
Faraz mengecup dan mengusap perut Alia dengan penuh kasih sayang.
Alia terseyum dan mengusap rambut Faraz. Ia benar-benar tidak menyangka jika Faraz cukup tau banyak tentang agama. Karena sejak Alia mengenalnya, Faraz lebih sering menunjukan sikap sombong dan arogannya.
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Faraz sembari mengecup tangan Alia.
"Aku sedang mengagumi calon Ayah dari anak-anak ku,"
Faraz terseyum mendengar ucapan Alia yang terdengar sangat manis di telinganya. Ia segera bangkit keatas tubuh Alia dengan bertumpu pada kedua tangan dan lurutnya.
"Darimana Kamu belajar kata-kata semanis itu?" tanya Faraz yang langsung mengecup bibir Alia.
"Tidak ada yang mengajariku, Kata-kata itu keluar dengan sendirinya begitu Aku menatapmu."
Cup, Faraz kembali mengecupnya.
"Baiklah, Sekarang tatap Aku dan katakan hal manis lainnya, Cup..."
"Suamiku yang Soleh."
Cup...
"Suamiku yang tampan."
Cup...
"Suamiku yang baik hati."
Cup...
Faraz terus mengecup bibir Alia setiap kali Alia mengatakan hal yang manis untuknya, Kecupan itu kembali membangkitkan gair*ah Keduanya hingga membuat keduanya kembali bercinta.
•••
Setelah tidak memiliki harapan lagi, Kavita mengirim pesan kepada Ibu Mertuanya jika Ia telah mengambil keputusan.
Divya pun tersenyum bahagia membaca pesan dari Kavita dan bergegas menjemputnya.
"Kamu lihat itu Dev, Anak dan istri mu mau kembali padamu," ucap Ayah yang bergantian menjaga Dev.
"Tapi bagaimana dengan masalah yang membuat ku jadi seperti ini Ayah?"
"Jangan khawatir Dev, Kita lakukan tes DNA jika Dia berani menuntutmu,"
Tidak lama kemudian Kavita beserta bayinya tiba di rumah keluarga Dev.
Mereka langsung ke rumah karena Keluarga Dev berencana merawat Dev di rumah setelah kondisi Dev cukup membaik.
"Kamu beristirahatlah di kamar mu, Kami tengah mengurus kepulangan Dev agar kita bisa merawatnya bersama di rumah." uca Vidya terseyum.
__ADS_1
Kavita hanya mengangguk pelan dan masuk ke kamarnya.
Ia tertegun merlihat di sisi ranjang besarnya sudah terletak ranjang seperti ranjang rumah sakit, lengkap dengan segala peralatan canggihnya.
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika rumah tangga yang Ia idam-idamkan bersama Pria yang begitu Ia cintai akan mengalami banyak masalah yang membuatnya menyesali keputusannya.
•••
Setelah lebih dari 6 bulan masa pemulihan pasca keguguran,
Alia berlari bahagia memeluk Faraz yang baru keluar dari kamar mandi.
Ia harus menjinjitkan kakinya agar bisa mencapai pundak Faraz yang hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.
"Hey!" Faraz menoleh ke belakang dan sedikit melipat lututnya agar Alia bisa meraih yang Ia inginkan.
Alia mengecup pundak Faraz, Mejamkan matanya dan merasakan aroma segar dari harumnya sabun mandi yang masih menempel ditubuhnya.
Faraz terseyum heren melihat Alia yang terlihat lebih agresif dari biasanya.
Alia menaikan kecupannya ke bawah telinga Faraz hingga mengendus dan menggesek-gesekkan hidung mancungnya ke daun telinga Faraz.
"Ssshhh..." Faraz menggeliat geli merasakan sentuhan dan hangatnya nafas Alia di telinganya.
"Buka matamu." lirih Alia yang melihat Faraz memejamkan mata menikmati sapuan bibir Alia.
Sebuah benda kecil dengan dua garis merah di depan matanya membuat Faraz membeku seketika.
Ia menoleh ke Alia dengan tatapan tak percaya.
Alia menaik turunkan alisnya dengan senyum mengembang di bibir merahnya.
Faraz segera memutar tubuhnya dan menangkup wajah Alia.
Menanyakan kebenaran apa yang baru saja Ia lihat.
"Sayang ini artinya?" Faraz sampai tidak bisa melanjutkan pertanyaannya.
"Artinya ada hasil jerih payah mu di sini," ucap Alia yang meletakkan tangan Faraz sembari menertawakan ucapannya sendiri.
"Jadi Kamu benar-benar hamil lagi?"
Alia menganggukkan kepalanya dengan bahagia.
"Yeyyy... Yuhuuu...." Faraz mengangkat tubuh Alia dan berputar-putar mengekspresikan perasaannya yang begitu bahagia.
"Mas... Cukup, Aku pusing." Alia memegangi keningnya.Di ikuti Faraz yang menurunkan tubuh Alia dari gendongannya.
"Maafkan Aku Sayang, Aku sangat-sangat bahagia." Faraz berlutut menyibak baju Alia dan menciumi perutnya.
__ADS_1
Alia terseyum mengusap kepala Faraz yang terlihat begitu bahagia dengan kabar yang Ia sampaikan.
"Tapi Sayang ini sudah pasti?" Faraz kembali berdiri menatap Alia.
"Sayang, Aku telat Haid biasanya hanya dua hari, Ini sudah lebih dari satu minggu dan garis dua ini juga cukup jelas kan?"
"Sayang, Biar Kita lebih yakin lagi, Kita ke dokter ya."
"Baiklah."
Faraz segera mengenakan pakaiannya dan bergegas meninggalkan rumahnya.
•••
Faraz mengajak Alia ke Dokter Spesialis kandungan.
Tidak perlu mengantri, Mereka langsung masuk dan di tangani
Setelah sesi tanya jawab dan menunjukan hasil Testpack, Dengan yakin Dokter mengatakan jika Alia menang tengah mengandung.
"Ini sudah sangat jelas jika memang Anda tengah mengandung,"
"Berapa usia kehamilannya Dokter?" tanya Faraz yang begitu antusias.
"Sesuai perhitungan dari terakhir istri anda haid usia kandungannya baru menginjak usia 5 Minggu."
Faraz terseyum mengusap kepala Alia.
"Kalau begitu silahkan berbaring,"
Alia mengangguk dan berbaring di ranjang yang telah tersedia.
Dokter mulai memeriksa detak jantung bayi dalam kandungan Alia.
Faraz melihat dengan penuh antusias.
"Bagaimana Dokter?" tanya Faraz yang begitu penasaran.
"Jantung janin mulai terbentuk ketika memasuki usia kehamilan 4 minggu dan jantung bayi dalam kandungan mulai berdetak secara spontan saat masuk minggu ke-5 usia kehamilan, tapi Anda belum dapat mendengarnya." jelas dokter.
"Lalu kapan kami bisa mendengarnya?"
"Detak jantung janin akan mengalami banyak perkembangan antara minggu ke-6 dan 7. Dan pada minggu itu Saya akan menjadwalkan USG transvaginal untuk Istri Anda, Dengan begitu, pemeriksaan akan memberikan hasil yang lebih jelas."
Faraz menarik nafas panjang mendengar penjelasan Dokter, rasanya sudah tidak sabar melihat bayi dalam kandungan Alia berkembang dengan lebih cepat.
Bersambung...
BUTUH SEMANFAT NIH, BIAR MAKIN RAJIN UP NYA ☺️
__ADS_1