Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Mengagumi


__ADS_3

Zayd terus menatap lurus kedepan dengan tatapan dinginnya pada Pria kurang ajar itu.


"Jangan ikut campur!" tegas Pria itu.


"Anda membuat keributan!"


"Itu urusan ku dengan nya!"


"Urusan kita sudah selesai, Anda nengingkari kesepakatan, Berarti kita tidak ada lagi urusan!" Wanita itu bergegas pergi meninggalkan meja dan keluar dari restoran.


Zayd menatap punggung wanita itu kemudian mengikutinya keluar.


Wanita itu berhenti di depan restoran dan terlihat menghubungi seseorang.


Zayd yang ingin masuk ke mobilnya mencuri dengar apa yang wanita itu bicarakan, Zayd begitu penasaran dengan permasalahan apa yang tengah wanita itu hadapi hingga wanita cantik sepertinya ingin menjual ginjalnya.


"Bisakah Anda menaikan sedikit lagi?" tawar wanita itu.


"Setidaknya 250."


Zayd terus memperhatikan wanita itu yang terdengar tengah tawar menawar ginjalnya hingga membuat Zayd tidak habis pikir dengan apa yang wanita itu lakukan.


"Tuan, Aku sangat membutuhkan uang itu secepatnya, Aku tidak bisa mencari orang lain lagi untuk menjual dengan harga yang lebih tinggi lagi, Aku mohon pengertiannya."


"Dengan kamu mengatakan seperti itu Dia tidak akan membelinya dengan harga mahal melainkan harga murah yang akan kamu dapatkan!"


Wanita itu menutup ponselnya dan menoleh ke arah Zayd yang sudah berdiri di sampingnya.


"Apa yang begitu menyulitkan mu sampai Kamu ingin sekali menjual ginjal mu dengan harga semurah itu?"


Wanita itu menatap tajam Zayd yang terus menatapnya penuh selidik.


"Itu bukan urusanmu!" wanita itu menjadi marah dan meninggalkan Zayd.


"Kamu bisa menjual ginjal mu melalui jalur resmi dengan harga sekitar Rp.2,7 Miliar, Rp.250 juta tidak sebanding dengan resiko yang akan kamu hadapi kelak." pekik Zayd yang melihat wanita itu semakin jauh meninggalkannya.


Wanita itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Zayd sejenak, Kemudian menghentikan taksi dan meninggalkan restoran tersebut.


Zayd menghelai nafas dan masuk ke mobilnya. Kemudian Zayd meninggalkan restoran dan kembali ke kantor.

__ADS_1


•••


Di kantornya Zayd tidak bisa berhenti memikirkan wajah wanita itu dan teringat kata-kata Pria kurang ajar itu yang mengatakan kenapa tidak memanfaatkan kecantikan dan tubuh indahnya untuk mendapatkan uang seperti wanita-wanita jaman sekarang, Kenapa wanita itu malah menjual ginjalnya yang akan beresiko pada kesehatan ya kelak.


"Arghhh kenapa Aku jadi terus kepikiran dengan nya." batin Zayd yang menjadi gusar.


Karena tidak bisa fokus bekerja, Zayd kembali meninggalkan kantor dan mengendarai mobilnya tanpa tujuan.


Di dalam kemacetan yang membosankan, Zayd kembali melihat wanita itu di sebuah halte dengan terus fokus menatap layar ponselnya.


Zayd berniat menepi untuk menghampiri wanita itu, Namun belum sempat Zayd melakukannya seorang pria turun dari mobil dan menarik tangan wanita itu masuk ke dalam mobilnya.


Seperti ada yang menuntunnya, Zayd terus mengikuti mobil itu hingga mobil itu berhenti di depan sebuah hotel.


"Untuk apa kemari? Bukankah seharusnya kita ke rumah sakit?" tanya wanita itu.


"Kita bersenang-senang dulu Sayang."


"Jangan kurang ajar!"


"Aku akan membayarnya lebih jika kamu mau melayani ku terlebih dahulu."


"Brengsek!" Wanita itu mencoba keluar dari mobil namun tangannya kembali di tarik masuk kedalam.


Zayd yang merasa tidak tahan lagi keluar dari mobilnya dan menghampiri mobil itu.


Tanpa mengatakan apapun Zayd menarik tangan wanita itu hingga berdiri ke sisinya.


Wanita itu terkejut melihat Zayd yang lagi-lagi mengikutinya.


"Hey! Siapa Kau, Kenapa ikut campur!"


"Kau tidak berniat membeli ginjalnya kan? Biar Aku yang membelinya."


Dengan langkah cepat Zayd menarik wanita itu masuk ke mobilnya.


Wanita itu itu menatap Zayd dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Apa yang Kau fikirkan? Sudah ku bilang jika ingin jual ginjal mu pergilah ke jalur resmi, Jika Kau menjual ginjal lewat jalur gelap dan bertemu dengan laki-laki seperti mereka yang ada mereka hanya tertarik dengan tubuh mu!"

__ADS_1


"Apa Kau juga?"


Zayd terhenyak menatap wanita itu.


"Hegh! Tidak ada bedanya." ucap wanita itu dengan wajah frustrasinya.


"Dengar! Selama ini Aku tidak tertarik dengan urusan orang lain, Tapi apa yang kamu lakukan membuatku tertarik untuk mengetahui apa yang sedang kamu alami."


Wanita itu menatap Zayd. Seakan sedang mencari kejujuran di wajahnya.


"Aku Zayd Athallah Faraz Shaikh, Siapa Nama mu? Kamu bisa menceritakan masalah mu Kenapa kamu sampai ingin menjual ginjal mu dan membahayakan nyawa mu?"


"Zahia Andira." jawab wanita itu sambil menyandarkan kepalanya ke jok mobil dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Zayd menatap wanita yang bernama Zahia itu dan bersiap mendengarkan masalahnya.


"Aku tidak tau harus melakukan apa lagi untuk menyelamatkan suami ku yang tengah kritis menunggu biaya operasi," ucapan itu terputus oleh tangisnya.


Zayd terenyuh mendengar ketulusan cinta wanita di depannya kepada suaminya yang tak berdaya. Sementara dirinya yang terbilang sempurna dan sehat secara fisik harus mendapatkan cinta palsu dari wanita pertama yang Ia cintai.


"Suadah satu minggu ini Aku menawarkan ginjal ku di berbagai media sosial tapi tiga pembeli yang ku dapatkan selalu merubah niatnya dari ingin membeli ginjal menjadi ingin membeli tubuh ku." Zahia menunduk dengan deraian air matanya yang semakin mengalir deras.


"Jangan khawatir, Aku akan membantu mu."


Zahia mengangkat wajahnya dan menatap Zayd.


"Kamu tidak perlu menjual ginjal mu untuk menyelamatkan suami mu."


"Jadi kamu juga sama dengan mereka? Aku harus membayarnya dengan tubuh ku?"


"Itu juga tidak perlu, Kamu tidak perlu menjual apapun dalam dirimu untuk menyelamatkan suami mu."


"Lalu bagaimana cara ku untuk membayar semua bantuan mu?"


"Kita bicarakan nanti, Sekarang kita harus selamatkan suami mu."


Zahia terseyum penuh semangat sembari mengusap air matanya.


Zayd terseyum tipis menatap Zahia penuh kekaguman.

__ADS_1


"Pria yang sangat beruntung mendapatkan istri sepertinya, Dia bukan hanya cantik tapi Dia juga rela mempeetaruhkan nyawanya demi menyelamatkan nyawa suaminya." batin Zayd yang terus membandingkan dengan kisah cinta yang ia alami.


Bersambung...


__ADS_2