Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Fakta Alea


__ADS_3

Zayd mengusap air matanya dan mengambil ponselnya.


Kemudian Ia menghubungi staf kantor untuk memberikan alamat Alea.


"Aku tidak akan melepaskan mu Alea!" ucapnya kesal.


•••


David yang berhasil mengejar Zia langsung meraih tangannya dan menarik ke pelukannya.


Zia merasa terkejut dan menatap wajah David sekilas dan kembali membenamkan wajahnya ke dada David.


Zia menangis sesenggukan mengingat kata-kata Om Bryan.


"Tenang lah Zia, Semua akan baik-baik saja." dengan lembut, David membelai rambut Zia.


Dari kejauhan di dalam mobilnya Bryan melihat pemandangan itu.


Melihat Zia berada di pelukan Pria lain, Membuat hatinya terusik, Apa lagi melihat Zia di titah masuk ke mobil dan di bawa pergi olehnya.


Membuat Bryan semakin resah dengan perasaannya sendiri.


Setelah Zia merasa tenang, Di dalam mobil yang berjalan Zia menceritakan tentang perasaan pada Om Bryan pada David.


Mendengar hal itu hatinya berasa di tusuk-tusuk ribuan duri, Namun demi rasa cintanya pada Zia, David terus menahan diri dan tetap berusaha tenang mendengarkan keluh kesahnya.


"Terimakasih banyak David, Kamu sudah mendengarkan keluh kesah ku."


"Sama-sama Zia, Aku akan selalu ada untuk mu, Kapan pun Kamu butuh teman curhat, Hubungi Aku."


Zia terseyum menganggukkan kepalanya. Kemudian turun dari mobilnya.


"Sampai jumpa."


David mengangguk dan meninggalkan rumah Zia.


•••

__ADS_1


Keesokan harinya, Zayd berencana pergi ke Surabaya untuk mencari Alea. Namun sebelum itu, Dia pergi ke kantor untuk menandatangi beberapa berkas. Setelah menyelesaikan pekerjaannya Zayd keluar ruangan dan begitu terkejut melihat Alea yang sudah kembali bekerja.


Dengan perasaan kesal sekaligus bahagia Zayd berlari menghampirinya.


Lalu Zayd menyeret lengan Alea dan membawanya masuk ke ruangannya, Kemudian menghempaskan tubuhnya dengan kasar hingga menabrak meja.


Alea begitu shock melihat kemarahan Zayd yang belum pernah Ia lihat sebelumnya.


Zayd kembali menarik lengan Alea dan merapatkan tubuhnya.


"Berraninya Kau bekerja di perusahaan ku sesuka hati mu, Berraninya Kau mempermainkan perasaan ku dengan datang dan pergi begitu saja, Berrraninya Kau..." tanpa melanjutkan ucapanya, Zayd menggengam rambut belakang Alea dan mendaratkan ciumannya.


Dengan perasaan kesal, Haru dan cinta yang bercampur jadi satu, Zayd melu'mat bibir Alea dengan penuh amarah yang bercampur gai'rah. Bahkan Zayd tidak membiarkan Alea untuk memberontak sedikitpun.


Zayd membopong tubuh Alea dan mendudukkannya di meja kerjanya, Kemudian kembali melu'mat bibirnya dan menyesapkan lidahnya untuk pertama kalinya kepada lawan jenisnya.


"Eummhhh..." dengan mata yang terpejam Zayd begitu menikmati hangatnya berada di dalam rongga mulut Alea hingga lenguhan kenikmatan lolos dari bibirnya.


"Seperti ini kah nikmatnya bertukar air liur yang di katakanvZayn." batin Zayd di tengah-tengah lum'atan nya.


"Eummm!" Alea memberontak dengan memukul-mukul pundak Zayd.


Alea mencoba turun namun Zayd kembali mendorong tubuhnya merapat ke meja, Kemudian mencengkeram kedua lengannya dengan tatapan penuh penekanan.


"Kau belum menjelaskan kenapa seringkali tidak masuk kerja? dan kemarin orang kosan bilang jika Kau telah kembali ke Surabaya, Tapi kenapa sekarang Kau sudah berada di sini, Tidak taukah Kamu betapa risaunya Aku mendengar Kau kembali ke Surabaya? Tidak taukah Kamu jika Aku begitu mencintai mu?"


Alea terhenyak mendengar ucapan Zayd. Begitupun dengan Zayd yang tanpa Ia sadari telah mengakui perasaan cintanya.


Zayd mengalihkan pandangannya dan melesapkan cengkramannya.


Kemudian Ia melangkah membelakangi Alea untuk menyembunyikan kecanggungnya.


"Maafkan Aku Tuan, Aku tidak bermaksud membohongi Anda ataupun memainkan perasaan Anda." Alea menjeda ucapanya dan melangkah ke hadapan Zayd.


"Sebenarnya Aku dalam masa pelarian dari kejaran orang-orang suruhan Ayah ku."


Zayd terkejut mendengar pengakuan Alea.

__ADS_1


"Ya, Aku melarikan diri di hari pertunangan ku, Aku lari dari Surabaya ke Jakarta dan melamar pekerjaan di sini sebagai Office girl untuk mengelabui Mereka, Aku juga sering kali berpindah-pindah tempat jika orang-orang suruhan Ayah sudah mulai mengetahui di mana Aku tinggal, Sebab itu Aku selalu berpesan pada orang-orang sekitar jika ada yang mencari ku untuk mengatakan jika Aku telah kembali ke Surabaya."


"Jadi maksud mu, Sebenarnya Kau adalah orang kaya yang sedang menyamar sebagai Office girl begitu?"


"Orang tua ku yang kaya, Aku tidak memiliki apapun Tuan."


"Itu sama saja!" triak Zayd.


Alea menggelengkan kepalanya pelan.


"Sekarang tunjukan kartu identitas mu!" tegas Zayd menadahkan tangannya.


"Untuk apa Tuan?"


"Berikan padaku!"


Alea mengambil dompetnya dan mengeluarkan Kartu identitasnya.


"Alea Andreana Hawley Harjanto" Zayd terkejut membaca nama lengkap Alea di kartu identitasnya.


"Jadi Kau Putri dari Barry Hawley Harjanto?"


"Ya, Bagaimana Anda tau?"


"Barry Hawley Harjanto, Seorang pengusaha curang di masa mudanya, dan pernah menjadi narapidana karena telah melakukan banyak kejahatan demi kemajuan perusahaannya, Bahkan pernah juga terlibat dalam penculikan atas Zayn, Kakak ku!" triak Zayd dengan mata yang membulat kemerahan.


"Apa yang Anda bicarakan Tuan?" tanya Alea bingung.


"Ayah mu bisa saja tidak memberitahukan kepada mu tentang kejahatannya, Tapi Papa ku, Memberitahukan semua orang-orang yang pernah berbuat jahat pada keluarga Kami, Agar Kami bisa mewaspadai dengan siapa Kami harus melakukan kerjasama."


"Sekalipun itu benar, Itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan ku Tuan."


"Keluar dari ruangan ku!"


"Tuan Zayd..."


"Aku bilang keluarrrrr!" triak Zayd dengan perasaan yang semakin tidak menentu.

__ADS_1


Bersambung...


YANG GAK SUKA DENGAN ALURNYA KARENA MASIH BERKAITAN DENGAN MASA LALU, CUKUP UNFAVORIT. TIDAK PERLU MENINGGALKAN KOMENTAR PAHIT, KARENA KEHIDUPAN ITU TIDAK AKAN LEPAS SEPENUHNYA DARI YANG NAMANYA MASA LALU 😌


__ADS_2