Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Gagal Maning


__ADS_3

Kavita memandangi putri kecilnya yang telah tertidur pulas setelah acara aqiqah selesai, Devita Farandita akhirnya di pilih untuk putri kecilnya yang kini genap berusia dua Minggu.


Sambil terus memandangi bayi kecilnya yang tak berdosa, Kavita memikirkan keputusan apa yang harus dia ambil, Ia meninggalkan rumah sakit tanpa memberikan jawaban kepada Dev, Kavita belum bisa memutuskan apa kah Ia bisa menerima Dev kembali dengan keadaan Dev yang demikian atau tidak,


Bagaimana tidak, Ketika di masa gagahnya, Dev berkali-kali menyakitinya bahkan mengabaikan dirinya dan bayi yang ada dalam kandungannya, Sedangkan di masa sakitnya, Kini Ia memintanya kembali, Adilkah itu, Pertanyaan-pertanyaan seperi itu terus bersemayam dalam hati dan pikirannya.


"Kavita," lirih Ibu yang membuka pintu dengan sangat pelan.


"Tadi Kamu belum sempat cerita bagaimana keadaan Dev?"


"Sangat parah Ibu, mungkin dalam beberapa bulan kedepan Dia tidak akan bisa berjalan, Atau bahkan selamanya Dia akan berjalan dengan pincang, ntahlah."


"Kenapa Kamu mengatakan seperti itu? Seharusnya Kamu mendoakan seuami mu, Lagi pula Mereka orang kaya pasti Mereka akan memberi pengobatan terbaik untuk Putra nya."


"Tetap saja Ibu, Itu akan memakan waktu yang sangat lama, Aku tidak tau apakah Aku bisa sabar mendampinginya atau tidak."


Bu Risma terdiam mendengar jawaban Kavita.


Ia sendiri dari dulu memang tidak begitu menyukai Dev, Namun melihat putrinya yang melahirkan tanpa suami di sampingnya sebagai seorang Ibu, Ia berusaha menasehati Putrinya untuk kembali memperbaiki pernikahannya.


•••


Disisi lain Dev tengah meratapi nasibnya.


Rasa sakit yang ada di seluruh badannya seolah bertambah dengan kesedihan yang tidak mendapatkan jawaban dari Kavita.


"Kavita tidak mau menerima ku Ibu, Dia belum memaafkan ku," ucap Dev sedih.

__ADS_1


"Kamu jangan khawatir sayang, Ibu akan mengurus segalanya, Percayalah kelak semuanya akan membaik." Vidya tak kalah sedihnya melihat Putra kesayangannya terlihat begitu menderita baik fisik maupun psikis.


Pagi Hari 🌻


Dibawah selimut tebalnya Kedua sejoli itu masih terlelap setelah semalaman bermain air di bawah derasnya hujan dan hangatnya berendam bersama di dalam bathub.


Meskipun sempat memanaskan suasana dengan bercum bu mesra. Namun keduanya mengakhiri tanpa melakukan hubungan inti.


Keduanya masih merasa ragu untuk melakukannya setelah apa yang telah terjadi. Mereka menunggu sampai sama-sama merasa siap dan benar-benar dalam kondisi Fit.


Krrriiing...


Jam Alarm berbunyi mengagetkan Faraz.


Perlahan Ia membuka matanya dan meraih Alarm kecil itu kemudian mematikannya.


Faraz meraih dagunya dan mengecup lembut bibir yang selalu membuatnya ingin terus menikmatinya.


Cup... Hanya sekilas Faraz mengecup bibir ranum itu dan mengusap dengan ibu jarinya.


Alia yang merasakan sentuhan di bibirnya mulai menggerakkan kepalanya. Namun Ia hanya merubah posisi tanpa membuka matanya.


Posisi yang membelakanginya, Membuat Faraz semakin merapatkan tubuhnya dan memeluk tubuh polos Alia yang memang sejak semalam tidak mengenakan pakaiannya karena Faraz langsung membaringkan tubuhnya di ranjang dan menyelimutinya.


Kedua kulit yang menyatu membuat Alia kembali terusik dan mulai membuka matanya.


Samar-samar Alia melihat tangan Faraz tengah meremad dadanya. Sementara hidung mancungnya tengah menelusuri tengkuk lehernya yang membuat tubuhnya menggeliat geli.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Faraz, Alia mulai menikmati setiap sentuhan yang Faraz berikan hingga membuat dirinya merasakan desiran-desiran aneh dalam tubuhnya.


"Aaahhh...." desa*an kecil yang tidak dapat Alia tahan keluar dari mulutnya.


"Kamu sudah bangun?" tanya Faraz di sela-sela ciumannya yang semakin naik ke belakang telinga Alia.


Alia tidak menjawabnya dan terus menggeliat menahan gelinya sapuan bibir Faraz yang sesekali mengesap lehernya, Tidak berhenti sampai disitu, Kini tangan Faraz telah sampai di bawah miliknya.


"Masss..." lenguh Alia sembari meliuk-liuk dan memegang tangan Faraz yang semakin aktif bergerak sesuai nalurinya.


"Hmm" sautt Faraz sembari merayapi punggung Alia.


Ha-ha-haciiimmm...!!!


Seketika Faraz menghentikan aktivitasnya ketika mendengar Alia bersin.


Haciimmm.... Haciimmm... Haciimmm...!!! Alia langsung duduk dan menutup hidungnya.


"Sayang Kamu flu?"


"Tisuuu.. " pekik Alia yang terus bersin tanpa henti.


Bersambung...


GAGALIN LAGI AKH BIAR MAKIN GREGET WKWKWK 🤣


OKE PARA READER, DITUNGGU SEMANGATNYA, AUTHOR AJA SUDAH KAYA MINUM OBAT, POSTING 3X SEHARI 😂

__ADS_1


__ADS_2