
Saat malam mendekapmu dengan kelam
Ijinkan pagi menjamahmu dengan keiklasan
Niscaya senja akan mengecupmu
dengan kebahagiaan.
@tigabarisrasa
* * * * *
Suara dering alaram dari Hp Nisha berbunyi nyaring saat jam menunjukkan pukul 5 subuh. Nisha meraba meja nakas samping kasurnya mencari sumber suara, lalu mematikannya. Masih dalam posisi tidurnya, Nisha menatap kearah jendela kamarnya. Melamunkan hal yang telah terjadi kemarin.
Apa itu hanya mimpi ya? atau memang kenyataan. Tapi kenapa serasa kayak mimpi yaa...
Nisha bangun dari tidurnya, berjalan menuju kamar mandi. Didalam kamar mandi, saat Nisha membuka bajunya. Dia melihat jelas tanda merah diatas dadanya. Haahhhh....Dia menghela napas panjang. Jadi itu benar benar nyata. Bukan mimpi. Matanya mulai sendu, ingin rasa nya dia berteriak melepaskan kesal dan marahnya pada dirinya sendiri, tapi dia tahan. Hanya bisa berteriak tanpa suara.
Astagfirullah
Nisha melanjutkan mandinya. Mencari ketenangan dalam sholat subuhnya. Setelah sudah selesai dengan kegiatan paginya, dia berangkat kesekolah tanpa banyak bicara.
Menyusuri lorong sekolah yang sudah cukup ramai oleh siswi siswi yang lalu lalang.
Hai Nisha...
Hai
Banyak siswi yang saling menyapa, termasuk pada Nisha pula yang memang saling mengenal.
Tringgg Triiingg Triinggg
Bel masuk kelas berbunyi. Semua siswi memasuki kelasnya masing masing. Begitu juga Nisha, masih berjalan santai memasuki kelasnya.
Imel yang sudah duduk dikursinya, melihat Nisha yang baru masuk kekelas bareng dengan dua temannya yang lain.
" Kok dia masuk juga. Gw pikir dia bakal gak masuk karena.... Tapi Eric juga belum ngehubungin dari semalam. Apa semua berhasil atau gagal ya? " Gumam Imel dalam hati saat Nisha berjalan menuju kursinya dibelakang.
Nisha duduk dikursinya dengan santai disamping Lia. Tak ada perbincangan khusus, karena setelah bel tanda masuk guru pengajar langsung masuk kedalam kelas. Walau terkadang ada yang mengobrol dengan berbisik.
" Sha, Udah ngerjain tugas pemasaran?" Tanya Lia
" Emang ada tugas pemasaran ya?" Sambung Eva sebelum Nisha mau menjawab. Nisha memutar bola matanya melirik Eva dibelakang.
" Lo pasti belom ngerjain ya?" Ucap Dian
" Kaga inget gw. Pinjem kek! Gw liat dong!" pinta Eva dengan berbisik, Karena Bu Guru Endang yang sedang menerangka pelajaran dipapan Whiteboard depan kelas.
" Gw juga belum semua!" Ucap Dian sambil nyengir. Nisha dan Lia menepuk jidat bersamaan.
"Sha, pinjem buku lo! mau liat gw " Ucap Dian mencolek punggung belakang Nisha. Nisha memasukkan tangannnya kedalam tas dan mengeluarkan sebuah buku bersampul coklat, lalu memberikannya pada Eva dan Dian tanpa menoleh pada temannya itu dibelakang. Lia hanya menggelengkan kepalanya melihat dua temannya itu. Eva dan Dian pun menyalin dari buku Nisha saat pelajaran Bu Endang, Guru pelajaran komunikasi Bisnis.
* * *
Pagi ini Ardi berada disalah satu kamar dirumah Bang Martin, atau rumah Adesty. Setelaj pulang dari rumah Nisha, Ardi mengembalikan mobil Teh Adesty dan menginap disana. Setelah sarapan yang mungkin sudah telat tadi jam 9, Ardi meminjam laptop Bang Martin. Dan kini duduk dikarpet ruang keluarga menghadap laptop yang ada diatas meja. Ya...Ardi mau mengecek rekaman dari kaset yang diberikan Hedi waktu itu. Rekaman perbuatan Eric pada Nisha. Dia memasukkan sebuah disc bundar kecil kedalam wadah kaset. memaikkan jari jemarinya diatas laptop. Membuka sebuah file didalam disc tersebut dan memutar hasil rekaman itu.
Betapa geramnya Ardi melihat semua adegan yang terjadi didepannya sampai Hedi dan Nana datang. Ardi mengepalkan tangannya. Dia mencoba menahan emosinua. Dengan segera dia menekan tombol delete disana. memastikan agar rekaman itu tak tersimpan. Lalu menghancurkan disc itu setelah mengeluarkannya.
Gw bakal buat perhitungan sama lo Eric
Ardi pun menutup layar laptop tersebut dan kembali menyimpannya dikamar Rama, anak Teh Adesty. Ardi.pun keluar dari rumah itu, membawa motor matik kesayangannya kembali ke ruko bengkelnya yang sudah hampir seminggu dia tinggal, tapi terkadang Dono menjalankan bengkel itu sendiri walau tanpa ada Ardi.
Sampai didepan bengkelnya, benar saja, Dono sedang membongkar sebuah motor seorang diri.
__ADS_1
" Hai bos...udaj balik dri Bandung?" sapa Dono yang hanya menoleh sebentar pada Ardi yang memarkirkan motornya lalu kembali pada kerjaannya.
" Iyaa...kemaren sore. Gimana bengkel?" Ucapnya menepuk satu bahu Dono " Gak begitu rame kan? Atau lo gak buka?" berjalan masuk kedalam
" Biasa kok. Lumayan! Tapi ada juga yang gw tolak karena lo gak ada dan gw gak bisa?" Ucapnya sambil tersenyum paksa.
" Makasih ya dah jagain bengkel gw."
" Santai aja bro !"
Ardi pun mengganti pakaiannya dan membantu Dono memperbaiki satu motor ssorang pelanggan.
" Lo gak kuliah emangnya?" Tanya Dono yang melihat Ardi sudah memakai pakaian biasa.
" Gw masih cuti hri ini mpe besok. Lusa naru masuk." ucapnya datar.
" Oohh..iya ya." Dono Sambil mangut mangut.
* * *
Jam istirahat kedua saat jam makan siang. Nisha , Lia , Dian dan Eva ditambah Rima dan Rini yang kini ikut bergabung. Berjalan menuju kantin yang sedikit penghuninya jika jam iatirahat kedua. Lebih banyak yang memilih tinggal dikelas untuk tidur atau sholat. Tapi berbeda dengan Nisha dan yang lain yang memilih makan dijam saat ini. Mereka duduk saling berhadapan dan memesan makanan masing masing, sambil berbincang dan bercanda tawa bersama.
Tiba tiba Hp milik Nisha bergetar didalam saku bajunya. Nisha pun meraihnya dan menatap layar benda pipih tersebut. Dia tersenyum saat melihat nama yang terpampang dilayar.
" Siapa Sha?" Tanya Lia yang ada disampingnya.
" Kak Ardi " Jawabnya singkat
" Cciieeeè...suit suit " Seru Rima, Dian dan Rini. Nisha meletakkan satu jarinya didepan mulutnya. Menyuruh untuk diam pada teman temannya.
" Ya hallo..." sapa Nisha saat panggilan itu tersambung dikupingnya.
" Hallo...Assalamualaikum " Sapa Ardi
" Walaikumsalam.. Ada apa Kak?" Teman temannya disana hanya tersenyum melihat Nisha. Mungkin merasa iri melihat Nisha yang sering berhubungan dengan Ardi walau hanya basa basi.
" Lagi istirahat. Makan dikantin sama anak anak yang lain? " Jawab Nisha
" Kak Ardi. udah balik dari Bandung ya?" Ucap Eva sedikit teriak disamping Nisha.
" Udah " Nisha yang menjawab
" Mana oleh olehnya Kak Ardi?" sambung Dian saat Nisha mengarahkan ujung Hp didepannya. Lalu diloadspeker.
" Yaahh..lupa oleh olehnya. Ketinggalan di Tol kemaren!" Jawab Ardi mencari alasana. Nisha hanya melirik tajam pada teman temannya itu yang sebenarnya tak tau akan kejadian yang terjadi kemarin.
" Nanti deh diganti oleh olehnya ya!"
" Bener yaa. Ganti beliin makanan lho yang enak!" Ucap Rima semangat. " Iyaaa "
" Janji lho ya Kak Ardi. Awas kalau bohong!" ucap Dian " Iyaaa" Jawab singkat Ardi. Nisha hanya tersenyum melihat ulah teman temannya itu sambil menopang dagu dengan satu tangannya bertumpu dimeja.
" Nisha nya mana?"
" Apaa?" Jawab Nisha singkat meraih kembali Hpnya dan mendekatkan padanya walau masih diloadspeker.
" Nanti pulang sekolah aku jemput yaa ?" ucap Ardi
" Ciieèee..." Seru semua bersamaan
" Emang gak sibuk?" Ucap Nisha sambil tersenyum malu pada temannya
" Gak...Pulang jam berapa?"
__ADS_1
" Jam 3 kurang 15 menit "
" Ya udah. Lanjutin lagi aja makannya!" ucap Ardi.
" Iyaa " Jawab singkat " Oh..iya. Itu ada berapa temen kamu disitu ?" Tanya Ardi tiba tiba
" Hahh.. ada. Rima, Rini, Dian , Eva sama Lia. Lima orang. Kenapa emangnya?" Semau nama yang disebut Nisha langsung melirik dan mendengar dengan seksama.
" Ganti oleh olehnya ntar aja sekalian jemput."
" Iya iyaa....boleh!" Jawab mereka serempak kompak dan bersemangat. " Apaan aja ya. Terserah aku!"
" Iyaaaa...." ucapnya kompak. Nisha hanya menggelengkan kepalanya.
Ardi memang sedikit royal soal uang, apalagi pada teman teman Nisha jika saat berkumpul. Dia tidak segan segan mengeluarkan uangnya.
" Ya udah. Kak Ar jangan lupa makan ya " Ucap Nisha menyela agar mengakhiri obrolan teman temannya itu.
" Iya.. daah. Salammualaikum " ucap Ardi diujung panggilan
" Walaikum salaam " ucap Nisha singkat.
" Ardi beneran itu mau ngasih sesuatu Sha nanti pulang sekolah?" Ucap Rima yang sedikit tak percaya.
" Dia mah kalau udah bilang iya, ya iya pasti dibawaain" Ucap Lia mengantikan Nisha.
" Apaan ya yang bakal dikasihnya nanti?" Ucap Rini. Nisha hanya mengangkat bahunya.
Liat aja nanti!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**JANGAN LUPA UNTUK VOTE YA READERS🤗
like dan komen juga serta ❤ yaa
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca😊
Mohon dukungannya🤗😘**