
"Faraz mulai sekarang Kalian harus pake pengawal, Mungkin ini bukan penculikan biasa."
"Apapun yang Ayah katakan." ucap Faraz tanpa membantah.
"Kalian pulanglah, Biar Ayah yang mengantar Ratna ke rumah sakit."
"Baiklah." Faraz mengambil Zayd dari Ratna. Kemudian masuk di kursi belakang bersama Alia yang sudah terlebih dulu masuk bersama Zayn.
Di ikuti oleh dua pengawal pribadi ikut mengawal Mereka.
Sesampainya di rumah, Terlihat Bu Zeenat sudah berdiri di teras rumah, Menyambut kedatangan Mereka.
"Sayang..." Bu Zeenat langsung mendekati Mereka.
"Bagaimana dengan kedua cucuku?"
"Semua baik ibu,"
"Syukurlah, Ibu takut sekali begitu Ayahmu mengabarkan penculikan bayi mu."
"Biarkan Kami istirahat dulu Ibu."
"Oh, Ya tentu, Berikan Zayn pada Ibu."
"Dia Zayd," ucap Faraz memberikan bayinya.
"Zayn biarkan bersama Mama nya, Dia baru saja mengalami kejadian buruk."
Ibu mengangguk dan membiarkan Mereka pergi ke kamarnya.
•••
Seminggu kejadian polisi menegaskan bahwa penculikan itu murni penculikan independen "Motif pelaku hanya ingin memiliki anak yang tidak kunjung datang setelah sebelas tahun pernikahan dengan istrinya"
BRAAAKKKK...!!!
"Itu tidak mungkin!" ucap Faraz menggebrak meja kantor polisi.
"Tapi itulah hasil dari pengakuan dan penyelidikan Kami, Menurut kesaksian istri, Tetangga dan bukti lainnya seperti buku nikah, Memang Mereka telah menikah lebih dari 11th namun hingga kini tidak kunjung di karuniai seorang momongan."
"Tapi apakah begini solusinya? Ini sangat tidak masuk akal, Dia menculik bayiku di tempat umum."
"Kami Akan menyelidiki lebih lanjut, Jika ada perkembangan baru, Kami akan memberitahu Anda."
"Izinkan Aku menemuinya."
__ADS_1
Polisi pun mengizinkan dan mempertemukan pelaku dengan Faraz.
Mereka duduk saling berhadapan.
Faraz menatap pelaku yang usianya sekitar 45th, Berawakan sedang dan berkulit gelap. Pelaku terus menundukkan kepalanya tanpa berani menatap Faraz.
"Apa Anda tidak memiliki cara lain untuk memiliki seorang anak? Kenapa menyakiti Putraku yang masih begitu sangat kecil?"
"Maafkan Saya Tuan, Saya hilang akal, Istri Saya selalu menyalahkanku, selalu menghinaku karena Saya di vonis dokter mandul."
Faraz menarik nafas dalam-dalam mendengar pengakuan pelaku.
"Di hari kejadian Kami habis bertengkar, Saya meninggalkan rumah dengan kesal dan saat Saya ke restoran dimana Anda datang, Saya bertemu dengan seseorang Pria yang juga tengah makan sendiri, Karena restoran penuh, Akhirnya kami makan dalam satu meja. Dia melihat kegundahan hati Saya, Kemudian Ia menggali lebih dalam apa yang tengah ku Alami, Karena Aku tidak kuat lagi menahan beban di hati, Jadi Saya fikir, Menceritakan kepada orang asing akan sedikit mengurangi beban ku."
"Lalu?" Faraz terus mendengarkan pengakuannya, Karena Faraz merasa pengakuannya benar adanya.
"Saya pun menceritakan semua masalah yang tengah Saya hadapi bersama istri"
#flashback
"Terkadang Tuhan itu memang tidak adil, Kamu yang menikah 11th tidak juga di karuniai seorang anak, Sedangkan ada beberapa orang yang baru menikah di anugerahi bayi dengan cepat, Bahkan ada yang memiliki bayi kembar sepertiiii...." Pria itu menjeda ucapanya.
"Kamu lihat mobil itu?" Pria itu melanjutkan ucapannya dengan menujuk mobil yang baru sampai di depan restoran.
Pelaku menoleh ke arah mobil.
Pelaku mulai terhasut dan terus melihat ke arah mobil.
Setelah cukup lama, Pelaku beranjak dari kursinya.
"Mau kemana?" tanya Pria itu.
"Seperti yang Anda bilang, Mencari keadilan yang seharusnya Tuhan berikan untuk semua Hambanya."
#flasbackoff
"Setelah itu Saya melihat Wanita turun dari mobil Anda dengan menggendong bayinya, Dengan menutup kepala dan wajah, Saya langsung mendekati mobil dan merebut paksa bayi dari gendongannya."
"Apa Anda tau nama Pria itu?"
"Tidak, Bahkan Saya tidak bertanya namanya."
"Bagaimana wajahnya?"
"Saya tidak bisa menggambarkannya."
__ADS_1
Faraz mengeluarkan ponselnya dan menunjukan Wajah Barry yang memang Faraz curigai
"Apa ini orangnya?"
Pelaku mengamati wajahnya. Namun gambar nya yang beramai-ramai dan wajahnya yang begitu kecil membuat pelaku kesulitan memastikannya.
"Sebentar." Faraz pun membuka media sosialnya dan menunjukan gambar yang lebih jelas.
"Perhatikan dengan baik?"
"Ya, Itu orangnya." ucap Pelaku dengan yakin.
"Anda yakin?"
"Sangat yakin."
"Barry... Kau berrrani main-main dengan ku." Faraz mengepalkan tangannya dan mengeratkan rahangnya.
•••
"Brengseeeek!!!" Di tempat lain Barry membanting gelas minuman yang ada di tangannya.
"Dua kali usahaku gagal..!!! Dua kali..!!! teriaknya.
"Sebelumnya Nindi tidak melakukan pekerjaannya dengan benar, Sekarang Pria itu gagal menculik Bayi Faraz."
"Maaf Tuan, Tapi apa keuntungan Tuan jika Pelaku berhasil menculik Bayi Tuan Faraz?"
"Dasar Bodoh! Jika Pelaku berhasil menculik Bayi Faraz, Maka otomatis Faraz akan sibuk mencari bayinya dan itu menguntungkan ku untuk memenangkan tender yang sedang kami perebutkan. Tapi yang terjadi sekarang, Pelaku justru dengan mudah tertangkap tidak kurang dari satu jam!"
"Tapi Tuan masih beruntung, Karena Pelaku tidak menyeret nama Tuan dalam keterangannya."
"Hahahaha, Bagaimana bisa Dia menyeret namaku, Bahkan Kami tidak saling mengenal, Seandainya Dia mengaku dan membuat sketsa wajahku sekalipun, Dia tidak akan bisa menyeret ku, Aku tidak menyuruhnya menculik bayi Faraz secara langsung."
"Lalu apa semua ini juga kebetulan? Anda berada di restoran yang sama saat Tuan Faraz datang?
"Kebetulan itu selalu Ada, Kebetulan Aku sedang makan disana, Kebetulan Aku bertemu dengan orang yang sedang memiliki masalah momongan dan Kebetulan juga Aku melihat mobil Faraz sampai di restoran tersebut Dan Aku memanfaatkan dua momen kebetulan itu untuk kepentinganku, Tadinya Aku fikir, Aku hanya ingin menghasutnya kemudian membuatnya mengawasi Faraz dan mencari waktu yang tepat untuk menculik bayinya, Namun sepertinya Tuhan sedang memihak ku karena ternyata Faraz juga datang bersama istri dan kedua bayinya."
"Anda benar-benar cerdik Tuan, Anda membuat orang menculik tanpa harus memerintah apa lagi membayarnya."
Barry terseyum jahat dan kembali memikirkan rencana berikutnya.
Bersambung...
AYO PARA DETEKTIF ONLINE, ADAKAH YANG MASIH MENGGANJAL?
__ADS_1
MARI KITA SELIDIKI BERSAMA-SAMA 🤣