
Bertepatan dengan usia si kembar yang memasuki hari ke tujuh, Faraz dan keluarga mengadakan Selamatan pemberian nama dan sekaligus aqiqah untuk si kembar.
Faraz dan Ayahnya menggendong si kembar mengelilingi peserta kenduri yang membaca shalawat mengiringi di cukurnya rambut si bayi.
Setelah selesai di cukur kini Pak Kiyai mengumumkan nama yang akan di berikan pada si kembar.
"Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh,"
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wa barokatuh." saut para peserta kenduri.
"Telah lahir Putra dari Saudara Faraz Shehzad Shaikh dan Saudari Alia Zaferi yang akan kami beri nama Zayn Athallah Faraz Shaikh dan Zayd Athallah Faraz Shaikh.
Zayn yang bermakna Keunggulan, Sedangkan Zayd bermakna Meningkat, Dan Athallah sendiri memiliki makna Karunia Allah.
Jadi makna dari nama keduanya adalah Keunggulan karunia Allah dan Meningkatnya Karunia Allah. Untuk Faraz Shaikh sendiri sudah tau ya, Ini nama kebesaran Bapaknya," ucap Pak kiyai yang di sambut tawa para peserta kenduri.
"Semoga kelak Mereka akan terus mendapat karunia Allah, menjadi keunggulan dalam setiap hal yang baik dan selalu Meningkat dalam amalan, Ibadah dan rezekinya."
"Aamiin..." gemuruh para peserta kenduri menyambut Do'a Pak Kyai.
Kemudian acara di lanjutkan dengan pembacaan maulid Al-Barjanzi.
Setelah lebih dari dua jam akhirnya serangkaian acara di akhiri dengan pembagian "berkat" (besek) untuk para peserta kenduri.
•••
Dengan saling bergenggaman tangan, Alia dan Faraz memandangi Zayn dan Zayd yang telah tertidur di tengah-tengah Mereka.
Mereka benar-benar merasa takjub dengan apa yang telah Allah anugerah kan pada pernikahan Mereka.
Rasanya kata syukur tidak cukup untuk mengucapkan rasa terimakasih Mereka kepada Sang Pencipta. Mereka tidak pernah menduga di balik kesedihan Mereka kehilangan bayi pertamanya. Allah menggantinya dengan kebahagiaan berlipat-lipat ganda.
"Kamu lihat, Dia sangat mirip dengan ku kan?" ujar Faraz.
"Nanti kalau mirip sama orang lain Kamu curiga lagi," ucap Alia tertawa.
__ADS_1
Faraz terseyum dan turun dari ranjangnya. Kemudian berpindah ke sisi Alia.
"Geser sedikit."
"Mau ngapain?"
"Geser aja,"
Alia pun sedikit menggeser posisinya.
Sedangkan Faraz langsung berbaring miring memeluk Alia.
Ia membenamkan wajahnya di pundak Alia dan menciuminya.
"Mas sangat merindukan mu." bisiknya dengan gemes.
Alia terseyum dan mengusap tangan Faraz yang melingkar di perutnya.
"Berapa lama Mas harus berpuasa?" tanya Faraz sambil memejamkan mata.
"Eumm... Setidaknya 40 hari,"
"Iya, Apa lagi bayi kembar, Bisa-bisa sampai 60 hari."
"60 hari?" tanya Faraz semakin tercengang.
Alia mengangguk-anggukkan kepalanya dan menahan senyumnya.
"Yang kemarin saja Mas sudah puasa hampir satu bulan, Masa sekarang tambah dua bulan lagi." rengek Faraz.
Alia terseyum dan sedikit memiringkan tubuhnya menatap Faraz.
"Apa tidak bisa di percepat lagi?"
Alia tertawa mendengarnya.
__ADS_1
"Bisa, Ada juga yang hanya satu Minggu hingga dua minggu, Tergantung masing-masing orang,"
"Ini sudah satu Minggu, Apakah masih banyak?"
"Apanya?"
"Aku tanya serius kenapa tertawa?"
"Masih, Sabar ya." ucap Alia yang sembari mengecup kening Faraz.
"Tapi kalau cium-cium boleh kan?" Faraz mengakat kepalanya dan menatap lekat Alia.
"Boleh saja tapi nanti kalau Mas tidak tahan bagaimana?" tanya Alia tertawa.
"Kita akan putuskan nanti." Faraz langsung menciumi wajah Alia bertubi-tubi. Rasa rindu dan hasratnya kian memuncak setelah setelah beberapa minggu tidak tersalurkan.
"I love u Sayang... Eummhhh." ucapnya di selia ciumannya yang semakin panas.
Faraz mengangkat tengkuk leher Alia untuk mempermudah ciumannya. Posisi Alia yang menengadahkan kepalanya ke atas membuat lehernya kian terlihat jenjang dan semakin memudahkan Faraz menelusurinya hingga ke belahan dada nya.
Kini tangannya mulai merambah ke bagian dada, Buah favoritnya yang kini semakin tidak muat dalam cengkramannya.
"Ssshhh... Hhhhh..." lenguh Alia yang langsung di bungkam dengan bagutan Faraz yang kembali merangkak naik.
"Eummhhh... Eumcchh... Hhhhh..."
Setelah puas menikmati bibir Alia, Faraz membuka resleting bagian dada Alia dan mulai mengecup kedua buah yang terlihat begitu menantang dirinya.
Faraz mulai memilin put ing dan mulai mendekatkan bibirnya.
"Oweee.... Oweee.... Oweee..."
"Hhhhh..." Faraz langsung mengangkat kepalanya dan melihat Zayn menangis, Dan di ikuti Oleh Zayd.
Faraz menjatuhkan kepalanya ke perut Alia dengan lemas
__ADS_1
Bersambung...
WKWKWK... KASIAN DEH MAS BUCIN GRAGAS 🤣