Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
PROLOG 3Z


__ADS_3

Masih di pulau Dewata Bali.


Keluarga Shaikh tengah merayakan ulang tahun Ke-tiga Anaknya yang kini telah menginjak usia Remaja,


Zayn dan Zayd yang kini telah berusia 18th dan telah menyelesaikan pendidikan S1 nya.


Zayn dan Zayd yang menempuh jenjang SD selama 5 tahun karena program akselerasi. SMP dan SMA juga tergolong singkat yakni masing-masing hanya 2 tahun. Setelah lulus SMA Zayn dan Zayd melanjutkan studinya di salah satu Universitas terbaik di Indonesia dan lulus di usia 17 tahun 9 bulan.


Sementara Zia telah menginjak usia 17th dan masih duduk di kelas 2 SMA. Zia memang tidak seperti ke-dua Kakaknya yang mewarisi kegeniusan sang Papa, Zia lebih ikut ke Mamanya yang memiliki kecerdasan rata-rata. Namun meskipun begitu Zia bukanlah Anak yang bodoh, Zia juga selalu mendapat rengking 3 besar sejak dirinya duduk di bangku SD, Hanya saja Zia menempuh pendidikan normal seperti Anak-anak pada umumnya.


Zayn Athallah Faraz Shaikh yang kini telah menjelma menjadi remaja tampan dengan tinggi 178cm berkulit putih bersih, Hidung mancung dan bermata indah seperti Papanya. Kini Zayn juga mengikuti jejak Papanya menekuni dunia modeling dan menjadikan dirinya di gilai banyak kaum hawa, Seperti remaja nakal pada umumnya Zain sering kali bergonta-ganti Wanita hanya untuk kesenangan sesaat nya.


Sementara Zayd Athallah Faraz Shaikh yang memiliki tubuh lebih rendah 2cm dari Zayn yakni 176cm, Tidak ada perbedaan dari segi wajah hingga warna mata. Yang membedakan keduanya adalah titik hitam berukuran sangat kecil di belakang telinga Zayd dan sikap Zayd yang bertolak belakang dengan Zayn. Zayd menjadi pribadi yang dingin dan sulit tertawa pada orang yang tidak Ia kenal, Khususnya Wanita. Sebab itu Sang Kakak Zayn sering memanfaatkan dirinya untuk menggantikan dirinya ketika Ia merasa bosan dengan kekasihnya. Mendapati sikap Zayd yang dingin seperti kulkas berjalan maka dengan sendirinya wanita-wanita itu akan meminta putus darinya.


Sedangkan untuk karir, Zayd mewarisi sang Kakek yakni menjadi pengusaha dan menggeluti bisnis keluarga.


Faraz Shehzad Shaikh yang kini berusia 47th, Ketika Usia hanya seperti sebuah angka baginya. Ketampanan dan tenaganya masih sama kuatnya, Malah kini Ia terlihat semakin matang hingga siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona.


Alia Zaferi yang usianya sama dengan sang Suami hanya berbeda bulan, Juga tidak kalah mempesona dari sang suami yang masih terlihat awet muda. Alia masih tetap menjadi candu suaminya meskipun kini Anak-anak Mereka telah menginjak usia remaja.


"Kamu bahagia?" tiba-tiba kedua tangan melingkar di perutnya.


Alia terseyum menoleh ke samping dan mengusap pipi suaminya yang membenamkan dagu di pundaknya.

__ADS_1


"Sangat." Alia menjadi haru melihat ketiga Anaknya yang tengah saling melempar kue setelah mengakhiri pesta ulang tahunnya di tepi pantai.


"Tidak terasa kini anak-anak Kita telah tumbuh menjadi remaja yang tampan dan cantik dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing." ucap Faraz menatap bangga ke-tiga Anaknya.


"Dan tidak terasa Kita sudah tua Mas."


Mendengar kata tua membuat Faraz memutar tubuh istrinya agar menghadapnya. Kemudian menatapnya dengan tajam.


"Apa usia tua mengurangi ketampanan Mas?" tanya Faraz melangkah maju merapatkan tubuhnya.


Alia menggelengkan kepalanya sembari melangkah mundur.


"Apa usia tua mengurangi keperkasaan Mas?" Faraz terus melangkah maju.


"Mas jangan seperti ini, Nanti di lihat Anak-anak."


"Biarkan saja, Bukankah mereka sudah dewasa?"


"Tetap saja, Usia Mereka masih terlalu muda, Aku tidak ingin Anak-anak Kita sudah bucin sejak usia 15th."


Faraz yang mendengarnya menghentikan langkahnya.


"Kamu menyindirku?" tanya Faraz memasang wajah kesal.

__ADS_1


Alia tertawa sembari menutup mulutnya.


"Kamu akan mendapatkan hukuman karena berani mengejek suami." ancam Faraz dengan wajah yang serius.


Alia mengernyitkan keningnya menatap tatapan serius Suaminya.


Namun ketegangan Mereka cair ketika Zia berlari memeluk Namanya ketika di kejar Zayn.


"Mama ni Kak Zayn punya pacar lagi." adu Zia.


"Zia! Ember banget sih." Zayn menjadi kesal dengan Zia.


"Zayn Mama kan sudah bilang jangan gonta-ganti pacar mulu."


"Orang cinta monyet doang." saut Zayn.


"Pacaran kok sama monyet." saut Faraz.


Zayd yang berada di belakang Mereka hanya menggeleng pelan dengan senyum tipisnya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


📌 UNTUK VISUAL BAYANGIN SENDIRI-SENDIRI SESUSI SELERA KALIAN, KARENA AUTHOR TIDAK MEMILIK IDOLA ARTIS CEWEK MAUPUN COWOK, BAIK DI DALAM MAUPUN LUAR NEGRI SELAIN YANG ADA DI COVER SANG DUDA 🤣

__ADS_1


__ADS_2