Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Siapa Lagi Dina?


__ADS_3

"Sayang Kamu tidak papa?" Faraz meneliti semua tubuh Alia apakah terdapat luka atau tidak.


"Apa Anda suaminya?" tanya seseorang.


"Ya."


"Jangan biarkan Istri Anda sendirian di jalan dengan kondisinya saat ini, Dia hampir saja tertabrak."


"Tidak akan, Aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padanya, Terimakasih telah menyelamatkan istriku."


Orang-orang pun pergi meninggalkan Mereka.


"Lepaskan Aku." Alia menyingkirkan tangan Faraz dari lengannya.


"Aku tidak akan melepaskan mu lagi, Kamu lihat apa yang baru saja terjadi pada mu?"


Alia terdiam sedih kemudian Pandangannya beralih pada wanita di belakang Faraz.


"Berrraninya Mas membawa wanita itu ke hadap...... Aaaaaaaaa.... Sakittttttt...." Alia memegangi perutnya yang tiba-tiba terasa sakit yang teramat sangat.


"Sayang Bayi Kita akan lahir?" tanya Faraz dengan perasaan bingung dan bahagia.


"Jangan sentuh Aku dengan tangan kotor mu." Alia menepis tangan Faraz dari perutnya.


"Aaaaaaaaa... Sakiiitttt...." jerit Alia.


"Sayang hentikan dulu kemarahan mu, Lihatlah Bayi Kita akan segera lahir."


Faraz dan Alia sama-sama terkejut melihat air keruh yang mulai mengalir dari celah kaki Alia.


"Kita ke rumah sakit ya?" bujuk Faraz.


"Jika terjadi sesuatu pada bayiku, Aku akan membun*uhmu Mas, Aaaaaaaaa...." Alia mence'kik leher Faraz menahan rasa sakitnya.


"Tuan berhenti berdebat, Cepat bawa istri Anda ke rumah sakit."


"Panggilkan taksi sekarang."

__ADS_1


Wanita itu mengangguk dan segera mencari taksi.


"Dasar tidak tau malu, Beraninya Mas membawa wanita itu ke hadapan ku," pekik Alia di sela kesaktiannya.


"Dengar Sayang, Ini hanya salah faham, Kamu lupakan ini sejenak dan fokus dengan persalinan mu oke?"


"Setelah apa yang sudah Mas lakukan, Mas memintaku untuk melupakannya?" Alia semakin menancapkan kukunya ke badan Faraz hingga menggoreskan luka disana.


"Tuan Faraz, Cepat gendong istri Anda, Tidak ada gunanya berdebat sekarang."


Faraz mengangguk dan mengangkat tubuh Alia ke taksi


"Awwwhhh Sakittttttt...." racau Alia tak karuan.


"Kau bawa ponsel?" tanya Faraz pada wanita itu.


"Semua ada di rumah Anda tuan."


"Baiklah sekarang Kamu kembali kerumah ku, Minta pelayan membawakan perlengkapan bayi, Bajuku, ponsel dan dompetku."


"Baik Tuan," ucap wanita itu, langsung turun dari taksi.


"Sayang... Uhuk... Uhuk... Lihat keadaan Mas, Mas tidak mengenakan pakaian, Mas juga tidak membawa uang maupun ponsel bagaimana Kita akan membayar taksi ini," ucap Faraz dengan nafas tersengal.


"Aowwhhh Sakiiitttt...."


"Tenangkan hatimu Sayang, Kita akan segera sampai," Faraz memeluk Alia hingga wajahnya terbenam di dadanya yang polos penuh keringat.


Dengan membaca Do'a, Faraz mengusap perut Alia dan meniupkan nafasnya ke pucuk kepalanya.


Alia mulai merasa tenang berada dalam dekapan Faraz.


•••


Sekitar kurang dari 40 menit, Mereka Sampai di rumah sakit.


Perawat langsung menyambutnya dengan membawa brankar ke arah Faraz yang tengah membopong tubuh Alia yang semakin menjerit kesakitan.

__ADS_1


"Sayang, Kamu terus baca Do'a Maryam yah, Jangan mengingat apapun, Kamu hanya perlu fokus kepada keselamatan bayi Kita,"


Alia menangis sedih mendengar ucapan Faraz.


"Sayang, Kita sudah pernah kehilangan bayi Kita, Jangan sampai bayi yang sudah di depan mata meninggalkan Kita lagi, Kamu harus kuat."


Faraz yang mengiringi brankar, Terus menenangkan Alia dengan mengusap lembut kepalanya.


"Silahkan Tuan mengurus administrasi terlebih dahulu." ucap Suster menghentikan brankar.


"Tangani istri Ku sekarang juga!" pekik Faraz.


"Sesuai prosedur Tuan harus mengurus administrasi terlebih dahulu."


"Anda tidak tau siapa Saya!"


Perawat menatap aneh Faraz hingga membuat Faraz merasa malu dengan kondisinya yang tidak mengenakan pakaian.


"Aaaaaaaaa.... Sakiiitttt.... Sakiiitttt...." jerit Alia.


"Suster kumohon tangani istriku, Aku tidak bisa melihatnya merasa kesakitan lebih lama lagi." Faraz melipat kedua tangannya memohon belas kasihan pada Suster.


"Tapi Tuan..."


"Ada apa ini?" tanya Seorang wanita dengan suara lembutnya.


"Dokter." ucap Perawat menundukkan kepalanya.


Faraz menoleh ke arah Dokter tersebut.


"Faraz."


"Dina,"


"Siapa lagi Dia Mas, Aaaaaa...." pekik Alia menarik tangan Faraz hingga meninggalkan goresan luka di kulitnya.


Bersambung....

__ADS_1


GIMANA TERAPI HATINYA, PARA READER TERSAYANG KU?


SUKA PADA DIEM BAE SIH KALAU GAK DI KASIH TERAPI 🤣🤣🤣


__ADS_2