Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Karma


__ADS_3

Faraz masih duduk di samping mobilnya.


Ia begitu sangat menyesal atas tuduhan dan kata-kata yang terlontar pada Alia.


Dengan tubuh yang lemah Ia bangkit dari duduknya.


"Aku sudah sangat menyakiti hatinya, Alia pasti tidak akan memaafkan ku begitu saja," ucap Faraz menatap jendela Kamar Alia.


Sedangkan Alia terus menangis di kamarnya.


Belum juga hilang rasa sakit yang Faraz katakan semalaman, Faraz kembali mengucapkan kata-kata yang kembali menambah sakit hatinya.


"Alu.. maafkan Aku, ini semua kesalahan ku, jika Aku bisa menunggumu sebentar saja untuk meminta izin pada suami mu, tentu ini semua tidak akan terjadi." sesal Sahid.


"Tidak Sahid, Apa pun itu tidak seharusnya Faraz langsung marah-marah padaku tanpa bertanya terlebih dahulu," ucap Alia menyeka air matanya.


"Lalu apa sekarang yang akan Kamu lakukan?"


"Maksud mu?"


"Aku sudah mengatakan semuanya pada suamimu, Mungkin Dia akan menyesali perbuatannya, jika Dia minta maaf padamu apa Kau akan memaafkannya dengan mudah?"


"Entahlah."


"Alu... Pikirkan saat-saat indah kebersamaan kalian, Mungkin Faraz terlalu mencintaimu sampai Dia cemburu buta kepadamu, atau mungkin sebelumnya Dia pernah mengalami penghianatan jadi Dia merasa paranoid," ucap Sahid menerka-nerka.


Alia terdiam mendengar perkataan Sahid.


"Baiklah Alu, Pikirkan yang ku ucapkan," ucap Sahid lalu pergi meninggalkan kamar Alia.


Alia menghelai nafas panjang dan memikirkan kata-kata Sahid.


"Trauma masa lalu pasti ada di hatinya, Tapi kalau mencintaiku..." ucapan Alia terhenti karena kaget mendengar ketukan jendela kamarnya.


Tok... Tok... Tok...


Alia turun dari ranjang dan membuka jendelanya.


Matanya terbelalak melihat Faraz berdiri di bawah jendela.


"Kau!" dengan kesal kembali menutup jendelanya.


"Alia, Buka Aliaa.... Beri Aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku," pekik Faraz yang terus menggedor-gedor jendelanya.


"Aku sedang tidak ingin bicara denganmu, Pergilah dari sini."

__ADS_1


"Tapi Alia..."


"Aku bilang pergi!!!" triak Alia.


Sesaat kemudian Alia tak lagi mendengar suara Faraz.


Alia yang merasa penasaran kembali membuka jendelanya


"Dia benar-benar menyebalkan, sama sekali tidak ada perjuangannya sama sekali."


Dengan kesal Alia memutar tubuhnya dan membelakangi jendela.


"Apa kau menungguku?" tanya Faraz yang langsung naik ke jendela.


"Faraz Kau!"


Alia bersiap mendorongnya.


"Alia kumohon beri Aku kesempatan sebentaaaaarrr saja," ucap Faraz memelas.


"Tidak! Aku tidak ingin bicara padamu, apa lagi membiarkan mu masuk ke kamarku, Pergiii...!!!" Alia terus mendorong tubuh Faraz hingga Ia terjatuh ketanah.


"Awwhhh... Alia Kau!" ringis Faraz sembari memegangi bokongnya.


"Kali ini Alia benar-benar marah pada ku, Sebelumnya Dia tidak pernah mengabaikan ku saat Aku mengeluh, tapi sekarang..." batin Faraz yang merasa nafasnya begitu sesak.


°°°


Dengan berat hati Kavita kembali kerumah Ibu mertuanya untuk menemui Dev yang tidak bisa di hubungi setelah Ia meninggalkan Kavita di rumahnya.


Dengan tangan yang sedikit gemetar, Kavita mengetuk pintu rumah mertuanya tersebut.


Tok... Tok...


Cukup lama Kavita menunggu, namun tidak ada seorangpun yang mbukakan pintu untuknya.


Kavita kembali mengetuk pintu, kali ini Kavita memperkuat ketukannya.


"Dev... Ibu... Kak Divya," pekik Kavita.


"Ada apa non?" tanya Satpam penjaga rumah.


"Pak, kemana semua orang?"


"Tuan dan Nyonya ada pekerjaan di luar kota, kalau Non Divya sedang berlibur di Bali..."

__ADS_1


"Lalu Dev?" tanya Kavita menyela pembicaraan.


"Tuan Dev..."


"Deeeevvvv...." terdengar suara wanita memanggil nama Dev dari dalam rumah.


Satpam langsung menundukkan kepalanya.


Sedangkan Kavita menempelkan wajahnya ke jendela untuk melihat siapa yang ada di dalam.


Terlihat Dev menuruni tangga kemudian mencium pipi Wanita yang sudah menunggunya di bawah.


Kavita seakan tak percaya dengan apa yang Ia lihat, hampir saja Ia kehilangan keseimbangannya.


"Non..." Satpam langsung meraih tubuh Kavita yang hampir terjatuh.


"Siapa wanita itu? Dan sejak kapan Dia..."


Cekleekkkk...


Kavita menghentikan ucapannya melihat Dev dan wanita itu keluar dari rumahnya.


Keduanya sama-sama terkejut dengan situasi mereka.


Kavita melihat tangan wanita itu bergelayut manja di lengan Dev.


"Jadi ini Alasan mu tidak bisa di hubungi?" tanya Kavita dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kavita," lirih Dev


"Hegh! Alasan mu pergi dariku hanya karena Aku menatap mantan suami ku, Lalu apa ini Dev, Siapa wanita ini sampai Kau membawanya ke rumah sedangkan Kau nembiarkan istrimu jauh dari rumah mu?!" pekik Kavita.


"Aku bisa menjelaskannya," ucap Dev.


"Penjelasan apa yang ingin Kau berikan? Aku sudah melihat sendiri dengan mata kepala ku sendiri jika Kau menciumnya,."


"Ini tidak seperti yang Kau lihat, dengarkan Aku dulu,"


"Sayang siapa Dia?" tanya Wanita itu.


Kavita yang mendengarnya langsung berlari meninggalkan mereka dengan kesal.


"Kavitaaaa..." Dev mencoba mengejar namun Wanita itu menarik tangan Dev untuk kembali ke sisinya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2