
Faraz melepaskan pagutan nya dan menyapu bibir Alia yang basah karena ulahnya.
"Aaaawww, Kamu menggigit ku." ucap Faraz meniup-niup Ibu jarinya
"Hahahaha..." Alia tertawa lepas melihat suaminya meringis kesakitan karena gigitannya.
"Heeeyyy kemarilah Aku akan membalas gigitan mu lebih dari yang Kau lakukan padaku." Faraz menarik tangan Alia ke pelukannya.
"Sekarang lihat bagaimana Aku membalas perbuatan mu," tangan Faraz menarik pinggul Alia merapat ke tubuhnya.
Faraz terus mendekatkan wajahnya.
"Hagh!" Alia yang kaget mendengadahkan kepalanya ke atas melihat langit yang tiba-tiba menumpahkan air hujan di atasnya.
Faraz terseyum menikmati guyuran air hujan yang semakin lama semakin deras.
"Ayo Kita masuk," ucap Alia yang langsung berlari. Namun Faraz kembali menarik Alia ke sisinya.
"Apa yang Mas lakukan? Hujan semakin deras," Alia mencoba melindungi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Biarkan saja Sayang, Kita habiskan malam ini di bawah guyuran hujan." Faraz menggenggam wajah Alia dan menyatukan kening Mereka.
"Bagaimana kalau Kita masuk angin?"
"Tidak akan terjadi apapun, Sekarang diamlah dan nikmati guyuran hujan ini bersamaku." Faraz langsung melu*mat bibir Alia.
Alia memejamkan matanya dan mulai menikmati permainan lidah Faraz yang telah menerobos masuk ke rongga mulut nya.
Suara khas dari permainan lidah mereka menyatu dengan derasnya hujan yang mengguyur tubuh keduanya.
__ADS_1
Cukup lama mereka menikmati sensasi bercu*mbu di bawah guyuran hujan dengan saling mengesap dan melilitkan lidahnya satu sama lain.
"Maaasss..." lirih Alia dengan nafas yang memburu.
"Hem..."
"Aku mulai kedinginan," ucap Alia yang langsung memeluk tubuh Faraz.
Tanpa mengatakan apapun Faraz langsung membopong tubuh Alia ke dalam. Alia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Faraz dengan mengalungkan kedua tangannya ke leher Faraz.
Faraz langsung membawanya ke kamar mandi dan menurunkan nya di tepi bathub.
"Duduklah disini Aku akan menyiapkan air hangat untukmu."
Alia menggangguk pelan dan menggengam kerah bajunya menahan tubuhnya yang menggigil.
Alia meraih tangan Faraz dan masuk ke bathub bersamanya.
"Duduklah," ucap Faraz yang sudah terlebih dulu duduk di dalam bathub.
Alia menganggukkan kepalanya dan duduk di depan Faraz.
Faraz mendekap tubuh Alia dan membuatnya bersandar di dadanya.
Keduanya memejamkan mata menikmati air hangat yang merendam mereka.
"Apa kamu sudah merasa lebih hangat?"
"Hem." saut Alia yang masih memejamkan mata menikmati air hangat yang merendam tubuhnya.
__ADS_1
Faraz sedikit mendorong tubuh Alia ke depan dan membuka resleting pakaian yang Alia kenakan.
Alia membuka matanya karena terkejut, belum sempat Alia protes, Faraz yang sudah menurunkan pakaiannya mulai menciumi pundaknya.
"Masss..." Alia menggeliat geli saat Faraz mulai menaikan ciumannya ke tengkuknya.
"Aku akan membuatmu lebih hangat." bisik Faraz dengan diiringi nafas yang telah memburu.
Alia melepaskan diri dari jeratan Faraz dengan berpegangan pada tepi bathub membelakanginya. Alia merasakan sensasi yang tidak biasa saat mendapat sentuhan dari Faraz di dalam air hangat.
Faraz terseyum dan menjalari punggung Alia yang telah polos tanpa sehelai benang. Kemudian Faraz kembali menarik Alia ke pangkuannya dan menjelajahi leher samping bawah telinganya.
"Aaaahhhh...." desa*an Alia tak bisa lagi tertahankan saat Faraz mulai aktif bermain di area sensitifnya.
Dari dalam air tangan Faraz meraba perut Alia dan langsung turun ke bawah sana hingga membuat Alia membelalakkan matanya.
"Masss..." des*ah Alia sembari merapatkan pangkal paha nya ketika jari Faraz mulai menerobos masuk kesana.
Faraz yang kesulitan karena jepitan kaki Alia, Melepaskan tangannya. Kemudian Faraz memegang rahang Alia dan mengarahkannya ke belakang. Dengan agresif Faraz langsung melu*mat bibir Alia.
Sementara kedua tangannya meremad kedua buah yang menggantung indah di dadanya.
Mereka terus menikmati malam kebersamaan mereka dengan sangat intim di kamar mandi.
•••
UDAH AHHH TAKUT PADA KEGERAHAN, NTAR AUTHOR SURUH TANGGUNG JAWAB LAGI 🤪
BAIKLAH DI TUNGGU KOPINYA, DI SINI DINGIN BANGET ☕☕☕
__ADS_1