Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Di Atas Pesawat


__ADS_3

"Ayolah, Kenapa berdiri saja, Pesawat akan segera lepas landas."


Faraz menarik Alia duduk di tepi ranjang.


Sedangkan Alia terlihat gugup dan tegang membayar bagaimana terbang dengan pesawat yang seperti kamar itu.


"Nih, Minumlah." Faraz menyodorkan caffe latte kepada Alia untuk mengurangi ketegangannya.


Dengan ragu Alia mengambil cangkir kopi itu dari tangan Faraz dan secara perlahan menyeruputnya.


Kemudian Faraz masuk ke kokpit pesawat untuk memberitahu jika Mereka sudah siap lepas landas.


Setelan itu Faraz kembali duduk di sebelah Alia.


"Bersiaplah." bisik Faraz.


"Hagh!" Alia yang mendengar perkataan Faraz dan melihat tatapan tajam suaminya membuat fikirannya berkelana jauh dan terkaget saat pesawat tiba-tiba lepas landas hingga caffe latte di tangannya membasahi pakaiannya.


"Aowhhh..." Alia langsung mengusap-usap pakaiannya yang basah hingga terasa hangat ke kulit akibat tumpahan caffe latte itu.


"Kenapa Kamu gugup seperti itu Sayang, Mas kan sudah bilang untuk bersiap.'


"E-e A-a-Aku."


"Kamu berfikir bersiap yang lainnya?" Faraz tertawa penuh arti sembari mengambil cangkir kopi di tangan Alia dan meletakkannya di meja.


"E-e... Tidak, A-a-Aku"


"Kemarilah." Faraz menarik tubuh Alia merapat padanya. Kemudian Ia melepaskan kancing pakaian Alia satu persatu.


"M-m... Mas mau ngapain?" Alia meremad kerah bajunya.


"Baju mu basah, Kamu harus menggantinya."


Alia menoleh kesana-kemari.

__ADS_1


"Tenanglah, Tidak ada siapapun, Cuma ada Kita berdua." ucapnya dengan tatapan nakalnya.


"Tapi...."


Tanpa menunggu persetujuan dari Alia, Faraz menyibak pakaian Alia dan langsung meremad dadanya yang telah menyebul keluar.


Kemudian Faraz melu'mat bibir Alia dengan penuh nafsu yang menggelora.


"Eummm... Ahhhh.... Mas..."


"Hmmm... Emmmuaaacchhh..."


"Jangan di sini."


"Aku sudah tidak tahan lagi, Aku sudah terlalu lama menunggu, Eummhhh..."


"Bagaimana jika ada yang datang? Eummm."


"Tidak ada, Percayalah sekarang nikmati pemainan ku, Karena Kita tidak memiliki banyak waktu, Eummmccchhh."


"Aagghhh..." Alia menggeliat ketika tangan Faraz menyusup masuk mengusap miliknya dengan gerakan lembut ke atas.


Faraz menyeringai lebar melihat Alia yang telah terang'sang olehnya.


Tidak mau membuang waktu karena durasi perjalanan yang pendek, Faraz segera menarik underwear milik Alia dan membuka miliknya.


Nampak milik Faraz yang telah menegang sempurna di depan mata Alia yang masih duduk di tepi ranjang.


Dengan menarik kedua kaki Alia, Faraz mengarahkan miliknya.


"Hahhhh.... Mas... Aahhh..." Alia merasa tegang karena setelah melahirkan, Mereka belum pernah melakukannya lagi.


"Relax, Mas akan berhati-hati." dengan gerakan perlahan Faraz mulai melesapkan miliknya.


Alia menggigit bibir bawahnya sembari memejamkan mata dengan sedikit menengadahkan kepalanya ke atas. Hal ini membuat Faraz semakin berga'irah dan menyambar tengkuknya.

__ADS_1


"Eummhhh, Wajahmu terlihat sangat eksotis dan menggai'rahkan" bisiknya sembari menekan kembali miliknya.


"Aghhh..." Alia kembali merintih katika milik Faraz mulai memenuhi miliknya hingga memberikan rasa sedikit pedih pada bagian inti nya.


Dengan mencondongkan tubuhnya ke ranjang dengan bertumpu pada kedua tangannya, Faraz kembali menarik kaki Alia dan menautkan ke pinggulnya.


"Aghhh..." Alia melingkarkan kedua tangannya ketika Faraz mulai memaju mundurkan pinggulnya.


Perlahan namun teratur sehingga Alia yang tadinya merasa tegang dan sedikit kesakitan, Mulai menikmati setiap hentakan yang Faraz berikan


"Sssstttt.... Ahhhh...." desa'han keduanya saling bersautan mengiringi setiap hentakan yang Faraz berikan dengan sesekali memberi sensasi gerakan memutar yang membuat keduanya lupa jika mereka tengah berada di ketinggian pesawat yang tengah membawa Mereka.


"Arrrgghhhh... Ahhhh... Oughhh..." keduanya semakin meracau tak karuan merasakan kenikmatan yang hampir tiga bulan tidak mereka rasakan, Di tambah dengan guncangan pesawat saat berada di atas awan memberikan sensasi tersendiri buat Mereka.


"Maaasss Ahhh... Ahhhh..." Alia merasakan tubuhnya serasa ingin meledakkan sesuatu seiring hentakkan Faraz yang menghujam begitu dalam.


"Sayang Akhhhhh... Aaarrrrgghhhhhh..." Tubuh Faraz menegang di ikuti erangan panjang Alia yang mengiringi pelepasan keduanya.


"Hahhhhhhh... Hhhh..." Faraz menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Alia dengan menuntaskan cairan kehidupan ke dalam rahim Alia.


"Hoohhh... Hhhhh... Ini luar biasa Sayang." ucap Faraz dengan mengatur nafasnya.


"Mas benar-benar seperti orang kelaparan." ucap Alia dengan tawa kecilnya.


Karena menyadari pesawat yang akan segera landing, Faraz segera bangun dan merapikan pakaiannya. Kemudian membantu Alia membersihkan sisa cairannya menggunakan tisu dan memberi satu kecupan di sana.


"Maaasss..." pekik Alia menjauhkan kepala Faraz.


Faraz hanya tertawa dan memberikan pakaian yang lain untuk Alia.


Bersambung...


BERKOMENTARLAH YANG BIJAK, JANGAN JADI ORANG MUNAFIK, SUDAH MEMBACA FULL LALU MENYINYIR 🧐


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉

__ADS_1


BTW, HARI INI AUTHOR ULANG TAHUN, 🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳


MOHON DO'A DAN HADIAHNYA 🤣🤣🤣


__ADS_2