Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Masih Berlanjut


__ADS_3

"Ini ulang tahun paling spesial sepanjang hidupku," ucap Faraz sembari menelusuri leher jenjang Alia di bawah guyuran Air.


Alia meremas rambut Faraz menahan gelinya sapuan bibir Faraz di lehernya.


"Apa yang tadi masih belum cukup? Aahhh..." Alia menjambak rambut Faraz agar menjauh dari lehernya.


"Tidak akan pernah cukup," Faraz langsung melu mat bibir Alia sembari merem mas buah dada Alia yang terlihat begitu indah terkena air yang mengalir ke seluruh tubuhnya.


"Eummhhh.."


"Faraaaaz.... Ahhh..."


Faraz menarik Alia merapat ke tubuhnya dan kembali memasukkan miliknya.


"Ssshh... Aahhh..." Alia mengalungkan kedua tangannya ke leher Faraz, Sementara Faraz membopong tubuh Alia dan melingkarkan kedua kaki Alia ke banggulnya.


"Ssshhh... Argghhh..." Faraz merasakan miliknya mendapat sensasi yang berbeda dengan posisi itu.


"Sssayaaang... Ssssttt... Aaahh..." Faraz meraih buah dada Alia dan menyapu dengan lidahnya.


"Ssshhh Aaahhh..." Alia semakin menekan kepala Faraz ke dada nya saat Faraz mulai mengesap put ing nya.


"Faraaaaz... Aghhh..." Alia mulai memutar panggulnya memberikan kenikmatan yang lebih untuk suaminya.


"Aliaaa... Kau membuatku gila... Arrrgghhhh.." Faraz yang merasa sudah tidak tahan lagi, Keluar dari kamar mandi dengan tidak melepaskan miliknya.


Faraz membaringkan tubuh Alia di ranjang dan langsung menghentakkan miliknya yang terasa hampir mencapai puncaknya.


"Ssshhh... Aaahhh.... Aliaaaa... Hhhhh..." Faraz terus meracau merasakan miliknya semakin di hisap masuk kedalam milik Alia.


"Ahhh.. Ahhh.. Aahh.." Alia tak kalah menggila saat merasa milik Faraz menghentakan nya dengan beitu dalam.


"Sssayaaang..." Faraz menhecup bibir Alia sekilas dan kembali memacu.


Erangan kenikmatan saling bersautan dari mulut keduanya, Hingga pada akhirnya Faraz memuntahkan cairan hangat miliknya di rahim Alia.


"Aaarrggghhh... Hhhhh..." Faraz menjatuhkan diri diatas tubuh Alia.


Alia memeluk erat Faraz sembari mencium pundaknya.


Faraz yang belum melepaskan miliknya menggelinjang kegelian ketika milik Alia terus mengesap nya kedalam.


"Oughhh... Aliaaa... Sssshhh... Apa Kau ingin lagi?" erang Faraz.


Alia hanya tertawa menggelengkan kepalanya.


Faraz terdiam menatap Alia.

__ADS_1


kemudian mengangkat ceruk lehernya dan mengecup lembut keningnya.


"Terimakasih untuk malam yang indah ini,"


"Aku ingin membuat setiap malam mu menjadi malam yang indah," ucap Alia mengecup pipi Faraz.


"Andai Saja menikah dengan mu senikmat ini, Tentu Aku tidak akan membuang waktu ku,"


Alia tertaa menggelengkan kepalanya.


~~


Ini hari terakhir mereka di Lombok.


Di hari terakhir ini mereka mengunjungi Air terjun yang terkenal akan ke indahan nya, Ya itu Air terjun Sendang Gile.



"Air terjun ini merupakan pintu masuk untuk pendakian menuju puncak Rinjani, Memiliki ketinggian kurang lebih 600 meter diatas permukaan laut. Kedalamannya sekitar 31 meter dari dasar sungai.


Air terjun Sendang Gile memiliki dua tingkat. Tingkat pertama dari puncak, air mengalir atau terjun ke kolam yang berada di antara tingkat pertama dan kedua. Sedangkan tingkat kedua merupakan arus air kolam tadi yang terjun ke bawah mengalir bersama sungai yang berada di dasar air terjun." jelas Pemandu wisata.


"Ya Baiklah, Apa masih jauh?" tanya Faraz yang memang terpaksa mengunjungi tempat ini karena keinginan Alia.


"Masih, Kalian harus menggunakan ojek menuju desa Senaru,


Selanjutnya Kalian harus melewati ratusan anak tangga yang tingginya mencapai 40 meter untuk dapat menikmati keindahan air terjun ini," ucap Pemandu wisata.


"Apa! Kita harus berjalan kaki melewati ratusan anak tangga?" tanya Faraz tercengang.


"Ya itu benar."


"Alia Kau dengar itu, Sudahlah Alia kita batalkan saja, Ini perjalanan yang melelahkan,"


"Tapi Faraz..." Alia menggantung ucapannya.


"Berjalan kaki menuju lokasi air terjun ini memang cukup melelahkan. Tetapi suara gemuruh air terjun yang terdengar dari jarak ini dibalut dengan keindahan panorama yang serba hijau. 


Hal ini akan membuat rasa lelah selama berjalan menjadi terbayarkan," jelas Pemandu wisata.


"Anda jangan terus mengompori istriku, Apa Anda akan tanggung jawab jika istriku pingsan?" ucap Faraz.


Pemandu wisata menundukkan kepala sembari menahan tawanya.


"Jadi Bagaimana Tuan, Apa Anda akan melanjutkan perjalanan?"


"Faraz Ayolah, Kita sudah sampai disini, masa mau balik lagi," rengek Alia.

__ADS_1


"Katan pada pengelola pariwisata untuk membuat eskalator," ucap Faraz kemudian menuruti keinginan Alia.


~~


Setelah menaiki ojek, Kini Mereka bersiap menaiki Anak tangga.


Faraz menarik nafas panjang dan menggandeng tangan Alia.


"Apa Kau yakin?" tanya Faraz.


"Ya," saut Alia sembari menggenggam tangan Faraz.


Mereka pun mulai menaiki anak tangga satu persatu.


Setelah melewati puluhan anak tangga, mereka berhenti untuk mengatur nafasnya.


"Kau merasa lelah?" tanya Alia dengan nafas terengah-engah.


"Ini lebih melelahkan daripada permainan panas Kita," ucap Faraz tertawa.


Alia mencubit perut Faraz dan kembali melangkahkan kakinya.


Setelah melangkah cukup jauh Mereka kembali berhenti untuk istirahat.


"Berapa ratus anak tangga lagi?" tanya Faraz memegangi lututnya.


"Ayolah Faraz, Setengah perjalanan lagi,"


"Alia, Jika tidak demi dirimu Aku tidak mau melakukan ini, Jadi Kau harus memberiku imbalan yang setimpal," ucap Faraz kembali melangkah.


Alia terseyum dan mendahului Faraz, Namun karena kurang memperhatikan tangga, Kakinya tergelincir.


"Aliaaa..!!!" Dengan sigap Faraz menangkap tubuh Alia.


Faraz langsung memeluknya dengan ketakutan.


"Aku tidak papa Faraz, Jangan khawatir."


"Apanya yang tidak papa? Bagaimana jika tadi Kamu terjatuh?!"


"Faraz..."


Tanpa mengatakan apapun lagi Faraz menggendong tubuh Alia.


"Faraz turunkan Aku, Kita masih harus melewati puluhan anak tangga lagi, Kau akan kelelahan."


"Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu lengah lagi," ucap Faraz yang kembali menaiki tangga dengan menggendong Alia.

__ADS_1


Alia yang mengalungkan kedua tangannya ke leher Faraz terpaku menatap Faraz yang terus menggendongnya dengan pandangan lurus kedepan.


Bersambung...


__ADS_2