
Karena waktu keberangkatan masih tiga hari lagi.
Faraz menyibukkan diri dengan pergi ke Perusahaan Ayahnya.
Faraz berniat setelah pulang berbulan madu, Ia akan mulai fokus bekerja di perusahaan, Ia tidak ingin lagi terjun ke dunia modelling yang menjadi salah satu hobi dan cita-citanya sejak remaja.
Fokusnya Kali ini hanya ingin membahagiakan Alia dan menjadi suami yang bertanggung jawab seperti Ayahnya.
Ayah tersenyum melihat Faraz yang terus fokus mempelajari seluk beluk perusahaan, Karena selama ini Faraz selalu menolak jika di suruh datang ke perusahaan. Namun kali ini, Dia ke perusahaan atas kemauannya sendiri.
Faraz dengan mudah mempelajari tentang perusahaannya.
karena sejak anak-anak, Kecerdasan Faraz memang di atas rata-rata,
bahkan Ia tidak mengenyam pendidikan seperti anak-anak lainnya,
berulang kali Faraz mengalami akselerasi mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, Dan saat usianya menginjak 15th Ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang bisnis dan manajemen sesuai keinginan Ayahnya.
Namun Faraz yang masih sangat muda dan memiliki cita-cita menjadi model, Ia memilih cita-citanya dan tidak begitu membutuhkan ilmu yang telah Ia kenyam.
Apa lagi sejak Ia jatuh cinta pada Kavita, Kepintarannya seolah hilang oleh cinta butanya.
Namun itu semua hanya tinggal Masa lalu, Kini Faraz telah bangkit dan membina rumah tangga dengan Alia.
Di usianya kini yang hampir menginjak 25th, Faraz juga semakin berfikir dewasa, Ia tidak mudah marah seperti dulu lagi.
"Ayah senang, Akhirnya kamu memenuhi keinginan Ayah," ucap Ayah menepuk punggung Faraz dengan bangga.
"Sudah cukup Aku bermain-main, Sekarang Aku hanya ingin menjadi suami yang bertanggung jawab, dan menjalani hari-hari ku dengan bahagia bersama Alia," ucap Faraz terseyum.
°°°
Alia yang merasa bosan berdiam diri di dalam rumah, Pergi ke halaman, Ia yang melihat pot bunga kering mengambil selang untuk menyirami bunga-bunga tersebut hingga ke luar gerbang rumahnya.
Disaat bersamaan Kavita yang tengah menyapu halaman rumahnya.
__ADS_1
Terdiam menatap Alia,
Alia yang tanpa sengaja melihat Kavita mencoba mengulas senyum kepadanya.
Kavita memaksakan senyum getirnya, Ia semakin canggung saat Alia Maulai melangkah mendekatinya.
Dengan senyum yang semakin mengembang Alia berhenti tepat di depan Kavita dan mengulurkan tangannya dengan ramah.
"Hai..." sapa Alia.
Kavita terdiam melihat Alia dari jarak yang sangat dekat.
Ini pertama kalinya Kavita melihat Alia dengan jelas, Meskipun tanpa polesan makeup, Alia terlihat sangat cantik, hidungnya yang mancung, bibirnya yang merah alami hingga dagunya yang membelah, membuat dirinya Insecure,
Alia melambaikan tangannya ke depan wajah Kavita, hingga membuatnya tersadar dari fikirannya.
"Mbak baik-baik saja?" tanya Alia.
"Ee... Ya," ucap Kavita mengalihkan pandangannya.
Dengan terpaksa Kavita menjabat tangannya.
"Ee-Mbak Kavita, Apa pun masa lalu Mbak dengan Suamiku, Biarkan itu menjadi cerita masa lalu, Bagaimanapun juga Kita adalah tetangga yang hidup berdampingan, Kita tidak mungkin saling diam selamanya,
Karena Tetangga adalah saudara terdekat kita dan merupakan orang yang pertama kali dapat menolong kita di saat kita tertimpa musibah, maka sudah seharusnya kita menjaga hubungan baik satu sama lain, bukan begitu?" tanya Alia.
Kavita merasa sesak mendengar Alia menyebut Faraz sebagai suaminya, Ia tak dapat memungkiri jika hatinya benar-benar menyesal dan cemburu melihat Wanita lain menggantikan posisinya.
Alia menjadi canggung karena hanya mendapat tatapan mata Kavita yang Ia tidak dapat mengartikannya.
Kecanggungan itu tak berlangsung lama saat keduanya mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya.
Keduanya menoleh, Melihat Faraz turun dari mobil dan melihat ke arah Mereka.
Faraz membuka kaca mata hitamnya,
__ADS_1
Dengan langkah penuh percaya diri seperti saat Ia berjalan di atas panggung catwalk Faraz mendekati Mereka.
"Hai Sayang, Apa yang sedang Kau lakukan disini?" tanya Faraz mengecup pipi Alia sesaat.
"Faraz.." lirih Alia mencubit perut Faraz.
Kavita yang melihatnya mengalihkan pandangannya, hatinya benar-benar merasa terbakar melihat apa yang ada di depannya.
"Hai Kavita, Bagaimana kabarmu?" tanya Faraz tanpa perasaan.
"Bb-baik," ucap Kavita mengalihkan pandangannya.
"Oh ya, Kemana suami mu, Kenapa Kau kembali ke rumah? Apa Suami mu sedang berkencan dengan Gadis lain seperti Dia mengencani mu saat Kau bersama ku" tanya Faraz yang seolah ingin Kavita merasakan apa yang dulu Ia rasakan.
"Faraz, Itu bukan urusanmu." lirih Alia sembari menarik tubuh Faraz menjauh beberapa langkah.
Kavita hanya terdiam menundukkan kepalanya,
Air matanya mengalir mengiringi penyasalan di hatinya.
"Mbak Kavita, Maafkan Faraz," ucap Alia.
"Tidak perlu meminta maaf padanya, Ayo Kita pulang," ucap Faraz menggenggam tangan Alia dan menariknya pulang.
Bersambung..
♥️♥️♥️♥️♥️
Terimakasih Buat Yang sudah Komen super detail, dari usia Faraz pacaran, nikah, model, kerja di perusahaan sampai jadi Duda,
Author jadi bisa jelasin pada semua jika Faraz sebenernya pinter dalam pendidikan, Namun Oon dalam percintaan wkwkwk 🤣
Jadi jangan di bahas lagi ya masalah umur, Jangankan dunia Halu Dunia Nyata juga banyak Anak jenius yang masih usia 10-11 sudah lulus sarjana dengan tiga empat gelar sekaligus,
Faraz mah cuma satu 🤣
__ADS_1