Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Keresahan Hati Om Duda


__ADS_3

Satu minggu lebih Zayd berusaha keras untuk melupakan Alea. Namun bukannya lupa, Zayd malah semakin mengingatnya sehingga menganggu konsentrasinya dalam bekerja.


Bahkan terkadang Ia meluapkan kemarahan kepada staf kantor yang tidak salah apa-apa.


Seperti hari ini Zayd tidak bisa mengontrol emosinya di tengah meeting dengan menggebrak meja dan suara kerasnya yang membuat semua staf tertunduk takut. Melihat hal itu Zayd menyadari jika sikap seperti itu, Bukanlah dirinya sama sekali, Zayd pun memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan secara perlahan.


"Maafkan Saya, Kita tunda meeting ini," ucap Zayd yang langsung meninggalkan ruangan.


Zayd meninggalkan kantor untuk menghilangkan kegundahan hatinya.


Namun kemanapun Ia pergi, Tidak bisa mengurangi rasa rindunya pada Alea, Bayangan Alea selalu melintas dalam pikirannya, Bahkan saat memejamkan mata pun Ia dapat melihat senyuman manis Alea yang memperlihatkan lesung pipinya.


"Alea." lirihnya memejamkan mata sekejap.


Baru saja membuka mata, Zayd membelalakkan mata melihat seorang gadis menyebrang di depan mobilnya.


Zayd mengerem mendadak dan melihat gadis itu menurunkan kedua tangan yang menutupi wajahnya karena hampir saja tertabrak mobilnya.


Zayd hanya melihat wajahnya sekilas karena gadis itu kembali berlari.


Kemudian tiga Pria berlari di belakangnya.


Zayd berfikir sejenak dan mengingat kata-kata Alea yang mengatakan sedang dalam pelarian.


"Jangan-jangan gadis tadi benar Alea." batin Zayd yang memang belum yakin karena akhir-akhir ini sering melihat bayangan Alea di mana-mana.


Zayd bergegas turun dari mobil dan ikut berlari mengejar Mereka. Benar saja, Gadis yang dalam pengejaran tiga Pria itu adalah Alea.


Zayd melihat tiga Pria itu berhasil menangkap Alea.


Namun Zayd masih berdiam diri karena pikirannya masih berperang antara cinta dan permusuhan orang tuanya. Sampai ketiga Pria itu menyeret Alea menjauh darinya, Zayd belum bisa memutuskan apa yang harus Ia lakukan.


•••


Om Bryan yang sudah tidak tahan lagi karena sudah lebih dari satu minggu berlalu Zia benar-benar tidak lagi datang padanya memberanikan diri datang ke rumahnya.


Ting Tong...


Seorang Asisten rumah tangga menyambut kedatangan Bryan dan mempersilahkan masuk. Kemudian memanggil Tuannya.


"Hey Bryan." sapa Faraz yang menuruni anak tangga.


"Tuan Faraz." Bryan kembali berdiri untuk menyambutnya.


"Ayo lah Bryan, Berapa kali Aku bilang, Jangan panggil Aku Tuan di luar pekerjaan."

__ADS_1


Bryan mengangguk pelan dan merasa canggung, Bagaimana mungkin Ia memanggil namanya saja, Sedangkan Dirinya menaruh hati pada Putrinya.


"Duduklah Bryan."


Bryan mengangguk dan duduk berhadapan dengan Faraz.


"Oh ya, Kemana Anak-anak, Kenapa terlihat sepi?" tanya Bryan yang sambil mencari-cari Zia ke dalam.


"Zayn sekarang berada di Pesantren, Zayd belum pulang dan..."


"Zia?" sambung Bryan yang sudah tidak sabar lagi mengetahui keberadaannya.


"Zia tadiiii... Nah itu Dia, Baru saja di omongin."


Seketika Bryan merasa hatinya begitu berdebar menatap kedatangan Zia.


Zia menatap Bryan dan menarik nafas dalam-dalam berusaha bersikap dingin padanya.


"Zia, Kemarilah beri salam pada Om Bryan," ucap Faraz yang melihat Zia hanya berdiri di depan pintu.


Zia mengangguk pelan dan melangkah menjabat tangan Om Bryan.


Bryan menatap Zia yang terus menundukkan pandangannya tanpa mau menatap wajahnya.


Bryan mengangkat tangannya seakan ingin menghentikannya. Namun Ia mengurungkan niatnya karena mengingat Faraz di depannya.


"Selamat sore Tuan Bryan," ucap Alia yang menyajikan teh sendiri.


"Ayolah Nyonya Alia, Jangan memanggilku Tuan."


"Lalu Aku harus memanggil Nama saja? Rasanya Itu tidak sopan," ucap Alia terseyum.


Bryan terdiam, Rasanya semakin sulit menjelaskan hubungannya dengan Zia."


"Oh ya, Bagaimana kabar Putri mu?" tanya Faraz mengagetkan Bryan.


"Putriku sedang liburan, Itu sebabnya Aku merasa bosan dan datang kemari, E.. Jadi kalau boleh Aku juga ingin menginap di sini."


"Ya tentu, Tidak perlu sungkan, Kamu bebas menginap di sini berapa hari pun Kamu mau."


Terimakasih banyak Tuan, E.. Maksudku Faraz."


"Ya, Beristirahat di kamar biasa, Kami tidak perlu mengantarnya kan?"


"Tidak, Terimakasih banyak." ucap Bryan yang beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Ke kamar juga yuk," ucap Faraz kepada Alia.


"Mau ngapain, Ini masih sore, Lagian Aku harus menyiapkan makan malam "


"Ya baiklah, Sekarang Kamu boleh menolak, Tapi nanti malam, Kamu tidak boleh menolaknya," ucap Faraz mengedipkan matanya.


"Masih saja." Alia beranjak dari duduknya namun Faraz kembali menarik tangannya hingga duduk di pangkuannya.


"Mas, Gimana kalau Tuan Bryan kembali?"


"Tidak akan." Faraz langsung menciumi pipi Alia.


"Tapi tadi Mas bilangnya ntar malam."


"Dikit doang, Sudah lama loh Kita tidak begini." Faraz terus menyapu pipi Alia turun ke rahang dan ke lehernya.


"Iya, Tapi tidak sekarang dan tidak di sini." Alia melepaskan kedua tangan Faraz dari perutnya dan turun dari pangkuannya.


Kemudian pergi ke dapur menyiapkan makan malam.


•••


"Tuan Zayd tolong Aku." pekik Alea yang di seret ketiga Pria itu dengan paksa.


Zayd melangkahkan kakinya dan terus mengikutinya.


"Tuan Zayd, Ku mohon, Aku tidak ingin di nikahkan paksa oleh Ayahku." pekiknya lagi.


Zayd masih diam dan hanya menatap Alea yang terus berusaha memberontak.


Ketiga Pria itu memaksa Alea masuk ke mobilnya hingga membuat Zayd bereaksi dan berlari ke arah mobil itu.


Zayd menahan pintu yang hampir tertutup. kemudian membukanya lebar-lebar dan mencengkeram kerah salah satu Pria yang duduk di samping Alea lalu melemparnya keluar.


Kedua Pria yang bersamnya kembali turun dan menyerang Zayd.


Zayd menghadapi Mereka seorang diri dengan tangan kosong.


Memiliki ilmu beladiri yang cukup baik membuat Zayd bisa mengimbangi pertarungan Mereka.


BERSAMBUNG...


MOHON KESABARANNYA YA, AUTHOR MASIH SIBUK, SEMALAM GAK BISA TIDUR, INI AJA NGANTUK BANGET AUTHOR PAKSAIN NULIS,


JADI KALAU ADA TYPO MOHON DI KOTEKSI DENGAN LANGSUNG MENCANTUMKAN DI MANA LETAK KESALAHANNYA 🙏

__ADS_1


__ADS_2