Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
EXTRA RIWEUH


__ADS_3

Faraz menggendong Zia yang terus menunggu sang Mama yang masih membersihkan diri.


dengan menegguncang-guncang tubuh mungil di gendongannya Faraz berjalan mendekati pintu kamar mandi.


"Sayang jangan lama-lama mandinya, Zia dah gak sabar nih." pekiknya.


"Mas ambil ASI perah yang ada di kulkas minta Ratna hangatin." ucapnya dari dalam kamar mandi.


Faraz pun keluar dengan menggendong Zia untuk mengambil ASI.


Dengan hanya memakai celana pendek dan kaos oblongnya Faraz mengetuk pelan kamar si kembar yang memang Ratna dan Nindi juga di ruangan yang sama.


Karena tangis Zia, Ratna terbangun dan mendekati pintu.


"Ambilin ASI untuk Zia." lirihnya.


"Tunggu Tuan."


"Berikan Non Zia padaku Tuan." ucap Nindi yang juga terbangun.


Faraz memberikan Zia padanya.


"Kalau begitu jaga Zia sekalian ya, Namanya lagi mandi."


"Baik Tuan."


Faraz pun kembali ke kamarnya dan melihat Alia sudah selesai mandi dan tengah mengganti pakaiannya.

__ADS_1


"Loh Zia mana?"


"Sama Nindi,"


"Ihh Mas, Suruh jagain bentar aja di kasihin ke Nindi."


"Kan Nindi yang minta." ucap Faraz yang berjalan mendekati Alia dan memeluknya.


"Iiih... Jangan peluk, Mas bau." protes Alia sambil mendorong tubuh Faraz menjauh darinya.


"Makanya mandiin dong biar gak bau."


"Mas, Kurangin gragasnya, Mas udah punya Anak tiga loh."


Faraz tertawa mendengarnya.


"Maaasss... Udah akh, Kasian Nindi udah malem masih suruh jagain Zia."


Faraz mencebikan bibirnya dan masuk ke kamar mandi.


β€’β€’β€’


Keesokan harinya Faraz dan Alia berencana mengunjungi rumah Bu Zeenat, Karena sejak pindah apa lagi punya Anak, Mereka jarang sekali mengunjungi rumah Ibunya.


Mereka pun membawa serta Si Kembar dan juga ke-dua pengasuhnya.


Sedangkan Alia menggendong Si Bungsu yang kini usianya hampir dua bulan.

__ADS_1


Membawa ketiga Anak yang masih kecil-kecil tentu sangat merepotkan apa lagi Si Kembar yang sangat aktif bergerak dan tidak bisa diam dalam berbicara, Ada saja yang di tanyakan hingga pengasuh Mereka terkadang kelelahan untuk menjawab semua pertanyaannya.


Seperti sekarang ini, Saat masih dalam perjalanan menuju rumah Oma nya, Zain asyik bolak balik ke kursi depan dan belakang, terkadang minta pangku Papanyaa yang tengah menyetir, Terkadang meminta pangku Mamanya yang sudah memangku Adek Zia.


"Zayn Cukup! Papa sedang menyetir." tegas Faraz yang konsentrasinya terganggu karena ulah jagoan kecilnya.


"Kemarilah Sayang." ucap Nindi mengulurkan tangannya ke depan jok depan. Namun Zayn menolak dan memeluk Namanya.


"Kalau mau sama Mama duduk diam, Jangan gangguin Papa." ucap Alia memeluk Zay dengan tangan kanannya, Sementara tangan lainnya menyangga kepala Zya yang ada di pangkuannya.


"Lihat tu Zayd, Anteng, Gak pecicilan kaya Kamu." ucap Faraz yang masih kesal.


"Mas gak boleh gitu, Jangan suka banding-bandingkan Anak, Setiap Anak memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing." Baru saja Alia selesai bicara, Zayd merengek meminta duduk di depan juga, Kemudian Zya yang menangis karena di ciumi Zayn sampai setengah badan menindihnya.


"Oh Astaga... Seharusnya tadi Aku meminta supir untuk mengantar Kita." ucap Faraz yang merasa stres dengan kebisingan Anak-anaknya.


"Makanya jangan suka bikinnya doang, Ingit juga gimana reportnya kalau anak banyak."


"Hegghhh!!! Kamu juga." Faraz mencubit gemas pipi Alia.


πŸ“ŒAKAN TERUS UP KALAU AUTHOR LAGI KANGEN MAS BUCIN GRAGAS MESKIPUN UDAH GAK ADA YANG BACA 🀣


πŸ‘‰ DAN UNTUK KARYA BARU SILAHKAN BACA "SUAMI YANG KU BELI YANG AKAN MEMBUAT ANDA ESMOSI MELEBIHI ANDA ESMOSI PADA FARAZ DI AWAL CERITA 🀣


πŸ‘‰ KARYA YANG AKAN SEGERA TAMAT JUGA "PESONA MAJIKAN'KU"


DAN YANG SUDAH TAMAT "PESONA PENGASUHKU DAN MENIKAHI CALON SUAMI KAKAK'KU πŸ“Œ

__ADS_1


YUK MAMPIR KE KARYA AUTOR LAINNYA πŸ€—β€οΈβ€οΈβ€οΈ


__ADS_2