Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Ngunduh Mantu.


__ADS_3

Tiba saatnya Keluarga Shaikh memboyong Alia ke rumahnya.


Alia memeluk Ibunya penuh Haru,


Setelah cukup lama Alia melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya.


"Jadilah istri dan menatu yang baik ya nak," ucap Ibu.


Alia menganggukkan kepalanya dengan sedih.


Faraz pun menjabat tangan Bu Fareeda.


"Tolong, jika putriku melakukan kesalahan jangan pernah memukulnya," ucap ibu sedih.


"Tidak akan Ibu," ucap Faraz tanpa ekspresi.


"Baiklah Fareeda, jalau begitu kami pulang dulu," ucap Zeenat memeluk Fareeda.


"Tolong ajari Putri apa yang harus ia lakukan di rumah barunya," ucap Fareeda.


"Kau tidak perlu khawatir Fareeda, Alia akan kami anggap sebagai putri kami sendiri," ucap Zeenat tersenyum.


Bu Fareeda merasa lega dan melambaikan tangan melihat kepergian Alia dan rombongan yang mengiringinya.


°°°


"Kavita ada apa ini?" tanya Bu Risma yang kaget melihat kavita membanting pintu.


"Ibu... Katakan padanya Aku tidak ingin bicara padanya," ucap Kavita lalu masuk ke kamarnya)


Ibu merasa bingung karena tidak tau apa yang sedang terjadi.


"Oh ya Ampun... Lihatlah lah betapa sombongnya gadis itu," ucap Divya kesal.


"Apa kamu baik-baik saja Dev?" ucap Ibu yang khawatir pada kesehatan Dev.


Dev menyandarkan tangannya di pintu karena merasa lemas.


"Duduklah Dev... Jangan paksakan dirimu," ucap Ayah.


Bu Risma pun membuka pintu dan terkejut melihat Dev dan keluarganya ada di luar.


"Ada apa ini?"


"Hey Bibi... panggilah Putri mu keluar, dan jangan membuat Adik ku menderita seperti ini," ucap Divya.


Bu Risma melihat Dev yang terlihat lemah.


"Tolong panggilkan Kavita dan biarkan kami menjelaskan kejadian yangg sebenarnya," ucap Ayah Dev


"Bibi... Aku tidak sengaja menghilang atau tidak memberi kabar pada Kavita... Aku..." Dev semakin lemah.


"Putra ku hampir saja tiada Bu Risma," ucap Vidya menyela pembicaraan Dev.

__ADS_1


"Apa! Apa yang terjadi?"


"Dev meminum banyak obat penenang sampai Dia hampir saja kehilangan nyawanya," ucap Vidya.


Kavita yang mendengar dari dalam rumah pun keluar.


"Apa begitu caramu menyelesaikan masalah?" tanya Kavita kesal


"Kavita maafkan Aku.. Aku tidak sengaja melakukannya," ucap Dev mencoba berdiri.


"Kavita... Kenapa kamu berlaga jual mahal? Adik ku sudah mengatakan Dia tidak sengaja melakukannya," ucap Divya marah.


"Kakak diamlah," ucap Dev.


"Kavita.... keluarga ku telah merestui pernikahan kita, benarkan Ayah.. Ibu?" tanya Dev memastikan pada kedua orang tuanya.


"Ya kami tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Dev, tapi seperti yang kita tahu dalam agama Kita jika wanita yang tengah mengandung di larang nenikah jadi kita akan menikahkan Mereka setelah Kavita melahirkan," jelas Ayah


"Lalu apa Putri ku harus mengandung dan melahirkan tanpa seorang suami? Bagaimana orang-orang akan memandangnya?" ucap Bu Risma.


"Itu yang ingin kami bicarakan, maksud kami kesini, Kami akan menyembunyikan Kavita jika kandungannya mulai terlihat, Kami akan mencarikan tempat tinggal yang jauh dari pemukiman warga yang tinggal ada siapapun mengenalnya, dan setelah Kavita melahirkan maka Dev dan Kavita bisa menikah," jelas Ayah.


"Bagaimana Kavita, apa Kau setuju dengan rencana mereka?" tanya Bu Risma.


Belum sempat Kavita menjawab semua menoleh ke rombongan pengantin yang tiba di kediaman Shaikh.


Kavita melihat Faraz turun dan turus melangkah tanpa menoleh ke arah rumahnya.


Faraz langsung masuk begitu saja dan meninggalkan Alia di belakangnya.


"Kavita, apa Faraz menikah?" bisik Dev pada kavita.


Kavita pun tersadar dan menurunkan pandangannya.


"Aku sudah merasa sangat lelah, dan Kau juga pasti perlu istirahat,


Kita bicara lain waktu," Kavita langsung kembali masuk ke kamarnya.


Keluarga Dev meninggalkan rumah Kavita tanpa kesepakatan.


°°°


"Faraz... Jangan naik dulu... Awak media telah menunggu kita," ucap Ayah.


Faraz pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke Ayah dan Ibunya.


"Ayah dan Ibu saja yang menemui mereka,"


"Tidak bisa Faraz kita harus mengenalkan Alia, tidak mungkin Alia sendiri tanpa kehadiran mu,"


sambung Ibu


Dengan menahan kekesalannya terpaksa Faraz kembali turun dan menemui media.

__ADS_1


Mereka pun memulai konferensi pers.


Ayah membuka pembicaraan dengan kata-kata sambutan kemudian menjelaskan jika pernikahan Faraz yang sebelumnya telah berakhir.


Ayah juga menjelaskan pernikahan Faraz terjadi bukan semata-mata karena kabar yang beredar tentang Alia dan Faraz yg bermalam, melainkan kesepakatan kedua orang tua yang sudah berkawan sejak lama.


Kini Ayah mempersilahkan Faraz untuk memperkenalkan istrinya ke awak media.


Para awak media menantikan Faraz yang sejak tadi hanya terdiam.


"Faraz..." Ibu menyenggol Faraz supaya bicara.


"Ya.. terimakasih buat kalian yang sudah datang,


Perkenalkan Dia... Dia.... Dia Alia..." ucap Faraz terputus putus.


"Apa namanya hanya Alia? Siapa nama belakangnya?" tanya salah satu wartawan.


Faraz yang tidak ingat nama belakang Alia merasa bingung dan menyikut Alia.


"Cupu... Siapa nama belakang mu?" ucap Faraz berbisik pada Alia.


"Alia Zaveri," bisik Alia.


"Siapa?" ucap Faraz yang tidak begitu mendengar.


"Alia Zaveri....Buccccinnn...." ucap Alia geregetan.


"Apa ada Masalah?" tanya wartawan lagi.


Ayah dan ibu melihat Faraz dan Alia.


"Ee... Tidak ada... Istriku hanya.. mengatakan dia tidak nyaman berada di depan kamera," ucap Faraz beralasan agar bisa cepat pergi.


"Ya itu bisa di maklumi... Karena kabarnya Alia ini hanya seorang pelayan di sebuah restoran di Bandara," celetuk wartawan.


"Apa kalian mepunyai masalah dengan pekerjaan menantu kami?" tanya Ibu kesal.


"Ee... Maafkana Saya Nyonya," ucap wartawan itu.


"Saya rasa ini sudah cukup, pertanyaan kalian mulai ngawur," ucap Faraz langsung bangun dan meninggalkan media.


"Saya ingatkan pada kalian semua, bagi kami yang terpenting adalah kebaikan hatinya dan ketaatannya dalam beribadah, jadi kami tidak peduli apa status dan pekerjaannya, dan kami harap kalian juga tidak memandang rendah pekerjaan orang lain." ucap Shehzad nenutup pembicaraan.


"Ayo Alia..." Ibu mengajak Alia kedalam.


Konferensi pers pun berakhir.


Kavita yang tengah menyaksikan siaran langsung konferensi pers keluarga Shaikh di televisi


Melihat mantan mertuanya yang begitu baik dan membela menantu barunya menimbulkan penyesalan di hati Kavita.


"Apa yg sudah ku lakukan, bodoh sekali Aku meninggalkan Faraz yang begitu sempurna dan sangat mencintaku, bahkan orang tuanya juga sangat baik,

__ADS_1


Sedangkan keluarga Dev?


Oh Tuhan bodoh sekali Aku." sesal Kavita.


__ADS_2