Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Lembar Baru


__ADS_3

Sebulan telah berlalu dari peristiwa yang menyakitkan itu membuat Zayd menjadi pribadi yang lebih pendiam dan begitu dingin. Terlebih kepada orang yang tidak ia kenal hingga membuat siapapun akan menyebutnya sebagai kulkas berjalan.


Meskipun rasa sakit itu masih sangat terasa, Tapi Zayd memilih tidak peduli sekalipun Alea adalah cinta pertamanya. Beda dengan Papanya yang sulit melupakan cinta pertamanya dan mengharap kembali meskipun ribuan kali telah di sakiti.


Kini Zayd semakin gila kerja untuk mengalihkan rasa kecewanya kepada nasib percintaannya. Bahkan terkadang ia sampai tidak pulang karena ketiduran di ruang kerjanya.


Hal ini membuat prihatin Alia dan Faraz yang melihat kondisi putranya dan berfikir untuk mencarikan jodoh seperti apa yang dilakukan Ibu Zeenat kepada mereka dulu.


Namun Zayd menolak dengan halus dan meyakinkan kedua orang tuanya jika Ia masih begitu muda dan tidak perlu terburu-buru dalam menikah.


"Aku baik-baik saja, Biarkan Zayn atau Zia yang terlebih dulu menikah, Aku belum ingin memikirkannya lagi," ucap Zayd saat Faraz dan Alia kembali menanyakan kondisinya yang baru pulang dari kantor setelah semalaman tidak pulang.


"Tapi kami tidak ingin melihat mu terus menerus seperti ini Zayd, Kami ingin ada seseorang yang mengurus mu yang memperhatikan mu, Yang membuat mu kembali bersemangat menjalani hidup, tidak terus-terusan kerja siang malam seperti ini." ucap Alia.


"Ini lebih baik Ma daripada Aku meratapi rasa sakit ku, Lagi pula dengan ini Aku bisa membuat perusahaan ku jauh lebih besar dari sebelumnya."


"Tapi kamu juga perlu istirahat Zayd," sambung Faraz.


"Aku akan beristirahat setelah tujuan ku tercapai."


"Kamu merencanakan sesuatu untuk membalas mereka?" selidik Faraz.


"Bukankah setiap perbuatan harus mendapat balasannya?" tanya Zayd penuh arti.


"Tapi Zayd..."


"Tenang lah Pa, Aku akan melakukannya dengan sangat baik sampai mereka tidak akan tau Aku lah yang akan membuat kehancurkan pada mereka."


Faraz terdiam melihat punggung sang putra.

__ADS_1


Ia tidak tau apa yang tengah putranya rencanakan untuk membalas orang-orang yang telah menyakiti hatinya.


•••


Setelah tidur beberapa jam, Zayd kembali meninggalkan rumah.


Dengan mengendarai mobil mewahnya sekitar dua puluh menit perjalanan, Zayd menghentikan mobilnya di sebuah restoran tak jauh dari kantornya.


Zayd membuka pintu mobil tanpa melihat ada seseorang yang tengah berjalan di di samping mobilnya hingga ia menabraknya.


"Maaf-maaf..." ucap wanita itu yang terjatuh ke lantai.


Zayd terhenyak melihat wanita itu, Padahal ia yang menabraknya dan membuatnya jatuh, Tapi wanita itu malah yang meminta maaf padanya.


Dengan terus menundukkan kepalanya wanita itu menganggukkan kepalanya untuk meminta izin mendahuluinya memasuki restoran.


Zayd hanya diam melihat wanita itu, Kemudian melangkahkan masuk dan mencari tempat duduk.


Zayd pun menoleh ke belakang dan melihat wanita itu dengan seorang pria yang usianya sekitar 40th.


Tempat duduk yang hanya berjarak beberapa langkah membuat Zayd dapat mendengar dengan jelas apa yang wanita dan pria itu bicarakan.


"Kita bisa merubah kesepakatan," ucap Pria itu dengan menggesek gelas berisi air es ke lutut wanita itu hingga membuat wanita itu tersentak.


Zayd menatap jijik pemandangan itu hingga tak sadar membengkokkan sendok makan di tangannya.


"Bukankah di telfon kita sudah sepakat?" tanya wanita itu yang terlihat tidak nyaman dengan tatapan nakal pria yang ada di depannya.


"Ya, Tapi setelah melihat dirimu Aku jadi tidak tertarik lagi untuk membeli ginjal mu!"

__ADS_1


Zayd yang mendengarnya begitu tercengang dan semakin penasaran apa yang akan kembali mereka bicarakan.


"Kenapa Anda membatalkan begitu saja, Bahkan Anda belum melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan ginjal ku."


"Sudah ku katakan Aku tidak lagi tertarik dengan ginjal mu!"


Wanita itu menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Nona, Kamu itu sangat cantik kenapa kamu memilih menjual ginjal mu? Padahal jika kamu memanfaatkan kecantikan mu, Pasti akan banyak Pria yang siap membayar mu dengan mahal untuk bisa mencicipi tubuh mu."


PLAAKKKKK..!!


Wanita itu mendaratkan tamparan ke pipi pria kurang ajar itu hingga membuat para pengunjung restoran menoleh ke arahnya.


Tak terkecuali dengan Zayd yang menjadi tegang karena ia mendengar dengan jelas apa yang membuat wanita itu menampar Pria kurang ajar itu.


"Kau berrrani mengangkat tangan mu!" pria itu memelintir tangan Wanita itu hingga tubuh wanita itu berdiri membelakangi Pria kurang ajar itu.


"Yang Anda katakan sudah melecehkan ku, Jadi Anda pantas mendapat pukulan lebih dari ini Erghhh!" Wanita itu mencoba melepaskan diri dari cengkraman Pria itu.


"Dengar gadis bodoh! Aku hanya menawarkan solusi yang akan membuatmu banyak uang dan tidak membahayakan dirimu, Daripada kamu menjual ginjal yang bisa membahayakan nyawa mu!"


"Lebih baik Aku mati daripada harus menjual diri pada Pria bajingan seperti mu!"


"Kita lihat seberapa kuat kamu bisa mempertahankan diri ditengah kesulitan mu mencari uang." Pria itu mencengkeram pipi wanita itu dengan kasar hingga membuat Zayd gerah dan tidak bisa berdiam diri lagi.


Dengan satu kali gerakan, Zayd meraih tangan wanita itu dan menarik ke sisinya.


Pria itu terkejut memandang Zayd, Tak terkecuali dengan Wanita itu yang menoleh ke belakang menatap Zayd.

__ADS_1


Namun Zayd terus menatap lurus kedepan dengan tatapan dinginnya pada Pria kurang ajar itu.


📌 Ingin bikin Sequel Babang Zayd terpisah, Tapi hawa ngantuk terus melanda, Jadi apalah daya 🥱😴😴😴


__ADS_2