
Pemandu wisata mempersiapkan Faraz dan Alia masuk ke dalam kapal untuk melihat-lihat semua sudut ruangan yang berada di dalam kapal itu.
Faraz terlihat tidak begitu menyukai isi dalam kapal itu yang memang terlihat sederhana.
"Meskipun tidak semewah seperti kapal pesiar, Namun kapal ini menggunakan perlengkapan keamanan yang cukup modern, seperti GPS, program navigasi, dan lain sebagainya. Ditambah lagi dengan adanya anak buah kapal yang langsung didatangkan dari Sulawesi Selatan." jelas Pemandu wisata.
"Berapa hari Aku harus menginap disini?" tanya Faraz.
"Dua hari Dua malam, Setelah itu Kita akan pindah ke penginapan yang lain, Yang tentunya tidak kalah unik dan romantis,"
"Baiklah, Kami ingin istirahat,"
"Baiklah hubungi Kami jika membutuhkan sesuatu,"
Faraz mengangguk dan pemandu wisata meninggalkan mereka berdua.
Alia menatap Faraz yang terlihat tidak begitu nyaman dengan penginapannya.
"Kita ke kamar sekarang?" tanya Alia.
"Kau sudah ingin?" goda Faraz.
"Iiih apaan sih, Kan tadi kan Kamu bilang ingin istirahat,"
"Ya baiklah, Kita lihat seperti apa kamarnya," Faraz merangkul pundak Alia dan melihat kamarnya.
"Ya lumayan daripada kamar mu," ucap Faraz tertawa.
"Tidak peduli seperti apa kamarnya yang terpenting bagaimana Kita membuat kamar ini menjadi indah," ucap Alia terseyum.
"Wow, Kedengarannya menarik," ucap Faraz menatap wajah Alia.
"Sekarang Aku ingin lihat bagaimana Kau membuat kamar ini menjadi lebih indah." Faraz langsung menarik pinggang Alia merapat ke tubuhnya.
"Faraz Kita baru saja sampai, Kau tidak ingin beristirahat terlebih dahulu?"
"Aku akan beristirahat setelah Kita memperindah kamar ini terlebih dahulu," Faraz menggendong tubuh Alia dan membaringkannya di ranjang kayu itu.
__ADS_1
"Faraz, Apa tidak sebaiknya Kita memesan makanan terlebih dahulu?"
"Aku lebih tertarik memakan dirimu," Faraz langsung menyambar bibir Alia dengan agresif. Sedangkan tangannya memegang ceruk lehernya untuk memperdalam ciumannya.
"Em.. Ehhh.." ******* Alia yang keluar dari bibirnya membuat Faraz menghentikan pagutannya.
Alia membuka matanya dan menatap Faraz dengan bingung.
"Ada apa?"
"Tidak, Tadi sebelumnya Kau mengatakan akan memperindah kamar ini, Jadi sudah seharusnya Kau yang memulai dan biarkan Aku yang menikmati," ucap Faraz membalikkan tubuh Alia menjadi di atasnya.
"Faraz A-a-aku tidak bisa melakukannya," ucap Alia gugup.
"Ayolah Alia, tidak ada siapapun disini, Hanya ada Kau dan Aku, Kita sudah sering melakukannya, Jadi jangan merasa malu lagi padaku,"
"B-bb-baiklah tapi Aku perlu waktu, Bisakah Kita makan dulu?"
"Sudah ku katakan Aku lebih tertarik memakanmu," ucap Faraz yang langsung menyambar bibir Alia.
Faraz sedikit mengangkat kepalanya untuk memperdalam ciumannya.
"Eummm... Eummm..." Keduanya memejamkan mata menikmati permainan lidahnya yang saling bergantian mengesapnya.
Alia yang sudah terbawa suasana, memegang ceruk leher Faraz dan memasukkan lidahnya, Ia terus menelusuri rongga mulut Faraz dan melilitkan lidahnya.
Sementara Faraz memejamkan mata menikmati permainan lidah Alia yang membuat daranya berdesir keseluruhan tubuhnya.
Alia semakin menikmati permainannya dengan menurunkan ciumannya ke leher Faraz dan sesekali mengesapnya untuk meninggalkan tanda cinta disana.
"Ahhh.." desah Faraz saat melihat Alia telah sampai di dadanya dan memainkan lidahnya di sana. "Sayang... Aahhh...." Faraz menyingkab rambut Alia untuk melihat wajah yang sedang menikmati put ing dadanya, Alia terus mengesap put ing itu dengan tangan kanan memilin Puti ing sebelahnya.
Semakin berani, Alia menurunkan kecupannya ke perut Faraz dengan tangan mulai membuka sabuknya,
Alia menarik celana itu dan melemparnya ke sembarang arah.
"Ahhh... Aliaaa... hhh..." Nafas Faraz semakin menderu saat Alia mulai menyentuh miliknya dan memainkannya.
Tekadnya untuk membantu suaminya melupakan masa lalu sepenuhnya mendorong Alia terus berusaha membuat pengalaman yang tak terlupakan untuknya.
"Aliaaa... Ssshhh Aahhh.." racau Faraz dengan menengadahkan kepalanya ke atas.
__ADS_1
"Lakukan sekarang Sayang," ucap Faraz yang beranjak duduk di tepi ranjang.
Seperti ada yang menuntun, Alia duduk di pangkuan Faraz.
Alia mencengkeram tengkuk leher Faraz, sementara Faraz merayapi punggung Alia dan mendarat di pantat Alia yang sintal.
Kemudian meremasnya dengan kuat, Alia terdiam sesaat saat ujung milik Faraz telah masuk di ambang miliknya.
Alia kembali mendekatkan wajahnya hingga dada mereka menyatu.
Lalu Alia mem*agut bibir Faraz kemudia Alia mulai menggoyangkan pinggulnya secara perlahan-lahan, Kedua telapak tangan Alia yang berada di atas dada Faraz meremas kuat,
Alia melepaskan pagutannya kemudian menghentak pinggulnya dan melesakkan miliknya dengan kuat hingga milik Faraz kini telah terbenam seluruhnya.
"Aarrhhh..." Faraz menengadahkan kepalanya keatas dengan erangannya.
"Ssshh... Teruskan Sayang," bisik Faraz dengan suara yang menderu.
Seperti kuda liar Alia memacu miliknya tanpa henti,
Mata Alia terpejam dengan erangan kecil yang mengiringinya. Cengkraman tangan Alia di dada Faraz seolah tidak dirasakan olehnya, Faraz menatap keindahan dada Alia yang berguncang dengan mimik wajah yang sangat mengg*rah kan.
"Sayang.... lebih cepat lagi, Aargh..." erang Faraz.
Alia terus mempercepat hentakannya dengan diiringi desa han yang memenuhi kamar di atas kapal itu.
"Aaaaahhh... Ssshhh..." Setelah cukup lama berpacu, Tubuh Alia menegang, Pahanya mencengkeram otot-otot kakinya seakan mengikat kuat pinggul Faraz, Kemudian Alia membenamkan wajahnya di pundak Faraz dan menggigitnya dengan gemas.
Faraz mengerang dan membalas dengan mengesap leher Alia.
"Aaaaaghhh... Shhh.. Aaaahhh.. Aliaaa.." Faraz pun menegang dan perlahan-lahan terkulai lemas dengan memeluk tubuh Alia kemudian menjatuhkan diri ke ranjang dengan tidak melepaska Alia yang sudah terkulai sepenuhnya di atas pangkuannya.
Keringat mengalir deras, Nafas menderu saling bersautan setelah menyelesaikan permainan panas Mereka.
"Kau luar biasa Sayang, Ini lebih nikmat dari yang pernah kita lakukan," ucap Faraz mengangkat kepala Alia dan mencium pucuk kepala Alia.
Nafas Alia masih naik turun, Ia sendiri tidak menyangka jika Ia bisa melakukan hal ini di luar dugaannya.
Bersambung...
Komentar Yang Bijak.
__ADS_1
Kalau masih ada yang komen biasa-biasa aja, Gak Hot dan sebagainya, sungguh kalian ter-la-lu 🤣