Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 22


__ADS_3

Ada banyuak hal yang tak mudah dijelaskan dalam CINTA


Termasuk bagaimana ia bermula


Pada pandangan pertama


Atau bahkan Tanpa dengan


Bertemu mata...


* * * *


" kok bisa lo jalan berdua kesini , Nisha? " Tanya Eva yang ikut duduk dikursi teras rumahnya bersama Nisha dan Ardi.


" Ya bisa lah...kan ketemu ! " ucap Nisha sambil tersenyum manis " Gak jalan juga kali, kita naik motor, tuuhh!! " menunjukkan motor yang terpakir didepan denan bibirnya.


Eva memajukan bibirnya melirik tajam Nisha. Ardi pun hanya tersenyum menunduk melihat dua gadis remaja itu.


" Emangnya, Ardi umur berapa ya? " tanya Eva


iya yaa...selama ini aku gak pernah nanya umurnya? Batin Nisha melihat Eva yang menatap Ardi.


" Umur ? Hhhmmm...tahun ini sih udah 20 " jawabnya santai


Nisha dan Eva hanya membuka mulut lebar terkejut.


" Beda tiga tahun dong , ya Va ! " bisik Nisha walau masih jelas terdengar Ardi.


" Lah...berarti harusnya lonmanggilnya tuh pake kakak dong! Kak Ardi...githu!! " seru Eva dan Nisha menganggukkan kepala.


" Gak juga gak apa apa, " Ucap Ardi santai


" Ya boleh gitu lah, kak. Kak Ardi kan lebih tua. Gak sopan dong namanya! ya kan Sha ! " Nisha hanya menganggukan kepala dalam diam.


" Trus...boleh nanya sesuatu gak Kak. ? "


" Tanya apaan? "


" Kak Ardi, beneran udah putus sama Imel.? " Tanya Eva dan mendapat sikutan darii Nisha


" Iyaa...lebih tepatnya sih ditinggalin." Jawabnya santai sambik tersenyum.


Eva dan Nisha hanya tersenyum diam. Mereka lalu hanya ngobrol seputar sekolah dan kuliah Ardi. Sampai tak terasa waktu menunjukkan semakin malam.


" Eehh...udah jam berapa ini? " Tanya Nisha karena dia tak memakai jam tangannya.


" Iya, udah jam setengah sepuluh ini " Jawab Ardi setelah melihat jam dipergelangan tangannya.


" Mau pulang? " Tanya Ardi pada Nisha dan mendapat anggukan kepala.


" Gw pulang ya, Va " Ucapnya saat berdiri dari kursinya


" Ya udah. kita ketemu besok disekolah " berdiri mencium pipi kiri kanan Nisha dengan pipinya


" Makasih ya dah boleh main kesini." ucap Ardi berjabat tangan dengan Eva


" Iya sama sama. Kapan kapan main lagi ya ksini " Ardi pun menganggukkan kepalanya.


" Pamitan dulu sama nyokap lo , Va ? " ucap Nisha yamg melirik kedalam rumah.


" Udah gak usah. Sudah tidur kali nyokap gw. "


" Oohh...ya udah. Bye.."


Nisha pun berjalan ke arah motor yang tadi terparkir di depan rumah bersama Ardi. Eva pun mengantarnya.


" Jagain temen aku ya, Kak Ardi. Anterin sampe rumah. Awas jangan sampe lecet !" ucap Eva panjang lebar pada Ardi yang sudah memakai helm

__ADS_1


" Evaa..." Teriak Nisha melirik tajam dengan sedikit senyum diujung bibir


" Iya...tenang aja. Kakak jagain dengan baik kok !! " ucapnya tersenyum lebar


" Ayo naik..." Nisha menaiki jok belakang motor itu.


Nisha melambaikan satu tangannya ke arah Eva yang masih berdiri, begitu juga Ardi.


Motor pun melaju meninggalkan rumah Eva, menembus jalanan yang sudah terlihat agak sepi dengan lampu penerang jalan dan pepohonan rindang disisi jalan raya.


Angin malam pun berhembus kencang, langit yang cerah dengan Rembulan berbentuk bulat penuh memancarkan sinarnya yang terang di malam yang gelap ini.


Tiba tiba motor yang dikendarai Ardi berjalan dengan goyangan cukup keras kekanan dan kekiri bergantian.


Nisha merasa tidak nyaman dengan motor yang meliak.liuk.


" Kak Ar, ini kenapa motornya"


" Iyaa...Gak tau ini kenapa? " Ardi pun merasakan ada yang salah dengan motornya Lalu menepikan motornya disisi jalan raya depan sebuah warung rokok yang sudah tutup. terlihat agak sepi dengan banyak toko pinggir jalan yang rata rata sudah tutup juga.


Nisha lalu turun mundur sedikit menjauh dari motor,setelah Ardi turun memarkirkan agar dapat melihat keadaan motornya.


Ardi langsung berjongkok disamping belakang motor, melihat ban motor belakang dan menekannya. Ternyata ban motornya kempes sehingga membuatnya bejalan meliuk liuk.


" Bannya bocor kayaknya, Nis! " ucapnya berdiri setelah melihat.


" Terus gimana ? " tanya Nisha yang sudah terlihat cemberut.


Ardi mengangkat kedua bahunya, lalu melihat kesekeliling tempat mereka berhenti.


" Sepertinya sekitar sini gak ada bengkel dah..." ucapnya masih melihat sekeliling sambil berjalan kedepan, kekanan dan kekiri.


Haduuhhhh...kok malah kempes sih, dah malam lagi. papa marah gak ya nanti!!


Nisha yang melihatnya malah menjadi cemas karena waktu sudah semakin malam ikut memandang jalanan kekanan dan kekiri, menarik narik tali tas selempangnya.


" Kamu kemalaman ya jadinya ? " Nisha menganggukkan kepala


" Iyaa.."


Ardi mengeluarkan hpnya dari saku celana depannya. Mencari sebuah nama dikontak telponnya.


" Tunggu bentar ya...aku minta bantuan dulu sama temen aku "


" Iyaa.."


Ardi meletakkan hpnya disatu telinganya.


Ttuutttuutttt


" Hallooo "


" Hallo..."


" Don, tolongin gw dong? "


" .... "


" Motor gw kempes dijalan, kayaknya bocor. Jemput gw dong "


" .... :"


" Kalau ada gw gak bakal minta tolong sama lo. Udah buruan jemput gw. Keburu malam ini "


" .... "


" Di jalan XM depan supermarket Sp yaa. Buruan "

__ADS_1


Ardi menutup panggilan telponnya. Dan menghampiri Nisha yang berdiri sambil bermain dengan hpnya.


" Maaf ya, Ni. Jadi terdamapar kaya gini " ucapnya berdiri samping Nisha.


" Iya gak apa apa. Lagian mana kita tau bakal jadi begini " tersenyum menunduk.


" Kita tunggu temen aku dulu ya. Nanti kalau dia sudah datang, baru aku antar kamu pulang." Nisha hanya menganggukan kepala


" Kamu haus? Mau beli minum dulu gak ? "


" Boleh. Tapi beli dimana ? " melihat sekeliling


" Tuh..disana. Ada warung yang masih buka. " menunjuk pada sebuah warung kecil yang agak jauh dari posisi mereka dan masih berjualan.


" Kamu tunggu sini saja ya. Aku yang beli dulu. "


" Gak ahhkk. Aku ikut aja "


Ardi pun mengiyakan. Mereka pun berjalan menuju warung tersebut sembari menunggu teman Ardi yang akan datang. Saat sampai diwarung, mereka hanya membeli muniman botol. Ardi mengambil botol minuman cofee, sedangkan Nisha minuman jus jeruk. Setelah itu mereka kembali ketempat dimana motornya terparkir.Mereka berjalan disisi jalan yang berlawanan arah dengan kendaraan.


Tak lama berjalan dari warung, Ardi melihat dari kejauhan sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi dan sedikit oleng. Sepertinya pengendara tetsebut sedang mabuk.


Saat terlihat motor tersebut semakin mendekat, ternyata lajunya mengarah pada Nisha yang ada disebelah Ardi disisi pinggir jalan.


Ardi membulatkan matanya, reflek menarik telapak tangan Nisha kearahnya.


" Awaaassss.... "


Tubuh Nisha tertarik masuk kedalam tubuh Ardi dan berputar dalam pelukan Ardi yang menahannya dengan satu tangan berada dipunggung Nisha dan satunya masih memegang erat telapak tangan Nisha di antara himpitan pelukan mereka.


Nisha membulatkan matanya mendapat perlakuan mengejutkan itu dari Ardi. Jantungnya bedebar sangat kencang. sentuhan kulit tangan Ardi yang digenggamnya, seperti aliran listrik yang menyetrum tubuhnya membuat tubuhnya merinding dan sedikit gemetar. Maklum, Nisha tak pernah berinteraksi dengan seorang cowok sedekat ini. Berpegangan tangan saja tidak pernah, apa lagi sampai dipeluk.


" Sialan itu motor!! Dasar orang gila !! " Umpat Ardi melihat motor tersebut makin jauh dari pandangan.


" Kamu gak kenapa napa, Khani ? " melepaskan pelukannya pada Nisha dan memegang pundaknya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Terima kasih sudah membaca πŸ€—πŸ˜˜


Jangan lupa untuk πŸ‘ dan 🌟ratenya ya


❀ nya juga boleh untuk up selanjutnya

__ADS_1


Komen berupa kritik dan saran juga boleh jika readers berkenan.πŸ€—πŸ€—


__ADS_2