
Mentari pagi mulai menunjukkan pesonanya,
Dari celah-celah, Cahayanya menerobos masuk kedalam kamar.
Faraz yang merasa silau akan sinarnya mulai membuka matanya,
Ia mengangkat sedikit kepalanya dan melihat Alia masih tidur di dadanya.
Faraz terseyum dan mengusap lembut kepalanya kemudian mengecup pucuk kepalanya.
Alia yang merasa terusik mulai membuka matanya. Ia mendongak ke atas dan menatap Faraz.
"Good morning Sayang." sapa Faraz sembari mengecup mesra kening Alia.
"Morning Sayang," saut Alia yang kembali membenamkan wajahnya di dada Faraz.
Faraz terseyum dan mengusap punggung Alia.
"Giliran ku," bisik Faraz.
Alia langsung melepaskan pelukannya dan kembali mendongak ke atas.
Faraz tertawa melihat ekspresi wajah Alia.
"Tidak, Aku hanya bercanda, Sekarang Kita bersiap untuk perjalan kita berikutnya," ucap Faraz mencubit hidung Alia.
"Aku fikir Kau akan benar-benar melakukannya," ucap Alia beranjak duduk.
"Aku akan melakukannya tapi tidak sekarang," ucap Faraz tertawa sembari memberikan handuk pada Alia.
Faraz yang tanpa sengaja melewati cermin, Kembali mundur dan mendekati cermin itu.
"Oh, my God... Apa yang sudah Kau lakukan padaku Sayang,"
ucap Faraz melihat banyaknya tanda merah di leher dan dadanya.
Alia terperangah malu melihatnya.
"Bekas gigitan dan cakaran juga, Awhhh ini perih sekali," ringis Faraz memegang pundaknya yang menghitam karena gigitan Alia.
"Alia, Kau benar-benar liar," ucap Faraz menarik Alia seakan ingin memakannya.
"Faraz lepaskan Aku." Alia langsung melepaskan tangan Faraz dan berlari ke kamar mandi.
Faraz tertawa menggelengkan kepalanya.
"Aku tak menyangka gadis cupu sepertinya akan benar-benar membuatku mabuk kepayang, Ssshhh highh." Faraz merinding membayangkan betapa nikmatnya servis yang Alia berikan.
~~
Setelah menyelesaikan sarapan, Mereka di ajak berkeliling untuk mengunjungin beberapa objek wisata yang ada di pulau tersebut.
__ADS_1
Pulau Lombok yang begitu indah, dengan pantai-pantainya, Gunung Rinjani yang agung dan kehidupan laut yang spektakuler untuk dijelajahi, Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat tidak memiliki kekurangan objek wisata baik di dalam maupun di luar air.
"Apa Anda suka mendaki?" tanya pemandu wisata.
"Tidak," jawab Faraz dengan cepat.
"Wah sayang sekali, Padahal gunung Rinjani begitu populer akan keindahannya."
"Ya Aku sering mendengar akan keindahannya, Tapi Aku bukan tipe orang yang suka bertualang, Jadi itu tidak akan cocok dengan ku,"
"Baiklah, Tapi Wisata 3 Gili wajib Anda kunjungi,"
"Apa yang istimewa?" tanya Faraz.
"Ketiga Gili ini mampu mewakili keindahan pantai-pantai pasir putih, dengan terumbu karang tropis serta air laut yang hangat siap menyambut Anda, Semua wisatawan asing maupun lokal, Hampir semua menyempatkan waktu untuk mengunjungi Tiga Gili ini." jelas Pemandu wisata.
"Faraz Ayolah, Mumpung disini, Kita kunjungi semua tempat-tempat yang menarik," ucap Alia menegang tangan Faraz.
"Sebenarnya saat ini yang paling menarik bagiku hanyalah dirimu, Tapi baiklah jika itu yang Kau inginkan," ucap Faraz terseyum merangkul Alia.
Pemandu wisata yang mendengarnya terseyum malu-malu.
~~
Setelah Mereka mengunjungi Gili Air dan Gili Meno,
"Disini tidak ada kendaraan bermotor, Jadi untuk mengelilingi Gili Trawangan Kita bisa berjalan kaki atau sepeda yang bisa kita sewa di Pulau ini. Jika kita terlalu lelah untuk mengayuh sepeda, Kita ditawarkan dengan alternatif lain, Yaitu Cidomo atau Delman khas Lombok yang di sewakan untuk berkeliling pulai ini," jelas Pemandu wisata.
"Kau ingin menaiki delman?" tanya Alia.
belum sempat Faraz menjawab, Alia langsung menarik tangan Faraz dan meminta Pemandu untuk menyewakan Kereta Berkuda itu.
Faraz yang tidak terbiasa menutup hidungnya karena mencium bau kuda yang menusuk hidungnya.
"Faraz ini akan sangat menyenangkan." Alia melepaskan tangan Faraz dari hidungnya dan mengajaknya naik.
"Alia... Aku..."
Alia yang terus memaksa membuat Faraz tidak bisa menolak dan terpaksa duduk di delman tersebut.
Setelah satu jam berkeliling, Mereka di suguhkan oleh pemandangan laut laut yang begitu mempesona, Langit yang biru, Air yang begitu jernih dengan hamparan pasir putih membuat mata siapapun pasti tidak akan pernah bisa melepaskan keindahannya.
"Dari ketiga Gili, Trawangan merupakan yang terbesar dan dapat menampung pengunjung paling banyak.
Gili Trawangan juga memiliki fasilitas wisata yang lebih beragam. Aktivitas yang kerap dilakukan wisatawan di Gili Trawangan adalah scuba diving, snorkeling, bermain kayak, dan berselancar, Apa Anda tertarik?"
__ADS_1
"Kita lihat Istriku mau atau tidak," ucap Faraz melirik Alia.
"Baiklah silahkan,"
Faraz dan Alia ke bibir pantai. Melihat keindahan dari jarak yang lebih dekat.
"Kau ingin menyelam?" tanya Faraz.
"Tidak, Aku tidak bisa berenang,"
"Akan ku ajari, Ayolah tadi Kau bilang mumpung lagi disini kita nikmati semuanya."
"Tapi tidak untuk menyelam Faraz, Aku benar-benar tidak bisa."
"Baiklah Aku tidak akan memaksamu, Kalau begitu Kau tunggu sini, Aku ingin menyelam sebentar," ucap Faraz memberikan ponselnya pada Alia.
Faraz memakai semua peralatan menyelam dan bersiap melompat ke laut.
"Faraz... Hati-hati." ucap Alia khawatir.
"Jangan Khawatir Sayang, Aku sudah terbiasa menyelam." pekik Faraz yang langsung melompat ke laut.
Alia melihat Faraz menyelam dari kejauhan.
Semakin lama Faraz tak terlihat lagi di permukaan, bahkan Air laut begitu tenang seperti tidak ada pergerakan Faraz di dalam sana,
Cukup lama Alia menunggu, Faraz tidak kunjung muncul di permukaan.
Alia mulai merasa cemas dan berjalan ke tengah laut.
"Faraaaaz... Faraaaaz..." pekik Alia melihat kesana kemari.
"Faraaazzz..."
"Aliaaa... Huptt." terlihat dari kejauhan Faraz melambaikan tangannya.
Alia terkejut melihat Faraz yang hanya sekilas menampakkan kepalanya dan kembali tenggelam.
"Faraaaaz...." jerit Alia berlari semakin ke tengah laut.
"Aliaaaaaa..." Faraz kembali menampakkan diri ke permukaan sekejap kemudian kembali tenggelam.
"Faraaaaz... Toloooooonggg....!!!" jerit Alia.
Pemandu wisata dan beberapa wisatawan lain yang mendengar jeritan Alia datang mendekat.
"Apa yang terjadi?"
"Suamiku tenggelam, Tolong selamatkan Dia." tangis Alia.
"Tentang lah," ucap Pemandu wisata yang langsung melompat ke laut.
Alia terus menangis mengkhawatirkan keselamatan Faraz, Ia benar-benar merasa tidak berguna Karena ketakutannya berenang tidak bisa menolong Suaminya.
__ADS_1
Bersambung...