Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
3Z Bersaudara


__ADS_3

Setelah cukup lama berfikir, Zayn kembali menatap Devita.


Hatinya masih merasa ragu dengan apa yang baru saja Ia lihat,


Apa lagi hubungannya dengan Clarissa yang sedang hangat-hangatnya Membuat Zayn menepis apa yang terjadi di depan matanya.


"Aku masih tidak percaya ini, Untuk apa Dia melakukan itu padaku?"


"Aku tidak tau Zayn, Tapi Aku dengar sendiri."


"Aku malah jadi curiga kepadamu, Jangan-jangan ini siasat mu untuk menarik perhatian ku?"


"Zayn! Kenapa Kau masih tidak percaya padaku, Aku menolongmu, Jika Aku yang melakukannya kapan Aku memasukan benda haram itu ke saku mu."


"Bisa saja kan saat tadi kamu menarikku?"


"Zayn kamu boleh membenci orang tuaku, Tapi jangan membenciku dan mengabaikan keselamatan mu, Aku menolongmu agar kamu tidak tertangkap polisi dan membuat nama baik keluarga dan karirmu hancur."


"Aku tetap tidak percaya ini, Aku harus mendengar penjelasan langsung dari Clarissa."


"Zayn..."


"Sekarang Turunlah dari mobilku."


"Zayn Kau..." dengan sangat terpaksa Devita turun dari mobil Zayn yang tadinya Ia kemudi.


Zayn berpindah duduk di kursi kemudi dan membuang benda haram itu ke luar dari mobil ke sembarang arah lalu meninggalkan Devita begitu saja di tengah jalan yang sedang di guyur hujan.


•••


Setelah Mandi bersama Faraz dan Alia keluar dari kamarnya dan bersiap untuk makan malam.

__ADS_1


Mereka melihat meja makan yang masih kosong, Tanpa melihat ke-tiga Anaknya.


"Anak-anak kok sampai jam segini belum pulang?" tanya Faraz yang melihat jam yang menunjukan pukul 20.45 WIB.


"Nggak tau, Mungkin Zayn dan Zayd masih sibuk dengan pekerjaannya, Kalau Zia kata Pak Sardi sedang belajar bersama di rumah temennya."


"Tapi ini sudah malam loh, Belajar apa sampai malam gini?"


Alia mencebikan bibirnya dan sembari mengangkat kedua bahunya.


•••


Bryan melihat ke luar jendela dan melihat hujan masih tidak juga reda.


Kemudian melihat Zia yang terlihat sudah tidur di sofa.


posisi tidur yang miring membuat lekuk tubuh Zia terlihat begitu sempurna, Apa lagi kemeja yang Ia kenakan tertarik ke atas hingga memperlihatkan sebagian paha mulusnya membuat Pria normal manapun akan menelan salivanya. Namun Bryan segera menepis pikiran kotornya dan melangkah mendekatinya, Dengan lembut Bryan mengusap kepala Zia.


"Zia..." ucapnya lembut.


Perlahan Zia membuka matanya, Samar-samar Zia menatap Om Duda pujaan hatinya.


"Zia, Om antar pulang yuk?"


Zia beranjak duduk dan merenggangkan kedua tangannya yang membuat dadanya membusung hingga membuat Bryan mengalihkan pandangannya.


"Nggak Om, Nanti ketahuan Papa."


"E-e Om antar sampai gang."


"Tapi Om janji ya, Zia masih boleh menemui Om lagi?" Zia memegang pergelangan Bryan hingga lutut Mereka menyatu.

__ADS_1


"Ya." jawab Bryan singkat.


"Kalau begitu Zia ganti baju dulu ya, Gak mungkin kan Zia pake kemeja Om sampai rumah."


Bryan mengangguk dan melihat Zia yang langsung berlari ke kamar mandi.


•••


Sedangkan Zayd tengah mencari data Alea di daftar nama para karyawannya. Ia melihat nama Alea Andreana yang beralamat di Surabaya Jawa timur lengkap dengan RT RW nya.


"Kalau Dia asli Surabaya, Lalu di mana Sekarang Ia tinggal," batin Zayd.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?"


"Tidak." Zayd langsung keluar dan pergi meninggalkan kantornya.


Sesampainya di gang perumahan Zayd menghentikan mobilnya karena ada mobil berhenti di depannya.


Zayd menyandarkan kepalanya menunggu mobil itu pergi. Namun seketika itu juga Zayd langsung membelalakkan matanya melihat gadis menggunakan seragam turun dari mobil tersebut.


Zayn terus memperhatikan mereka dengan mengusap-usap kaca mobilnya untuk memperjelas penglihatannya.


"Zia." lirih Zayd begitu melihat dengan jelas jika gadis berseragam itu adalah Adiknya.


"Dengan siapa Zia malam-malam begini," gumam Zayd yang melihat Bryan turun dan mengusap kepala Zia, Kemudian masuk ke mobil dan meninggalkannya.


Zia melangkah masuk ke perumahan di tengah rintik hujan yang masih tersisa, Zayd segera menyusulnya dan menghentikan mobil di depannya dengan membunyikan klakson."


"Zia masuklah," pekik Zayd membuka kaca mobilnya.


"Kak Zayd." Zia menjadi tegang takut Zayd melihat dirinya dan Om Bryan.

__ADS_1


Bersambung...


📌 BACA JUGA SUAMI YANG KU BELI, YANG AKAN SEGERA MEMASUKI BAB BAPER 🥰♥️


__ADS_2