
Alia memangku Zayd dan memberinya ASI.
Sambil terus menyusui bayinya, Alia menatap Faraz yang terlihat gelisah. Bahkan Alia sengaja membuka dadanya lebih lebar untuk memancing reaksi Faraz. Namun Faraz tetap terlihat tak tertarik seperti biasanya yang begitu melihat dadanya langsung ingin melahapnya.
"Mas, Katanya mau bicara, Kok sekarang diam saja?"
"Biarkan Zayd tidur dulu."
"Nanti kalau Zayd tidur, Giliran Zayn yang bangun, Memang apa sih sampai membuat Mas gelisah?"
Faraz hanya tersenyum tipis, Ia tidak tau bagaimana cara bicara pada Alia, Faraz benar-benar takut jika Alia akan kembali salah faham padanya.
Setelah Zayd kembali tertidur, Alia kembali menidurkannya di Box.
Kemudian mendekati Faraz dan mendorong tubuh Faraz perlahan hingga Faraz berbaring di ranjangnya.
Alia mulai merangkak naik hingga wajah Mereka sejajar saling berhadapan.
Faraz hanya menatap Alia dingin seperti orang bingung.
"Sayang... Apa yang mengganjal hatimu?" tanya Alia sembari memberikan kecupan padap rahang bawahnya.
Faraz memejamkan mata dan mengalihkan wajahnya. Hatinya benar-benar merasa terganggu dengan peristiwa malam itu.
Alia terus berusaha membuat Faraz relax dengan memberikan kecupan-kecupan lembut padanya.
"Aku merindukan mu," bisik Alia dengan suara yang menggoda telinganya.
Faraz yang mendengarnya mulai menikmati sentuhan dan kecupan lembut dari Alia. Sentuhan yang sudah lama tidak Alia berikan setelah sibuk mengurus kedua jagoannya.
__ADS_1
Kini Alia memainkan lidahnya di daun telinga Faraz, Dimana area itu yang paling membuat Faraz tidak bisa menahan gelinya.
Faraz segera membalikkan tubuhnya hingga kini dirinya yang berada di atas Alia.
"Dengarkan Mas Sayang, Mas sangat mencintaimu, Apapun yang terjadi Mas sangat-sangat mencintaimu, Jika Kamu bertanya hal apa yang Mas takutkan dalam dunia ini, Maka akan Mas pastikan hal yang Mas takutkan di Dunia ini adalah kehilanganmu." ucap Faraz dengan tatapan sendu.
"Ada apa Mas, Katakan Apa yang membuat Mas gelisah?"
"W-w... Wanita itu."
Alia kembali mengingat saat Ia melihat Faraz tidak mengenakan pakaian dengan Wanita lain di kamarnya.
"Sayang," Faraz melihat mimik wajah Alia yang seketika berubah.
Alia mendorong tubuh Faraz dari atas tubuhnya.
"Sayang dengarkan Mas baik-baik." Faraz meraih tangan Alia yang ingin beranjak turun.
Hal inilah yang membuat Faraz resah, Hingga membuatnya ragu untuk kembali mengungkit masalah wanita itu kepada Alia. Tapi jika Dia tidak mengatakannya dan mengambil keputusan sendiri, Faraz takut akan lebih membuat Alia marah jika suatu saat Alia mengetahui jika Faraz masih berhubungan dengan Wanita itu.
"Mas!"
"Hagh!" Faraz tersentak dari lamunannya.
"Jangan katakan sekarang Wanita itu mengaku hamil setelah kejadian malam itu."
"Sama sekali tidak Sayang, Kenapa Kamu jadi begitu cemburuan, Dulu sikapmu tidak seperti ini saat berhadapan dengan Kavita, Tapi kenapa sekarang..."
"Beda Mas! Dulu Mas dan Kavita hanya masa lalu dan memang Kalian bertetangga, Tapi dengan Wanita ini, Mas berada dalam satu kamar dalam keadaan tidak berpakaian, Wanita mana yang tidak curiga?"
__ADS_1
Karena suara Alia yang cukup keras membuat Zayn menangis kemudian di ikuti oleh Zayd.
Alia pun menghentikan kemarahannya dan mengambil Zayn.
Sementara Faraz menggendong Zayd dan membawanya keluar.
Faraz menyuruh Baby Sitter untuk menyiapkan stok ASI yang telah di perah dan memberikannya pada Zayd.
Setelah Suster mengambil alih Zayd dari tangan Faraz, Faraz keluar menemui penjaga.
"Siapa yang bertugas pada malam Minggu saat Istriku menginap di rumah Ibunya?" tanya Faraz kepada kedua penjaga rumahnya.
"Saya Tuan,"
"Apa Kamu juga yang mengantar ku ke kamar?"
"Itu benar Tuan."
"Lalu apa yang terjadi setelah itu? E-e Maksudmu seorang Wanita juga mengantarku kan?"
"Ya,"
"Apa Kamu juga membiarkan Dia berada di kamarku?"
"Tentu tidak, Karena hampir pagi dan Dia tidak memiliki kendaraan Dia meminta izin untuk menginap, Dan Bibi menyuruhnya tidur di ruang tamu, Memang apa yang terjadi Tuan?"
"Bukan urusanmu." ucap Faraz yang langsung pergi meninggalkan pos keamanan.
"Jika begitu, Berarti Nindi menyelinap masuk setelah semua orang lengah dan Itu artinya yang di katakannya benar. Hhhhuuuuuffff... Syukurlah. Sekarang Aku hanya perlu meyakinkan Alia dan mencari solusi untuk masalah Nindi."
__ADS_1
Bersambung...
BAIK ADA KONFLIK ATAUPUN TIDAK, KOMENNYA DONG, BISR AUTHOR SEMANGAT ☺️