
aku jatuh cinta pada segala
keindahan yang diciptakan Tuhan,
bunga, senja, kupu kupu
dan kamu
* * * * *
Entah kenapa sudah beberapa hari belakangan ini, pikiran Nisha selalu dipenuhi sosok cowok masa SMP nya itu. Padahal sejak lepas kelulusan sekolahnya setahun yang lalu, wajah cowok itu sudah jarang muncul di dalam mimpinya.
Tapi kini setelah melihat cowok yang mirip dengan bayangan cowok itu saat dilorong ruang dosen, Nisha selalu melihat sosok itu dikingkungan kampusnya. Ada sedikit keinginan berharap itu kebenaran, juga ada keraguan dibenaknya. Apakah itu benar benar dia?
Nisha melamun seorang diri di salah satu bangku dikantin, memikirkan itu semua dibenaknya. Segelas es teh manis yang ada didepannya diatas meja yang tersisa setengah hanya diaduk aduk oleh satu tangan Nisha, dan satu tangannya lgi menooang dagunya, menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.
" woyyy "
Nisha tersentak keget saat bahuny dipukul pelan dari belakangnya.
" kebiasaan lo!! "
Teriak Nisha saat menatap Arya yang kini duduk disampingnya.
" lah lo, siang siang begini ngelamun. Ntar kesambet lo! " seru Ambar yang ternyata juga ada disamping Arya. " katanya kantin disini lumayan angker lo! " lnjutnya lagi.
" setan takut kali sama Nisha, sayang! "
Nisha memicingkan matanya melihat Arya memanggil Ambar dengan sebutan sayang.
" masa! Oh...iya. Nisha kan emaknya setan. Hahaha " ucap Ambar dengan penuh tawa diikuti Arya.
" lah lo temannya setan jadinya. Sue banget lo berdua! " ketus Nisha.
" sejak kapan kalian jadi pake sayang sayangan segala? Kok gw gak tau? " lanjutny bertanya mengalihkan obrolan emak setan.
Arya dan Ambar saling melirik melempar senyum.
" baru seminggu. Lo jangan cemburu ya gw sama temen lo! " ujar Arya sedikit menggoda Nisha, tapi juga mendapat cubitan dipingganganya dari Ambar.
Ambar gadis yang lumayan cantik dengan badan sedikit berisi. Memang sejak dekat dengan Nisha sebagai temanny, dia juga jadi kenal dengan Arya. Dan sejak itu juga Ambar menyukai Arya. Tapi melihat kedekatan Arya dan Nisha, Ambar hanya memendam rasa hatinya. Sampai saat beberapa minggu ini, setelah Nisha terus menolak Arya, dan akhirnya Arya menyerah. Arya mencoba membuka hatinya untuk cewek lain, dan tiba tiba saja matanya tertuju pada teman dekat Nisha dikampus. Dan ternyata Arya merasakan sedikit kenyamanan dengan Ambar. Dan akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Ambar. Senangnya bukan main yang Ambar rasakan saat Arya mengajaknya menjalin ikatan dengan nama pacaran. Walau dia tau Arya pernah menaruh rasa untuk Nisha, tapi Ambar yakin, bisa membuat hati Arya untukny nanti sepenuhnya.
" pede banget lo, kalau gw bakal cemburu " sangkal Nisha. Yang dia rasakan malah merasa senang melihat Arya bisa melupakannya, karena ada sedikit rasa entah itu apa dihatinya, saat selalu menolak ajakan Arya untuk menjalin hubungan dibelakang Ardi. Tapi kini dia merasa ada rasa lapang dan terbebas lega saat mengetahui Arya dengan cewek lain, bahkan temannya sendiri.
Nisha beranjak berdiri dan pindah posisi duduk yang kini memilih disamping Ambar.
" awas aja kalau lo mainin hati temen gw ini.! " ancam Nisha sambil merangkul pundak Ambar menatap tajam Arya
" dan juga berlaku buat lo! " menatap Ambar yang tersenyum malu. Lalu Ambar melirik Arya.
" iyaa...gw bakal bikin kecewa dia " saut Arya.
" lo tadi kenapa ngelamun? Mikirin apaan sih? Ada maslaah sama cowok lo? " tanya Ambar menatap Nisha.
Nisha melepaskan rangkulannya pada pundak Ambar.
" lo berantem sam Ardi? Muka lo rada sedih gitu tadi? " kini Arya juga bertanya.
" gak kok! Gak ada masalaha apa apa sama Ardi. " jawab Nisha santai.
" jangan keseringan ngelamun yang gak jelas napa? Ntar kalau beneran kesambet aja, gimana? " ucap Ary merangkul pinggang Ambar.
" iya iya. Ngomong ngomong. Pajak jadian mana nih buat gw! " ucapnya penuh senyum mengangkat alisnya berkali kali pada Arya dan Ambar.
" iya udah sana, pesen makanan. Gw yang bayari " seru Ambar yang membuat wajah Nisha berseri seri mengangkat sudut bibirnya tinggi. Asiiikkk! Makan gratis. Kebetulan memang Nisha belum makan siang ini. Dari tadi dia malah asik ngelamun yang tak tau entah kemana.
Sedangkan diujung lorong depan pintu keluar gedung kampus menuju kantin, seorang cowok berdiri dengan wajah penuh ukiran melengkung dipipinya melihat kearah tiga orang tdi yang asik mengobrol.
__ADS_1
" jadi kekantin gak nih? " tanya seorang teman dari cowok itu.
" kalian tau cewek itu? " tanya si cowok pada temannya. Menunjuk pada Nisha yang memakai kaos lengan seperempat dengan paduan rompi kardi berwarna coklat panjang.
" ooh...dia Nisha. Mahasiswa jurusan komputerisasi akutansi. Dia juga pegawai lepas ditata usaha. Kenapa emangnya? " tanya satu teman lainnya.
" gak! Cuma kayak temen lama gw aja. Kita makan diluar kampus aja yuk! " ajak si cowok yang mendapat anggukan kedua teman barunya itu.
* * *
Akhir akhir ini juga Ardi tengah disibukkan oleh proyek barunya yang bekerja sama dengan PT Elang jaya. Sehingga membuatnya tidak bisa menjemput Nisha pulang dari kampusnya dan jarang bertemu. Walau masih bisa melakukan vidio call dan berbalas pesan online. Apalagi ditambah juga jadwal skiripsi Ardi yang juga sebentar lagi memjadi semakin sibuk.
" ya "
" tuan, ada bu Sesil, sekertaris pak Jordi ingin bertemu "
" suruh masuk aja! "
Ardi menekan tombol mengakhiri panggilan ditelpon kantor dimejanya dari Ratna, sekertarisnya didepan ruangannya.
" permisi pak " sapa Sesil saat membuka setengah pintu ruangan Ardi.
" jangan panggil pak. Kesannya gw tua banget! " seru Ardi
" masuk "
Setelah menutup pintu Sesil pun melangkah masuk dan berjalan menuju kursi didepan meja Ardi.
" masih sibuk? " tanya Sesil yang melihat beberapa map berwarna diatas meja depan Ardi.
" lumayan! Udah selesai sama Dahlan? " tanyanya meletakkan bolpoinnya diatas map yang ditutupnya.
Sesil mengangguk pelan, " sudah "
Jawabnya sambil tersenyum. " kamu sendiri udah selesai? "
" udah mau masuk jam makan siang. Kita makan diluar yuk! Kalau gal sibuk banget " ajak Sesil.
Ardi berpikir sejenak melipat tangannya didada.
" boleh deh! Laper juga. Nanti bis agw lanjutin lagi. " jawab Ardi memberskan map diatas mejanya. Sesil tersenyum puas mendengar jawaban Ardi.
Mereka pun jalan bersama keluar ruangan. Ratna berdiri saat tuannya keluar bersama sekertaris PT Elang jaya itu. Sedikit membungkuk memberi hormat. Ratna menoleh memperhatikan langkah kaki atasannya itu yang berjalan menuju lift.
" kayaknya wanita itu deket sama pak Ardi ya? " tanya Maria yang tiba tiba sudah ada didepan meja Ratna bersama satu teman pria lainnya. Ratna hanya mengangguk menanggapi ucapan Maria.
" sepertinya. Terlihat cocok mereka berdua " timpal Erwin karyawan satu bagian bersama Maria.
Maria dan Ratna melirik ke Erwin yang kini menyilangkan tangannya didada.
" gak cocok! " ucap mereka bberdua bersamaan.
Berlalu jalan meninggalkan Erwin yang memantung melihat tingkah dua wanita dewasa itu yang aneh.
" kenapa merka berdua? Aneh! Hei tungguin gw " teriaknya dengan sedikit berlari mengejar Maria dan Ratna yang akan juga makan siang.
* * *
Kini Nisha dan Ardi hanya bisa bertemu saat sabtu sore dan hari minggu. Ya...hanya seminggu sekali. Tapi juga ternyata bisa membuat mereka sangat bahagia saat bertemu karena menahan rindu selama tak bertemu. Makin kesini frekuensi perjumpaan mereka semakin sedikit, dibandingkan saat dulu Nisha sekolah dan saat awal awal Ardi memulai bekerja, yang bisa sering bertemu.
" mau kemana sekarang? " tanya Ardi seraya merangkul pundak Nisha. Mereka duduk berdua didepan teras rumah Nisha. Langit sudah meredupkan cahayanya sore ini.
" lagi gak pengen kemana mana " jawab Nisha singkat. Meletakkan kepalanya dipundak Ardi. Memainkan sebuah game diponsel ditangannya.
" ke apartemen aku gimana? " ajak Ardi.
" boleh. Eehh... kita masak berdua yuk diapartemen kamu? " seru Nisha menegakkan posisi duduknya menatap Ardi.
__ADS_1
" Boleh juga! Kita belanja dulu yuk! " ajak Ardi dan Nisha mengangguk cepat.
Mereka pun pergi meninggalkan rumah Nisha. Menuju salah satu sepermarket yang cukup besar dan lengkap akan sayur sayuran dan bahan masakan.
Setelah selesai berbelanja, mereka menuju apartemen Ardi. Dan saat sampai ternyata sudah lewat waktu magrib. Mereka mulai masak setelah melakukan solat magrib lebih dahulu sendiri sendiri.
" kamu potongin kangkungnya aja dulu, aku mau bersihin cuminya. "
" oke "
Ardi melakukan apa yang disuruh Nisha. Mereka akan memasak bersama, masakan sederhana seperti tumis kangkung dan cumi saos tiram. Nisha memang sedikit bisa memasak, karena memang dirumahnya juga Nisha sering membantu Ibunya untuk masak. Sehingga dapat mengerti tentang masak memasak.
Setelah masakan mereka matang kemudian ditata diatas meja makan, mereka pun menyantapnya berdua. Diselingi sedikit obrolan tentang kegiatan mereka sehari hari salama ini.
Saat Nisha mencuci piring dan semua peralatan masak tadi, Ardi duduk dikarpet ruang tamu. Didepannya sudah ada sebuah laptop yang jari jemarinya sedang bermain diatas tuts keyboard. Nisha menghampiri dan duduk berselonjor disamping Ardi dengan bersender sofa dibelakangnya.
" kamu mau nonton? " tanya Ardi yang sedang mencari sebuah film yang bagus menurutnya.
" hmm... boleh. Film apa? " memajukan tubuhnya melihat deretan daftar film hasil download dilayar laptop Ardi.
" fast and farius yang baru udah nonton? "
Nisha mengelengkan kepalanya, " belum. Kamu punya emangnya? "
" ada. Ya udah kita nonton itu aja dulu."
Film pun dimulai dilayar televisi yang sudah disambungkan dari laptopnya. Mereka pun menonton berdua dengan ditemani berbagai macam cemilan yang telah mereka beli saat tadi disupermarket.
Nisha duduk bersender dipundak Ardi yang juga merangkulnya. Ditangan Nisha sudah ada sebuah makan ringan dengan bungkus yang cukup besar. Sesekali mengambil cemilan itu dan memasukkannya kedalam mulutnya dan mulut Ardi juga bergantian.
Terkadang juga Nisha meledek Ardi dengan memainkan tangannya yang memegang cemilan itu, hendak menyuapi Ardi tapi Nisha menarik tangannya saat cemilan itu kan masuk ke mulut Ardi yang sudah terbuka. Hingga berulang lalu malah memasukkan kedalam mulutnya sendiri. Ardi yang melihat tingkah Nisha itu, hanya terdiam sesaat saat Nisha kemudian memasukkan cemilan itu kedalam mulutnya tanpa rasa bersalah.
Nisha kembali memainkan tangannya didepan mulut Ardi yang terbuka, tapi kali ini Ardi menangkap tangan Nisha dan memaksanya memasukkan cemilan itu kedalam mulutnya, tapi Nisha dengan segera meraih cemilan itu dengan mulutnya langsung.
" hahahha "
Nisha tertawa melihat Ardi yang gagal, tapi langsung mengambil cemilan lagi dan segera menyuapinya kemulut Ardi. Ardi berniat menggigit tangan Nisha, tapi gagal karena Nisha segera menarik tangannya.
" weewwwkk " Nisha menjurulkan lidahnya meledek Ardi.
" awas ya "
Nisha kembali bersender dipundak Ardi dan masih menyuapi cemilan kemulut Ardi. Nisha memulai kembali meledek Ardi dengan cemilan ditangannya, saat Ardi membuka mulutnya saat Nisha menyodorkan cemilan itu, tapi ternyata malah masuk kedalam mulut Nisha sendiri.
Ardi sudah kehabisan kesabarannya karena sejak tadi Nisha terus memperminkannya. Ardi memutar pundak Nisha, memegang leher Nisha dan mencium bibir Nisha yang mana ada makanan tadi didalam mulut Nisha. Ardi benar benar menyes*ap bibir Nisha dengan rakus.
Nisha sedikit terkejut dan membuat tubuhnya menegang dan jantungnya tiba tiba berlari maraton atas tindakan Ardi itu. Mencoba mendorong tubuh Ardi tapi tak bisa karena tenaganya yang melemah karena ciuman itu.
" apa apaan sih? " ucap Nisha memukul dada Ardi saat ciuman itu terlepas dan napas Nisha sedikit teregah. Memegang dadanya yang masih bergemuruh.
" siapa suruh ngeledek aku dari tadi " timpal Ardi. Nisha mengerutkan bibirnya yang kecil itu.
" mau aku cium lagi? " godanya saat melihat wajah Nisha yang menurutnya gemas dengan bibirnya itu.
" gak ahk! Udah. " mendorong tubuh Ardi pelan.
" ya udah. Tapi jangan ngeled lagi kayak tadi " Nisha tersenyum kecil mendengar ucapan Ardi. Dia senang melihat wajah Ardi tadi yang sedikit kesal.
" iya. Tapi jangan macam macam lagi! " pinta Nisha.
" iyaa "
Nisha pun menyenderkan kembali badannya dipundak Ardi. Melanjutkan tontonannya yang belum selesai dan kini tanpa cemilan ditangannya.
*TBC
Maafkan author ya yang gak bisa update akhir akhir ini. Karena memang lagi gak ada ide untuk dituangkan dalam tulisan. Dan keasikan baca novel lain๐๐๐ ini aja nulis gaje gaje dah! hehehe. Tapi semoga otak author ini cepet lancar lagi buat lanjutin nulis. Mohon maaf ya sekali lagi karena membuat kalian menunggu๐๐๐ค๐ค*
__ADS_1