
Setelah puas bercum'bu Bryan melepaskan pagutannya dan menatap kekasih kecilnya dari jarak yang sangat dekat.
Zia terseyum malu-malu menatap Om Bryan yang masih mengungkung dirinya dengan bertumpu kepada kedua tangan di sebelah kanan kiri Zia.
"Om liatin Zianya begitu sih."
"Kenapa, Apa kamu malu?" goda Om Bryan.
Zia hanya menepis wajah Om Bryan menjauh dari wajahnya.
"Oh ya, Liburan ini Zia mau kemana?"
"Gak tau, Papa belum membicarakan tentang liburan."
"Kasih tau Om kalau Zia liburan."
"Jadi inget liburan di Bali," ucap Zia mengalungkan kedua tangannya di leher Om Bryan.
"Apa yang Zia ingat?"
"Saat pertama kali bertemu dan saat Om di pantai."
"Benarkah?"
"Ya, Om begitu menawan saat tidak mengenakan pakaian di tepi pantai."
"Kamu ingin melihatnya lagi?" tanya Om Bryan sembari membuka kancing kemejanya.
"Nggak Om, Jangan." Zia memegang tangan Om Bryan untuk menghentikan tangan Om Bryan yang sedang membuka bajunya.
Om Bryan tertawa menggelengkan kepalanya.
"Apa Kamu takut tidak bisa menahan dirimu?" dengan gemasnya Om Bryan menarik tubuh Zia hingga posisi Om Bryan di antara dua kaki Zia yang terbuka.
"Om..." Zia merasa tegang dengan posisi yang demikian.
Om Bryan terseyum dan membopong tubuh Zia turun dari mejanya.
"Om antar pulang yuk."
Zia menganggukkan kepalanya dan meninggalkan ruangan.
•••
Malam Hari 🌙
__ADS_1
Faraz dan Alia tengah duduk santai di ruang tengah.
Tidak terkecuali dengan Zia yang beraring manja di pangkuan Papahnya. Sedangkan Zayd tiduran di bawah sambil bersandar di kaki Mamanya. Suasana seperti itu membuat Faraz merindukan Zayn yang berada jauh dari Mereka.
"Apa kalian merindukan Zayn?" tanya Faraz yang membuat Alia dan ke-dua anaknya menatap sedih.
Faraz menaikan kedua alisnya menunggu jawaban dari Mereka.
"Sangat," ucap Alia.
"Zia juga."
"Dan Kamu Zayd?"
"Tidak perlu di tanya Pa, Aku selalu merindukannya."
"Kalau begitu liburan kali ini Kita ke kebumen? biar sekalian negokin Zayn?"
"Memang di Kebumen ada wisata menarik Pa?"
"Ada banyak, Wisata alam dan Lautnya tidak kalah indah dengan wisata populer di kota lainnya.
"Aku harus beritahu Om Bryan." batin Zia.
"Aku harus kasih tau Alea, Agar Dia bisa ikut secara diam-diam." batin Zayd.
"Zayd setuju aja Pa, Kalau begitu Zayd tidak dulu ya, Ngantuk."
"Zia?"
"Zia juga setuju Pa, Kalau gitu Zia juga tidur ya."
Faraz dan Alia mengernyitkan keningnya melihat sikap Anak-anaknya.
"Kalau gitu kita juga ke kamar yuk," ucap Faraz mengedipkan matanya.
"Gendong..." dengan manja, Alia mengulurkan kedua tangannya.
"Baiklah." Faraz menggendong tubuh Alia dan membawanya ke kamar.
•••
🍃 Pagi Hari 🌻
Zia yang baru menyelinap keluar dari rumahnya di hadang oleh David yang sudah menunggunya sejak tadi.
__ADS_1
Zia membulatkan matanya melihat David yang sejak kejadian itu tidak lagi menemuinya, Tapi setelah Zia melupakan malam itu, David kembali muncul di hadapannya.
"Berraninya Kau muncul lagi di hadapan ku!"
"Kenapa tidak?" David terseyum smirk sembari mencengkeram lengan Zia.
"Seharusnya setelah kejadian itu Aku melaporkan mu ke polisi, Atau ke Papa ku agar Kau tidak berani lagi mengganggu ku!"
"Lapokan saja pada Papa mu Zia, Dengan itu Aku juga bisa mengatakan jika malam itu Kamu tidur dengan Sugar Daddy itu."
Zia tercengang mendengarnya, Ia tidak menyangka jika David mengetahui jika malam itu tidur di rumah Om Bryan.
"Heh! Kenapa Zia, Apa Kau takut?"
Zia menggelengkan kepalanya dengan tegang.
"Jangan Kau fikir selama ini Aku tidak menemui mu karena Aku takut, Aku tidak menemui mu karena Aku sedang mengumpulkan banyak bukti tentang hubunganmu dengan Sugar Daddy itu!" David menjeda ucapanya sembari menertawakan Zia yang terlihat ketakutan.
"Dan sekarang Aku sudah banyak bukti tentang hubungan mu dengannya." David memperlihatkan foto-foto Zia dan Om Bryan di berbagai tempat.
"Bagaimana jika Papa mu tau ini Zia?"
"Apa mau mu David?"
"Pertanyaan bagus."
David terseyum licik dan memasukkan ponselnya ke saku jaketnya.
"Dengarkan Aku, Jika Kau tidak ingin Papa mu tau tentang hubungan mu dengan Sugar Daddy itu, Maka tinggalkan Dia dan jadilah kekasihku."
"Itu tidak mungkin!" Zia melangkah membelakangi David.
"Kenapa tidak? Apa Kau lebih memilih Papamu tau dan menghajar Sugar Daddy itu, Lalu Kau kehilangan Dia selamanya?"
Zia merasa sedih dengan ancaman David.
"Aku lihat Sugar Daddy itu berkawan baik dengan Papamu, Tentu Kamu akan tau bagaimana jadinya jika orang yang begitu di percayai oleh Papa mu, Ternyata diam-diam mengencani putri remajanya."
"David tolong jangan katakan apapun pada Papa, Aku akan melakukan apapun untuk mu asal kamu tidak memintaku meninggalkannya."
"Tidak bisa Zia, Kau harus meninggalkannya dan jadi kekasihku!"
Zia merasa bingung keputusan apa yang harus Ia ambil.
Bersambung...
__ADS_1
📌 BACA JUGA NOVEL KAKAK SULUNG ZAYN DI "BERSAING CINTA DENGAN USTADZ" DAN NOVEL "SUAMI YANG KU BELI" SERTA NOVEL LAINNYA 🤗
TERIMAKASIH UNTUK YANG TETAP SETIA 😘♥️♥️♥️