
Alia mulai membuka matanya dan meraba-raba sisi ranjangnya.
Namun Ia tidak menemukan seseorang di sampingnya, Kemudian Alia menoleh dan hanya bantal kosong yang Ia lihat.
"Apa Mas Faraz sudah berangkat?" Alia memegangi kepalanya yang terasa begitu berat. Setelah cukup lama duduk Alia meraih ponselnya dan berniat menghubungi Ibu Mertuanya untuk menanyakan keadaan Si Kembar. Namun begitu Ia membuka layar ponselnya Alia melihat pesan dari Faraz.
"Good morning Sayang, Maaf Mas berangkat gak nungguin Kamu bangun, Mas mau bangunin Kamu juga gak tega, Kamu tidurnya nyenyak banget." Alia terseyum membaca pesan dari Faraz.
"Kalau Kamu sudah bangun dan Kamu ingin menyusul Mas, Minta supir mengantarmu, Nanti Kita makan siang bersama, Oke Sayang."
"Baiklah Tuan Faraz, Tapi sebelum itu Aku harus mengetahui bagaimana kabar kedua jagoan Kita." Alia pun menghubungi Ibu Mertuanya dan menanyakan keadaan Si Kembar. Tidak puas hanya menanyakan kabarnya, Alia mengalihkan panggilannya melalui panggilan Video.
"Sayang nya Mama... Haiii...." Alia melambai-lambaikan tangannya kepada Si Kembar ketika kamera ponsel di arahkan pada wajah Mereka.
"Hanya Zayn yang betah melek, Tapi itu juga gak nangis, Jadi Kamu gak perlu khawatir,"
"Syukurlah Ibu, Terimakasih banyak."
"Sama-sama Sayang."
Alia pun mengakhiri panggilan telfonnya. Kemudian pergi ke kamar mandi untuk bersiap menyusul Faraz ke resto.
•••
"Baiklah Tuan Faraz, Sepertinya untuk hari ini cukup," ucap Malvin beranjak dari duduknya.
"Baiklah, Sampai jumpa di Meeting berikutnya." Faraz menjabat tangan Mereka.
Belum sempat Mereka meninggalkan meja. Mereka terdiam mendengar suara lembut yang memanggil nama Faraz.
"Mas Faraz..."
Faraz menoleh ke arah suara, Begitupun dengan Malvin dan rekannya.
Senyum Faraz terukir melihat Alia setengah berlari ke arahnya.
__ADS_1
Begitu pun dengan Malvin yang begitu terpesona melihat penampilan Alia. Dengan rambut panjang bergelombang serta make-up natural memancarkan kecantikan alami dari dalam dirinya. Di tambah dress hitam memayung sebatas lutut membuat penampilan Alia kian menarik mata siapapun yang melihat kaki indahnya.
"Hey!" Posisi Malvin yang berdiri beberapa langkah di depan Faraz membuatnya refleks menangkap tubuh Alia yang hampir terjatuh.
"Sayang..." Faraz langsung meraih Alia kesisinya.
"Kamu tidak papa?" tanya Faraz khawatir.
"Tidak."
"Terimakasih Ee..."
"Malvin." saut Malvin dengan cepat.
"Terimakasih Tuan Malvin."
Malvin menganggukkan kepalanya dengan senyum tipisnya.
"Aku ganggu ya?" tanya Alia yang melihat semua orang menatapnya.
"Oh iya kenalin, Selain Tuan Malvin, Ada juga Tuan Handoko dan Nona Silvi."
Alia melempar senyum pada semua dan hanya menjabat tangan Silvi.
Malvin yang tadinya mengulurkan tangan menarik kembali dengan tidak melepaskan pandangannya pada Alia.
Meskipun dress yang Alia kenakan berlengan panjang dengan leher tinggi namun bentuk dada khas orang menyu'sui jelas terlihat lebih besar dari ukuran normalnya.
"Tuan Malvin."
"Ya." Malvin tersentak dari pikiran kotornya.
"Kami tinggal dulu ya."
"E-e... Anda ingin makan siang kan?"
__ADS_1
"Ya."
"Kalau begitu, Bagaimana jika Kita makan siang bersama?"
"Boleh juga, Gak papa kan Sayang?" tanya Faraz meminta persetujuan.
"Tidak masalah." ucap Alia terseyum.
"Baiklah. Tuan Handoko apa Anda mau ikut makan siang bersama kami?" tanya Malvin.
"Tidak, Kalian saja, Saya masih ada janji lain."
"Baiklah, Sampai jumpa."
Akhirnya dengan di temani Silvi, Malvin makan siang bersama Faraz dan Alia. Mereka pun langsung memesan makanan sesuai selera masing-masing. Dengan posisi yang saling berhadapan Malvin tidak henti-hentinya mencuri pandang pada Alia yang sesekali mengukir tawanya di sela obrolannya.
"Oh Shiiiittt... Kenapa Dia begitu menarik mataku." batin Malvin yang semakin tidak bisa melepaskan pandangannya.
"Tuan Malvin." sapa Faraz.
"E-e Ya." Malvin menjadi gugup di buatnya.
"Apa yang Anda lihat?"
"E-e... Itu..." Malvin menunjuk ke luar.
Faraz menoleh ke belakang dan melihat gadis berpakaian seksi baru memasuki resto.
"Oh Astaga Tuan Malvin." Faraz tertawa menggelengkan kepalanya.
Malvin merasa lega dan kembali menatap Alia.
Alia yang melihat tatapan Malvin terseyum simpul dan kembali melanjutkan makannya tanpa menaruh curiga kepadanya.
Bersambung...
__ADS_1
NI YANG SUKA PADA CURIGAAN, KALAU MODEL MALVIN MEMANG PATUT DI CURIGAI 🤣