
Mereka telah kembali ke Jakarta.
Suasana rumah terasa ada yang kurang tanpa ke hadiran Zayn.
Meskipun Mereka jarang bisa berkumpul bersama. Namun ketidak hadirannya tetap membuat Mereka merasa ada yang kurang, Terutama Zayd yang begitu tulus menyayangi Kakaknya meskipun terkadang Mereka berkelahi karena perbedaan pendapat.
Mereka kembali ke kamar masing-masing dengan wajah murung.
Tidak terkecuali Faraz dan Alia yang juga tidak kalah sedihnya.
Meskipun begitu, Faraz harus memilih jalan itu untuk membimbing Putranya yang semakin liar dalam pergaulannya.
Alia meluk Faraz dari belakang. Hatinya benar-benar merasa sedih karena harus berjauhan dengan Putra sulungnya untuk pertama kalinya.
Faraz menghelai nafas panjang dan memutar tubuhnya. Kemudian kembali memeluk Alia dengan erat.
"Maafkan Mas Sayang, Kamu jadi harus jauh dengan Zayn.
"Tidak Mas, Ini yang terbaik untuk Putra Kita, Aku hanya perlu waktu."
"Semoga waktu bisa memperbaiki semua," ucap Faraz mengecup pucuk kepala sang istri.
Sedangkan Zayd tengah berada di kamar Zayn mengingat kebersamaan Mereka, Saat Mereka tertawa, Saling ejek, Sampai berkelahi. Zayd memegang barang-barang milik Zayn dengan sedih.
Kemudian mengambil foto di atas nakas dan melihat tawa lebar Zayn saat berada di gedongannya.
"Aku akan sangat merindukanmu Zayn." Zayd membaringkan tubuhnya dan memeluk foto itu hingga terlelap.
Keesokan harinya 🍁
David menjemput Zia ke sekolahnya. Namun Zia yang sudah berencana mampir ke kantor Om Bryan menolak ajakan David untuk jalan dengannya.
__ADS_1
Untuk kesekian kalinya David menahan kekecewaannya pada Zia. Namun sekuat hati David tidak menunjukan rasa kecewanya dan membiarkan Zia pergi meninggalkannya.
David melihat kepergian Zia dan membuntutinya.
David ingin mengetahui apa alasan Zia selalu menolak ajakannya, Padahal David sudah berkali-kali merencanakan kencan romantis untuk mengungkapkan rasa cintanya, Namun Zia tidak pernah memberinya kesempatan padanya.
David menghentikan mobilnya di sebrang jalan Kantor.
David melihat Zia yang berdiri di depan gerbang menghubungi seseorang.
David terus mengawasi gerak-gerik Zia hingga Seorang Pria dewasa keluar menemuinya.
David membuka kacamata hitamnya dan memperhatikan wajah Pria yang usianya lebih dari setengahnya.
"Jadi ini alasan Zia selalu menolak ajakan ku," batin David.
David bergegas menutup pintu mobilnya saat melihat Pria itu mengajak Zia masuk ke mobilnya.
Pria itu berhenti di sebuah restoran tak jauh dari kantor kemudian membukakan pintu mobil dan mengajak Zia masuk bersamanya.
David ikut turun dan mencari tempat duduk tidak jauh dari Mereka dan terus menguping apa yang Mereka bicarakan.
Setelah memesan makanan, Om Bryan mulai mengajak bicara Zia dengan sangat hati-hati agar tidak melukai hatinya.
"Seharusnya Om mengatakan ini sejak dulu agar Zia tidak terus berharap pada Om," Bryan yang melihat ketegangan di wajah Zia menjeda ucapanya.
"Apa Om?" tanya Zia yang merasa sudah tidak enak hati.
"Sebenarnya Om sudah memiliki calon istri."
"Apa!" lagi-lagi Zia terkejut dan kembali patah hati.
__ADS_1
Begitupun David yang tengah mengupingnya.
"Maafkan Om, Sebelumnya memang Om membuka diri untuk siapapun, Tapi sepertinya Om harus menutupnya karena Bella sudah menentukan pilihannya untuk Om."
"Apa Om mencintainya?" tanya Zia dengan tatapan tegasnya.
Bryan terseyum tipis mendengar pertanyaan Zia.
"Untuk seusia Om, Cinta bukan hal yang utama, Karena prioritas utama Om adalah kebahagiaan Bella, Selama ini Bella tidak menyukai Wanita manapun yang dekat dengan Om, Hanya Anita yang bisa merebut hatinya sampai Bella menginginkan pernikahan ini terjadi."
Zia yang mendengar pengakuan Om Bryan tidak mampu lagi menahan air matanya. Ia segera beranjak dari duduknya dan berlari meninggalkan Restoran.
Bryan mencoba berlari mengejarnya, Namun di cegah oleh David.
"Jangan berrrani mengejarnya!" dengan kasar David mendorong dada Bryan dan langsung berlari mengejar Zia.
Bryan hanya bisa melihat Zia berlari hingga menghilang dari pandangannya.
Zayd yang tidak melihat Alea masuk ke kantor, Begitu pulang kerja langsung ke kosannya. Namun di kosan Zayd juga tidak menemukan Alea berada di sana.
Zayd pun bertanya pada penghuni yang lain dan mengatakan jika Alea baru saja meninggalkan kosan dan kembali ke Surabaya. Hal ini membuat Zayd sangat marah karena tidak ada izin maupun pengunduran diri darinya.
"Berrraninya Kau meninggalkan ku Aleaaaaa!!!" teriak Zayd sembari memukul stir mobilnya.
Zayd mengerem mendadak menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Ia mengusap wajahnya dengan kasar dan tidak mampu lagi menahan air matanya. Bagaimana tidak, Zayd yang baru pertama kalinya merasakan jatuh cinta harus mengalami patah hati sebelum mengungkapkan rasa cintanya.
Bersambung...
__ADS_1
📌 YANG BELUM ADD FB AUTHOR, SILAHKAN ADD I'TSMENOOR YANG PROFILNYA OM DUDA 😀