
Lihat aku disini
Kau buat aku menangis
Ku ingin menyerah
Tapi tak menyerah
Mencoba lupakan
Tapi ku bertahan
Karena
Kau pemilik hatiku
* * * * *
Dihari yang sama setelah rencana Yani dan Imel serta teman temannya yang membuat Ardi mengakui semua perasaannya. Nisha lebih banyak terdiam dikamar duduk bersandar dipunggung kasur sambil mendengarkan musih diHpnya memakai headset dikedua kupingnya. Tidak ada sms atau telpon dari Ardi. Sepi dari dering notifikasi, hanya alunan musik Mp3 yang didengarnya.
Kenapa dia ngehubungin gw sih. Kenapa dia gak ngasih penjelasan apa yang terjadi tadi.
Eehhh...iya dia kan gak tau kalau gw tadi disana. Nanti gw harus gimana kalau ketemu dia?? Atau sekarang dia lagi sama Imel ????
Haruskah gw pisah sama Kak Ardi ??
Tapi gw masih sayang sama dia...Tapi diaa....
Air matanya jatuh begitu saja dipipi, walau dikupingnya terdengar suara lagu, tapi pikirannya tetap saja tertuju pada masalahnya dengan Ardi dan Imel. Dia memejamkan matanya, mencoba menikmati alunan musik.
* * *
Malam ini Ardi menutup bengkelnya lebih cepat, bahkan Dono disuruh pulang kerumahnya yang biasanya dia terkadang ikut tidur diruko menemani Ardi. Ardi merasa akan ada sesuatu yang terjadi nantinya setelah telpon Yani tadi siang. Sepertinya yang diharapkannya selama ini akan terjadi.
Setelah membereskan luar bengkel, Ardi kemudian memberekan bagian bengkel yang sidalam.
Sedagkan itu, Imel yang melihat dari jendela rumahnya melihat Ardi yang sedang memberekan bengkelnya.
" Kayaknya dia udah mau tutup bengkelnya ?"
Beruntungnya malam ini, ayah dan ibu Imel sedang tak dirumah. Mereka berada dirumah makan milik mereka yang lumayan jauh dari sini. Dirumahnya hanya ada dua adiknya dan satu keponakannya. Sehingga dia bisa bebas kemana saja atau menemui cowok dibengkel itu. Karena Kedua orang tua Imel memang tidak menyukai Ardi, karena memandang Ardi hanya anak dari kampung kejakarta bekerja sebagai buruh bengkel kecil saja. Yang tidak pantas mendekati Imel anak mereka. Dan melarang Imel dekat dengan Ardi. Dulu pun saat Ardi menjalin hubungan dengan Imel, mereka sembunyi sembunyi dari orang tua Imel.
Dulu Imel memang tidak memiliki rasa pada Ardi, tapi saat ini rasa itu muncul disaat Ardi tak lagi bersamanya melainkan bersama temannya. Imel menjadi tidak rella.
" Sekarang gw mau lo balik sama gw." Berjalan keluar rumah menuju bengkel Ardi. Digenggamnya Hp miliknya.
" Gw mau lo yang ninggalin dia, Sha !" memainkan layar datar benda pipih ditangannya sebelum dia menyebrang jalan. Tertulis nama kontak Khanisha, lalu Imel melakukan panggilan vicall saat sudah berada disamping bengkel Ardi. Dipegangnya Hp miliknya dengan mengarahkan kamera belakangnya diatas genggamannya. Menunjukkan yang akan terjadi.
Saat panggilan itu diterima, Imel berjalan ke arah bengkel, Ke arah Ardi yang ada didalam.
Nisha yang saat itu sedang tiduran dengan masih kupingnya terpasang headset mendengarkan musik. Tersentak saat ada panggilan masuk. Nisha berfikir itu Ardi, Tapi saat melihat nama yang terpampang jelas dilayar benda pipihnya. Dia terkejut, memiringkan kepalanya dengan menyautkan alisnya.
" Imel...mau apa dia vidio call gw ?"
Tanpa berpikir panjang dia menyentuh tombol hijau dilayar tersebut. Dan keluarlah gambar dilayar tersebut. Posisi gambar yang terbalik karena kamera mengarah dari bawah.
" Kok gambarnya gini sih!! Terbalik.." gumam Nisha. Tapi Nisha terus memperhatikan gambar vidio yang sepertinya Imel sedang berjalan kesuatu tempat yang tak asing.
" Ituu kan...bengkel Kak Ardi " Melihat seorang cowok yang sedang membereskan peralatan bengkel dalam vicall tersebut.
__ADS_1
" Apa yang mau dia tunjukkin ke gw?" Gumam Nisha.
Imel terus berjalan mendekati Ardi didalam dengan masih menggenggam Hp miliknya yang tersambung Vicall dengan Nisha.
" Hay...Ardi " Panggilnya mengagetkan Ardi yang sedang berjongkok.
" Imel... " ucapnya sambil berdiri lalu mengelap tangannya yang sedikit kotor dengan kain bersih yang ada didekatnya.
" Ada apa ? Tumben nyamper kesini? Ada perlu sama Aku?"
" Iaa...Ada yang mau gw omongin.Hhmmm... Soal telpon dari Yani yang tadi siang "
Degg
Nisha yang diujung telpon membulatkan matanya mendengar ucapan Imel. Masih terus menatap layar Hpnya. Sedangkan Ardi hanya berekspresi biasa saja.
Sayangnya wajah Imel dan Ardi tidak begitu terlihat jelas dilayar Hp Nisha karena terlihat dari bawah.
" Maksud nya?" Tanya Ardi menyautkan alisnya.
" Yani cerita semua ke gw soal dia telpon lo tadi " Wajah Ardi masih terlihat biasa saja. Tak terkejut.
" Oohh... Jadi dia cerita ke lo juga akhirnya !" Berjalan mendekati Imel.
" Kamu beneran masih sayang sama aku ?" Tanya Imel. Ardi tersenyum puas. Nisha yang menontonnya, jantungnya semakin berdebar kencang.
" Iyaa. Aku emang masih sayang sama kamu Mel " Ucapannya penuh kepastian membuat Imel tersenyum penuh kemenangan. Berharap Nisha yang mendengarnya jelas.
" Aku juga sayang kamu Ardi "
" Mau kan kita jalan lagi kayak dulu ?" Tanya Imel melangkah maju semakin mendekatkan dirinya pada Ardi. Ardi hanya Tersenyum manis. Imel mengangkat satu tangannya kepundak Ardi dan tangan satunya yang memegang Hp ditempelkan di bahu tangan Ardi. Mengarahkan kamera menghadap wajah Imel yang semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Ardi. Ingin menempelkan bibirnya menyentuh bibir Ardi.
Gw harus iklas ngelepasin lo. Jika emang lo milih balik sama Imel, gw iklas Kak Ar. Ini semua salah gw. Salah gw yang dulu ngajak lo ngejalanin hubungan ini. Gw tau lo masih sayang sama Imel. Tapi gw juga sayang sama lo, Bahkan rasa itu ada sebelum kita bertemu muka. Dan ini semua salah gw...Gw sadar gw cuma pelarian lo aja selama ini.
Hati gw sakit....Gw harus gimana. Gw gak mau pisah sama lo Kak Ar...
Disaat Imel semakin mendekatkan bibirnya, Ardi tersenyum sinis. Dia langsung memundurkan tubuhnya menjauh dari Imel dan menepiskan tangan Imel dari bahunya. Imel terkejut dan tubuhnya goyah kerena sentakan tangan Ardi. Imel reflek melihat layar Hp digenggaman tangannya. Dia bersyukur layar Hpnya telah mati, Itu berarti Nisha telah memutuskan sambungan Vidionya. Lalu menatap kembali Ardi yang menjauhinya. Dan mengerutkan dahinya.
" Hahh...Sekarang gw gak nyangka yaa, lo bisa ngelakuin itu. Gw pikir lo masih polos kaya dulu. " Ucap Ardi sinis memandang Imel yang masih terdiam tak mengerti kata kata yang didengarnya.
" Bukannya kamu sayang sama aku, Aku cuma mau nunjukin kalau aku juga sayang kamu, apa itu salah? Kalau aku cium kamu duluan. " Ardi tertawa kecil sambil menggeleng. Imel semakin mengerutka dahinya.
" Apa karena lo selalu deket sama Eric kali ya, pikiran lo jadi kaya gitu!" Imel semakin tak mengerti ucapan Ardi.
" Aku gak ada hubungan apa apa sama Eric selama ini " Ardi membuang mukanya.
" Kamu kenapa sih Ar. Sebenernya kamu masih sayang aku atau gak sih ?" Ucapnya dengan nada agak tinggi
" Iyaa...gw emang masih sayang sama lo "
" Yaa udah...Kita bisakan mulai lagi dari awal kayak dulu." Berjalan mendekati Ardi
" Kita berdua aja.." Meraih kedua tangan Ardi.
" Itu dulu Mel..." Menepis tangan Imel.
" Sebelum lo ninggalin gw...Sebelum lo nyakitin hati gw."
" Aku minta maaf soal itu Ar. Aku ngaku aku salah. Dan aku mau memperbaiki itu semua. Dengan kita balikan lagi. "
__ADS_1
" Hah...Balikan!!!" ucapnya membuang mukanya.
" Dengerin gw baik baik. Gw emang masih sayang sama lo, tapi itu dulu!! Dan gak ada niat gw sedikitpun dihati untuk balikan lagi sama lo!!" Imel membulatkan matanya mendengar itu dan mengepalkan tangannya.
" Lagian ada cewek yang llebih sayang sama gw, dan dia lebih baik dari lo. Dan dia itu temen lo sendiri. Dan gw gak bakal ninggalin dia dan nyakitin dia kayak lo dulu yang ninggalin gw dan nyakitin gw gitu aja!" Ucapnya dihadapan wajah Imel. Dan Imel hanya mengeratkan giginya memahan emosinya.
" Terus apa maksud lo hubungin gw pake nomor baru dan muji muji gw?"
" Hahhh...Itu? Buat mancing lo ngedeketin gw. Dan liat sekarang yang lo lakuin ke gw barusan. Gw pengen lo nyesel ninggalin gw !"
Plaakkk
Suara tamparan itu begitu keras dan panas terasa disatu pipi Ardi. Ardi meraba pipinya dan tersenyum sinis.
" Lo bakal nyesel ngelakuin ini ngelakuin ini ke gw, Ar. " Napasnya memburu.
" Cih...tanpa sadar lo udah nyakitin Nisha juga, Ardi !"
" Tapi dia udah tau semua itu !" Ucap Ardi percaya diri. Imel memandang sinis.
" Udah tau??..." Gumam Imel dalam hati. " tapi lo gak tau dia udah liat kita barusan " Tersenyum kecil.
" Ternyata lo kurang ajar juga ya, Ardi !" Ucapnya kasar. Membalik badannya meninggalkan Ardi dengan kesal dan emosi.
" Sekarang lo ngerasain kan rasanya sakit diabaikan ?" Memandang Imel yang berjalan menjauh.
" Kita liat besok. Apa lo masih bisa sama Nisha atau gak? Hahhh.." Gumam hati Imel sambil berjalan kesal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Jangan lupa untuk 🖒, **vote dan 🌟rate ya
❤ nya juga boleh untuk up selanjutnya
Komen berupa kritik dan saran sangat dibutuhkan jika readers berkenan.
Terima kasih sudah membaca🤗😘
Mohon dukunganya😊**
__ADS_1