
Setelah berbincang cukup lama, Ayah dan Ibu meminta izin untuk pulang.
Ibu memberi kode pada Faraz untuk ikut keluar.
Dengan beralasan mengantar kedua orang tuanya. Faraz meminta izin pada keluar.
"Aku antar Ayah dan ibu keluar sebentar," ucap Faraz mengusap pipi Alia.
Alia menganggukkan kepalanya dan memejamkan mata seiring perginya Faraz dari ruangannya.
"Ayah, Tunggu Ibu di mobil, Aku ingin berbicara pada Faraz sebentar" ucap Zeenat.
"Baiklah"
Setelah Ayah tak terlihat lagi, Ibu menarik tangan Faraz menjauh dari ruangan Alia dan melepaskannya dengan sedikit kasar.
Meskipun di depan Alia Ibu tidak mempermasalahkan apa yang terjadi. Namun Ibu ingin tau apa yang terjadi sehingga Alia mengalami keguguran sebelum mereka tau jika Alia tengah berbadan dua.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Ibu penuh tekanan.
"Ibu, Bahkan Aku belum bertanya pada Alia bagaimana kejadiannya, Sejak semalam Alia terus menangis, Aku hanya berusaha membuatnya tenang."
"Lalu kenapa malam-malam Alia keluar sendiri, Dimana Kamu?"
"Aku masih di kantor, Alia menelfonku meminta izin untuk ke minimarket, Aku fikir Dia akan pergi dengan Supir, Ternyata Dia pergi sendiri, Dan saat Aku tau, Aku langsung ingin menjemputnya tapi di saat bersamaan Aku mendengar jerit Kavita, Aku langsung melihatnya dan ternyata Kavita mau melahirkan."
"Jadi Kau melupakan istrimu dan mengantar Kavita?"
"Ibu, Ada bayi yang harus ku selamatkan."
"Tapi Kau jadi kehilangan bayi mu Faraz!"
Faraz menundukkan kepalanya.
hatinya benar-benar merasa teriris dengan kenyataan yang Ia alami,
Faraz tidak pernah menyangka niatnya menyelamatkan bayi orang lain justru membuat Ia kehilangan bayinya.
__ADS_1
"Pergi dan minta maaflah pada Alia!" Ibu mengakhiri pembicaraan dan pergi meninggalkannya.
Faraz menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan.
Ia harus kembali menyembunyikan kesedihannya di depan Alia,
Faraz tidak ingin Alia melihatnya sedih dan merasa bersalah.
Karena Faraz menyadari dalam hal ini, Ia juga bersalah.
•••
Dari kejauhan Faraz melihat kedatangan Bu Risma.
Ia merasa lega karena tidak perlu lagi menemui Kavita dan fokus pada Alia, Faraz segera kembali ke ruangan Alia sebelum Bu Risma sempat melihatnya.
Cekleekkkk...
Suara pintu membuat Alia terbangun dari tidurnya.
"Apa Aku mengganggumu?" tanya Faraz mengusap kepala Alia.
"Tidak, Aku tadi hanya merasa bosan, Jadi Aku tidur."
Faraz terseyum getir dan mengalihkan pandangannya kesana-kemari, Rasanya tidak kuat lagi menyembunyikan kesedihan yang sejak semalam Ia tahan.
Alia yang memperlihatkan gerak-gerik suaminya meraih tangan Faraz dan menggenggamnya dengan erat.
pandangan Faraz terhenti pada Alia, Ia menggenggam balik tangan Alia dan duduk di depannya.
"Jangan di tahan," ucap Alia dengan tatapan sendunya.
Faraz langsung meraih tubuh Alia dan memeluknya dengan erat.
"Maafkan Aku Sayang, Maafkan Aku." tangis Faraz pecah di pundak Alia.
Alia pun menangis mengusap punggung suaminya.
__ADS_1
"Seandainya Aku menjemput mu, Ini semua tidak akan terjadi."
"Tidak Faraz, Ini salahku, Jika Aku pergi dengan Supir atau menunggumu pulang, Tentu ini tidak akan terjadi."
Keduanya menyadari kesalahannya masing-masing dan menumpahkan kesedihannya di bahu satu sama lain.
Meskipun Mereka tidak menargetkan memiliki momongan dalam waktu dekat, Namun mengetahui kehamilan sekaligus kehilangan tentu membuat mereka merasakan kesedihan yang mendalam dalam hatinya.
•••
"Jadi Faraz yang membawamu kemari?"
Kavita menganggukkan kepalanya.
"Lalu dimana suamimu? Sampai Kamu melahirkan Dia tidak ada di sisimu?"
Kavita terdiam dan mengingat pertemuan terakhirnya dengan Dev.
"Setelah masa nifas ku selesai Aku akan meminta cerai darinya."
"Lalu setelah itu?"
"Ibu Aku tidak tau, Tapi yang jelas Aku tidak ingin lagi bersamanya." tegas Kavita.
"Lalu bagaimana dengan Anak mu? Apa kau tega membiarkannya tumbuh tanpa kasih sayang seorang Ayah?"
"Meskipun ada Dev di sisiku, Dev bukanlah tipe Pria penyayang anak-anak dan lagi pula Anak ku hanya mempunyai hubungan nasab dengan ku, Dia tidak memiliki hak apapun atas nafkah maupun wali untuk pernikahannya kelak."
Ibu tersenyum smirk mendengar Kavita yang mengetahui tentang nasab Anak di luar nikah namun melakukan dosa itu.
"Ibu boleh menertawakan ku, Tapi inilah keputusan ku."
Bersambung...
KAYAKNYA SETIAP BAB AUTHOR SALAH TERUS DEH,
GAK ADA YANG SUKA SAMA KARAKTER UTAMANYA, BAIK ITU FARAZ , ALIA, KAVITA SEMUA DI CACI MAKI 🤣🤣🤣
__ADS_1