Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Pijitan Cinta


__ADS_3

Faraz melangkah pergi meninggalkan rumah Kavita.


Ia menghentikan langkahnya melihat Alia berdiri di depannya.


"Faraz apa yang Kau lakukan apa Kau memarahinya?"


Faraz menoleh ke belakang dan melihat Kavita masih menatap mereka.


"Aku hanya memberikan oleh-oleh yang ingin Kau berikan, Sudahlah Ayo Kita ke rumah Ibu," titah Faraz.


Alia menoleh ke belakang sekejam dan kembali masuk ke mobilnya.


Kavita melihat kepergian mobil Faraz meninggikan rumahnya.


Kavita benar-benar tidak menyangka sebegitu besarnya cinta Faraz pada Alia, bahkan Ia hanya menyinggung perasaan Alia, Tapi Faraz sudah begitu marah dan membelanya. Sedangkan Laki-laki pilihannya yang sudah jelas tau Keluarganya selalu menghina dirinya, Tidak pernah melakukan apa yang Faraz lakukan untuk membelanya.


"Kenapa dulu Aku tidak memikirkan akibat buruknya, Andai saja Aku tidak meninggalkan Faraz tentu sekarang Aku jadi wanita yang paling bahagia," sesal Kavita.


~~


Faraz dan Alia sampai di rumah Ibu.


Ibu yang sudah lama tidak di kunjungi menyambut Mereka dengan hangat.


"Ibuuu..." Alia memeluk erat Ibunya.


"Apa kabarmu Sayang?"


"Baik Ibu,"


"Ibu..." Faraz mencium punggung tangan Ibu sebagai rasa hormatnya.


Tidak seperti biasanya kini Ibu terseyum ramah pada Faraz.


"Oh ya, Kami neminta maaf karena saat kami pergi ke Lombok tidak memberitahu Ibu terlebih dahulu, Aku harap Ibu tidak akan memarahiku," ucap Faraz sambil memberikan tiga paper bag untuk Ibu mertuanya.

__ADS_1


"Jadi ini untuk tutup mulut Agar Ibu tidak memarahi mu?" tanya Ibu tersenyum.


Faraz terseyum menggaruk-garuk kepalanya.


"Baiklah tidak masalah, Yang terpenting Kalian bahagia dan sekarang Kalian mengunjungi Ibu,"


Faraz terseyum mengangguk kepalanya.


Ia merasa lega karena seiring perubahannya, sikap Ibu mertuanya juga berubah padanya.


Setelah sama-sama melepas rindu dan berbincang-bincang hingga sore hari, Faraz dan Alia berpamitan kepada Ibu.


Mereka harus pulang karena besok Faraz akan mulai bekerja di perusahaan Ayahnya.


Ibu pun merasa senang melihat begitu banyak perubahan yang terjadi pada Faraz sehingga Ia tidak memiliki alasan untuk bersikap sinis lagi padanya.


~~


Mereka sampai rumah pada malam hari.


Setelah membersihkan diri, Mereka bersiap untuk tidur.


"Kau masih merasa lelah?" tanya Faraz sembari mengusap lembut pipi Alia.


"Masih, Kaki ku masih terasa sangat pegal."


Faraz langsung duduk memegang kaki Alia.


"Mau ngapain?"


"Katanya pegel, Biar ku pijit."


"Tidak Faraz, Kau juga pasti lelah dan lagi pula besok hari pertama mu bekerja, Jadi beristirahatlah."


"Tidak apa-apa Sayang, Aku akan istirahat setelah memijat mu."

__ADS_1


"Baiklah jika Kau memaksa," Alia langsung menganti posisi dengan tengkurap.


Faraz mengambil handbody untuk mempermudah Ia mengurut kaki Alia.


Alia memejamkan matanya menikmati pijitan tangan Faraz yang terasa begitu nyaman Ia rasakan.


Faraz terus mengurut betis Alia dan mulai menaikannya ke paha dan bokongnya. Faraz menekan bo kong Alia dan memutar-mutar dengan kedua tangannya dengan kuat.


"Hhhhh... Aahhh..." Alia merasa sangat menikmati karena memang bo kong nya terasa begitu pegal.


"Lebih kenceng lagi Sayang, Ini enak sekali, Hhhhh...."


"Alia, jangan membuatnya bangun," ucap Faraz yang mendengar desa han Alia karena tekanan tangannya.


"Hahahaha... Masa gitu aja bangun," tawa Alia.


"Jelas, Desa han mu begutu menggelitiknya,"


Alia yang mendengarnya tertawa dan semakin ingin menggodanya.


"Punggung juga dong sayang," ucap Alia.


Tanpa membantah, Faraz naik ke atas bo kong Alia dan bertumpu pada kedua lututnya untuk mempermudah Ia memijat punggungnya.


Ia menekan dengan kuat punggung Alia dengan kedua tangan kekarnya hingga membuat Alia kembali mende sah karena tekanannya.


"Aagghhh... Terus Sayang, Lengannya juga,"


Faraz menuruti dengan memijat lengannya kemudian turun ke tangannya dan menggengam jari-jemarinya bebarengan dengan Ia menjatuhkan diri ke atas punggung Alia.


"Hagghhh...!!!" lenguh Faraz.


Alia terkekeh geli dengan sikap Faraz.


Bersambung...

__ADS_1


TUMBEN-TUMBENAN TADI KOMEN BANYAK BANGET,


KALAU BANYAK LAGI, NTAR MALAM UP LAGI 😄


__ADS_2