
Alia menoleh kebelakang, Ia benar-benar merasa terkejut dengan apa yang baru saja Ia dengar.
Faraz yang melihat tatapan tajam Alia menjadi canggung dengan apa yang baru saja Ia ucapkan.
Alia terus melangkah dan berdiri di depan Faraz.
"Apa yang tadi Kau bilang?" tanya Alia memastikan.
"E... Tadi... Kau sudah mendengarnya, Aku... Ehem, Tidak perlu mengulanginya lagi," ucap Faraz memalingkan wajahnya kesana-kemari.
"Tapi Aku belum mendengar dengan jelas," ucap Alia yang masih merasa tidak yakin dengan apa yang Faraz ucapkan.
"Apa telingamu bermasalah sampai Kau tidak mendengar dengan jelas apa yang ku katakan?" ucap Faraz meninggikan suaranya.
Alia kembali merasa kesal dan kembali meninggalkankan Faraz.
Faraz merasa panik dan langsung berlari mengejar Alia.
Tanpa mengatakan apapun Faraz langsung memeluk Alia dari belakang.
Deg!
Seketika Alia merasakan jantungnya berdebar dengan lebih cepat.
Faraz membenamkan dagunya di pundak Alia.
Dengan tangan gemetar Alia memegang tangan Faraz yang berada di perutnya.
"Aku... Men... Cintaimu... Alia Zaferi," bisik Faraz ditelinga Alia.
Alia memejamkan mata merasakan hembusan nafas Faraz yang terasa begitu hangat di lehernya.
Alia benar-benar merasa lega dan terharu dengan pengakuan cinta Faraz hingga Ia sampai tidak bisa berkata-kata.
"Alia... Kenapa Kau diam saja, Katakan sesuatu," ucap Faraz yang tidak mendapat respon dari Alia.
Alia melepaskan tangan Faraz dan berbalik menatapnya.
"Apa Aku sedang bemimpi? Bagaimana mungkin Seorang Faraz Shehzad Shaikh jatuh cinta pada si Cupu yang selalu membuatnya marah?"
Faraz terseyum dan mencubit pipi Alia.
"Aawwhhh... Sakit," ringis Alia memengang pipinya.
Faraz hanya tersenyum lebar melihat ekspresi Alia yang terlihat begitu menggemaskan baginya.
"Faraaaaz....." dengan haru Alia langsung memeluk Faraz.
Faraz terseyum dan membalas pelukan Alia dengan lebih erat.
"Katakan sesuatu?" ucap Faraz mengusap lembut rambut Alia.
"Apa?" tanya Alia singkat.
Faraz melepaskan pelukannya dan menatap Alia.
__ADS_1
"Kau benar-benar curang, Kau telah mendengar apa yang ingin Kau dengar, tapi Kau tidak mengatakan apa yg ingin ku dengar."
"Kenapa Aku harus mengatakannya, Dulu Aku pernah mengatakannya tapi Kau tidak memperdulikan ku," ucap Alia mengingat hari itu.
"Kenapa Kau mengungkit masa lalu, Ayolah Kita bicarakan masa depan,"
"Masa depan?"
"Ya masa depan, Aku akan memberikan kesempatan untuk pernikahan Kita, Meskipun Aku terpaksa menikahimu, Tapi seiring berjalannya waktu semua telah berubah, Aku ingin Kau menjadi yang terakhir untuk ku, Aku tidak ingin kembali mengalami kegagalan dalam cinta,
Bisakah Kau berjanji mencintai ku setulus hatimu selamanya?" tanya Faraz sembari berlutut.
"Faraz apa yang Kau lakukan? Kau tidak perlu melakukan ini," ucap Alia memegang kedua lengan Faraz agar berdiri.
"Jawab dulu pertanyaan ku Alia,"
"Aku tidak perlu menjawabnya, karena tanpa Kau memintanya, Aku sudah merasakan getaran-getaran cinta setiap kali Aku di dekat mu," ucap Alia.
"Benarkah itu?" tanya Faraz yang kembali berdiri dengan bahagia.
"Ya, bahkan sebelum kita menikah," ucap Alia menatap lekat Faraz.
"Aliaaaaaa..." Faraz begitu bahagia mendengar pengakuan Alia.
"Katakan sekali saja Alia, Aku ingin sekali mendengarnya," ucap Faraz yang kembali memeluk Alia dengan erat
"Aku mencintaimu Faraz Shehzad Shaikh, Sangat-sangat mencintai mu," ucap Alia lalu mencium pipi Faraz.
Faraz memejamkan mata merasakan kecupan lembut bibir Alia.
Faraz mencium kening Alia dengan sangat mesra.
"Terimakasih karena sudah bersabar dengan sikap kasarku selama ini,"
"Aku juga minta maaf karena beberapa hari ini selalu membuatmu kesal,"
"Baiklah, Bisakah Kita lupakan semua dan mulai babak baru pernikahan kita?" Faraz langsung menggendong Alia.
"Awwhh... Faraz," Alia yang terkejut langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Faraz.
Faraz menyatukan kening Mereka dan melangkah masuk ke kamar,
Ia membaringkan tubuh Alia di ranjang yang sudah Ia siapkan sedemikian rupa.
Alia melihat ranjangnya yang telah di taburi mawar merah yang begitu harum menusuk hidung.
Dinding-dinding kamar juga dihiasi dengan lampu Tumblr Love yang membuat kamar terlihat begitu romantis.
Faraz terseyum menatap Alia yang terus melihat kesana kemari.
"Kau menyukainya?" tanya Faraz dengan wajah yang begitu dekat.
"Kau yang menyiapkan ini?" tanya Alia yang tidak melepaskan kedua tangannya dari leher Faraz.
"Bukan tapi pemilik Vila," ucap Faraz tertawa.
__ADS_1
"Tapi Kau yang memintanya?"
"Aku hanya mengatakan agar menghiasinya seperti kamar pengantin,
Kau tau Aku bukanlah Pria romantis,"
"Bahkan malam pengantin kita tidak seperti ini," ucap Alia tertawa mengingat malam pernikahannya.
"Ya, tapi Aku akan membuat malam-malam berikutnya melebihi malam pengantin," ucap Faraz menatap Alia penuh syahwat.
Kemudian Mereka terdiam dan saling menatap dengan penuh cinta.
Semakin lama tatapan mereka semakin dalam,
Alia yang merasa malu menarik Faraz hingga menindihnya,
Mereka terbenam di pundak satu sama lain.
Alia memeluk Faraz dengan erat sampai Faraz tidak bisa melepaskan diri.
"Mmmm... Mmmm..." keluh Faraz yang tidak bisa bicara.
Alia tertawa dan melepaskan pelukannya.
"Haaaaghhhhh....." Faraz berbaring di sebelah Alia dengan nafas lega.
Alia mengiringkan badannya menghadap Faraz, Ia terus tertawa lepas melihat Faraz yang mengatur nafasnya.
Setelah nafasnya stabil Faraz melihat Alia yang terus tertawa menatapnya.
Faraz segera bangkit dan menindih tubuh Alia.
Alia langsung menghentikan tawanya dan menjadi gugup.
"Kenapa diam?" tanya Faraz dengan tatapan tajamnya.
"A.... Aku..."
Belum sempat Alia menhawab Faraz menggesekan Bewok tipisnya ke pipi Alia.
Alia menggeliat geli akibat gesekan itu.
Faraz tersenyum dan membelai rambut Alia dengan mesra.
Kemudian mencium keningnya, Matanya, Hidungnya, Kedua pipinya dan berakhir di bibir.
Alia mencengkram punggung Faraz dengan kuat saat Faraz terus melu'mat bibirnya sampai Ia kesulutan bernafas.
Faraz yang merasakan cakaran Alia melepaskan pagutannya dan berpindah ke lehernya.
Alia terus menggelinjang kegelian ketika Faraz melanjutkan permainannya di area sensitifnya.
Desa'han penuh gai'rah saling bersautan mengiringi permainan panas Mereka yang kali ini Mereka lakukan penuh kesadaran dan cinta di hati keduanya.
Bersambung...
__ADS_1