
"Kita sarapan?" tanya Faraz sembari mengurai pelukannya.
Alia menggelengkan kepalanya.
"sedikit saja, Kamu tidak mau kan saat bertemu Zyan dan Zayd tenagaku habis dan tidak bisa menggendongnya?"
Dengan perasaan yang tidak bisa di gambarkan Alia menganggukkan kepalanya.
Faraz terseyum dan mengambil sarapan kemudian menyuapinya.
"Yang banyak, Sekarang Putra Kita sudah lebih berat dari sebelumnya," ucap Faraz terus mencoba membuat Alia memikirkan kedua putranya.
Dengan kesedihan dan semangatnya bertemu Si Kembar, Alia terus memakan hingga habis tak tersisa.
Faraz menghelai nafas lega dan memakaikan sepatu flat pada Alia.
Kemudian Ia mengambil sepatunya dan mengambil kotak obat untuk memperban luka kakinya terlebih dahulu.
Dengan memangku sebelah kakinya Faraz mencoba membalut luka yang terlihat cukup dalam yang sejak tadi tidak Ia rasakan.
Alia yang melihat Faraz kesulitan, Beranjak dari duduknya dan mendekatinya.
"Mas terluka?" tanya Alia sedih.
"Ini hanya luka kecil Sayang, Jangan hawatir." Faraz terseyum dan memegang tangan Alia sejenak.
"Berikan padaku." Alia langsung berdiri dengan kedua lututnya dan mengambil alih perban di tangan Faraz.
Faraz membiarkan Alia melakukannya karena ini perubahan yang sangat baik untuk keluar dari traumanya.
"Maafkan Aku, Gara-gara Aku Mas jadi terluka."
"Ini bukan salahmu Sayang, Nanti juga sembuh." Faraz meraih kedua tangan Alia untuk kembali berdiri.
"Kita pulang sekarang?"
Alia mengangguk dengan semangat.
Mereka pun meninggalkan kamar hotel yang begitu berantakan seperti kapal pecah.
•••
Sekitar dua jam perjalanan udara dan darat akhirnya Mereka sampai di rumah. Faraz menitah Alia masuk ke dalam dan di sambut oleh Zeenat yang sebelumnya sudah di beritahu oleh Faraz melalui pesan suara. Zeenat menyambutnya seperti biasa dan tidak ingin menyinggung hal buruk yang telah menimpanya agar Alia tidak mengingatnya lagi.
__ADS_1
"Sayang..." Zeenat memeluk Alia dan menciumi pipinya.
"Nindi... Ratna..." bawa Zain dan Zayd kemari." pekik Zeenat.
Tidak lama kemudian Nindi dan Ratna dan membawa si kembar di gendongan masing-masing.
Seketika senyum Alia mengembang melihat kedua Putranya.
"Zayn... Zayd..." Alia langsung menciumi kedua Putranya secara bergantian.
"Faraz, Bagaimana hal buruk itu terjadi?" bisik Zeenat.
"Aku akan menceritakan semuanya, Tapi tidak sekarang, Sekarang tolong bantu Alia pulih."
"Baiklah." Zeenat mengangguk dan kembali mendekati Alia.
"Kita masuk dulu Sayang, Pasti kamu capek kan?" ucap Zeenat mengusap kepala Alia dengan lembut.
"Tapi biarkan Aku bersama Zayn dan Zayd dulu Ibu."
"Pasti Sayang. Nindi... Ratna... Bawa Mereka ke kamar Menantuku."
"Baik Nyonya."
Faraz kembali menitah Alia naik ke lantai atas.
Setelah sampai kamar, Faraz meminta Nindi dan Ratna membaringkan Zayn dan Zayd di ranjangnya.
Begitupun dengan Alia yang langsung naik ke ranjang dan melihat kedua Putranya dengan senyum bahagia.
"Kalian keluarlah, Biarkan Zayn dan Zayd bersama Kami." ucap Faraz.
Nindi dan Ratna mengangguk dan meninggalkan kamar.
"Ibu juga keluar dulu Sayang, Jika perlu sesuatu, panggil Kami."
"Tentu, Terimakasih Ibu." saut Faraz.
Zeenat pun mengangguk dan pergi meninggalkan kamar.
Faraz terseyum bahagia melihat Alia yang terlihat lebih baik setelah melihat ke-dua Putranya.
"Kamu mau mandi dulu?" tanya Faraz mengusap lembut kepala Alia.
__ADS_1
"Masih pengin main sama Mereka." ucap Alia yang tidak berhenti menciumi Putranya.
"Kalau gitu Mas ambilin Air hangat ya buat kompres ASI nya,"
Alia mengangguk dan kembali mengajak bicara kedua Putranya.
Setelah lima menit, Faraz kembali dengan membawa wadah berisi air hangat dan handuk kecil.
"Mau Mas kompresin?"
"Nggak, Mas mandi aja."
"Baiklah, Panggil seseorang jika membutuhkan sesuatu."
Setelah mengompresnya dan menyu'sui Zayn dan Zayd.
Alia merasa semakin membaik, Payu'dara yang beberapa hari ini terasa begitu sakit perlahan hilang seiring tegukan demi tegukan yang kedua Putranya lakukan.
Dengan terus menatap kedua wajah Putranya, Alia seolah lupa dengan peristiwa buruk yang sudah menimpanya.
Faraz keluar dari kamar mandi dan melihat Alia dengan setengah berbaring menyu'sui Zayn, Sementara Zayd terlihat sudah tidur di sampingnya.
"Syukurlah, Alia lebih baik setelah melihat kedua Putranya." batin Faraz sembari duduk di sampingnya.
"Sayang..." lirih Faraz, Ketika melihat Alia yang terlihat mulai mengantuk.
"Berikan Zayn, Sudah waktunya Kamu istirahat."
"Tapi Mas..."
"Nanti main sama Mereka lagi, Mereka juga sudah tidur."
Alia menganggukkan kepalanya dan membiarkan Faraz mengambil Zayn dari tangannya.
Faraz membawa Zayn keluar untuk di tidurkan di kamar Bayi.
Sementara Alia membenarkan posisinya dan langsung memejamkan mata.
Ketika Faraz kembali ke kamar bersama Ratna, Faraz melihat Alia yang sudah tertidur. Faraz pun menyuruh Ratna membawa Zayd ke kamar Bayi. Kemudian Faraz menyelimuti seluruh tubuh Alia dan mengecup keningnya.
"Semoga Alia tidak mengingat kejadian buruk itu lagi." batin Faraz yang kembali mengecup kening Alia.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
EH BACA JUGA PESONA MAJIKAN'KU, DI NT SEPI BANGET, RAMEAN DI FB, KALAU MAS BUCIN GRAGAS RAMEAN DI SINI DARIPADA DI FB,
NTAH LAH APA SEBABNYA KENAPA PENGHUNI FB DAN NT BERBEDA SELERA, PADAHAL SAMA-SAMA MAS DUDA DAN KANG NYOSOR 🤣🤣🤣