender dikasur.


" Anterin kemana? " Tanyanya yang asik menatap permainan dengan hpnya.


" Mau ketemu Ardi, di taman komplek. Yaa?? " Dewi melirik kakaknya sekilas lalu kembali lagi menatap hpnya.


" Kenapa gak bareng sama dia aja? "


" Gak bisa! Cuma bentar kok, Wi " ucap Imel memohon sambil menyatukan kedua telapak tangannya.


" Yaahhh..." menganggukan kepalanya berkali kali saat Dewi menatapnya.


" Iyaa..."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Jangan lupa ya untuk 👍 dan rate 🌟 5 nya


❤ nya juga boleh untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran juga bisa jika readers berkenan

__ADS_1


Terima kasih ya sudah membaca🤗😘


__ADS_2