Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Reuni Keluarga


__ADS_3

Setelah hari raya idul Fitri pertama keluarg Shaikh merayakannya di rumah masing-masing. Kini hari raya kedua seluruh keluarga besar berkumpul di kediaman Opa Zhehzad.


Suasana rumah begitu riuh saat kelima pasang keluarga berkumpul menjadi satu di ruang tengah. Saling bertukar cerita dan melempar gurauan satu sama lain membuat semakin hangat kekeluargaan mereka. Di tambah dengan baby Ziyan yang menjadi cucu pertama di keluarga itu hingga membuatnya menjadi rebutan oleh seluruh anggota keluarga.


"Ehh gimana kandungan Faza dan Zahia?" tanya Alia.


"Alhamdulillah Ma, Tidak terlalu rewel," saut Faza.


"Hanya makin manja ma, Cemburuan." sambung Zayn yang langsung mengecup pipi Faza dari belakang.


"Maaasss..." Faza mengeratkan giginya sambil melirik ke semua orang.


Tidak seperti Zayn yang cuek meskipun seluruh keluarga berkumpul. Faza begitu memerah.


Alia hanya tersenyum melihat anak dan menantunya tersebut.


"Lah Zahia sendiri gimana?" Kini giliran Oma Zeenat yang menanyakan keadaan Zahia.


"Masih aman Oma, Aku belum mengalami ngidam seperti cerita ibu hamil di luaran sana."


Zayd yang di sampingnya tersenyum merangkul Zahia ke sisinya.

__ADS_1


Melihat Anak dan cucunya terlihat begitu bahagia dengan pasangan masing-masing. Opa Zhehzad dan Oma Zeenat saling memandang bahagia tak kalah romantisnya dengan yang muda. Namun tatapan itu terhenti tatkala Zia protes karena merasa tidak di perhatikan.


"Gak ada yang nanyain kabar Zia nih?!" tanya Zia mengerucutkan bibirnya.


Hal itu bukan hanya membuat Bryan tersenyum menggelengkan kepala tapi seluruh keluarga juga menertawakannya.


"Diiih udah jadi emak-emak masih aja manja," ucap Zayn mengacak-acak rambut Zia.


"Kak Zayn iiih nyebelin. Kak Zayd..." seperti anak kecil yang mengadu Zia memeluk Zayd yang memang sejak dulu lebih menunjukkan rasa sayangnya.


Zayd tersenyum dan mengusap-usap punggung Zia dengan penuh kasih sayang.


"Lihat dia, Bahkan baby Ziyan lebih dewasa dari Mommy nya." ledek Zayn lagi.


"Apa itu sebabnya kamu begitu tergila-gila dengan teman papa yang sudah tua ini?" sambung Faraz.


"Iiihhh apaan sih Papa, Papa tuh yang sudah tua!" saut Zia yang tak terima.


"Mas apaan sih malah ikut-ikutan ngledekin Zia?"


Zayn terkekeh seakan mendapat dukungan dari Papanya.

__ADS_1


Sementara Bryan tidak terlalu mengambil pusing ucapan Faraz yang memang sudah menjadi makanan sehari-harinya.


"Sudah-sudah daripada saling meledek, Ayo kita makan dulu," ucap Oma Zeenat beranjak dari duduknya. Kemudian di ikuti oleh Opa Zhehzad. Faza yang juga tinggal bersama mereka ikut beranjak membantu Oma menghidangkan makanan untuk seluruh keluarga.


•••


Sama halnya dengan keluarga Shaikh. Keluarga Aneja juga tengah berkumpul di rumah neneknya. Tak terkecuali dengan Devita dan Zacky yang juga datang tak lama setelah kedua orang tuanya.


Melihat rumah Shaikh yang begitu banyak mobil terparkir di depan rumahnya Devita menghentikan langkahnya dan menatap kearah pintu.


Begitu pun dengan Zacky yang tertuju pada mobil Zayd yang juga terparkir di sana.


"Itu artinya Zahia juga ada disini?"


Pertanyaan Zacky mengagetkan Devita yang tengah larut dalam pikirannya.


"E... Ya mungkin saja." saut Devita.


"Kalau begitu nanti kita sekalian kesana ya, Itung-itung silaturahmi. Mumpung lebaran."


Mendengar hal itu Devita terdiam. Bukan karena ia belum bisa menerima Zacky sepenuhnya. Tapi ia tidak ingin hatinya kembali terusik saat melihat Zayn.

__ADS_1


📌 Hai... Hai... Hai... Apa kabar, Apa masih ada yang pantau Novel ini?"


Mohon maaf begitu lama nganggurin Novel ini sehingga keluarga Shaikh baru merayakan lebaran hari ini wkwkwk.


__ADS_2