Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Meninggalkan Bali


__ADS_3

Faraz dan Alia terkejut melihat Ke-dua Putranya berkelahi.


Zayn mencengkeram leher Adiknya dengan tatapan kemarahan sedangkan Zayd menatap dingin sang Kakak tanpa ada rasa takut di matanya.


"Apa yang kalian lakukan?" Faraz melepaskan tangan Zayn dari cengkramannya pada sang Adik. Sementara Alia menarik Zayd dan mengusap-usap dadanya untuk menenangkannya.


"Apa yang membuat kalian bertengkar!" triak Faraz.


"Zayd duluan Pa."


Zayd menatap dingin sang Kakak yang tengah menatapnya dengan kemarahan.


"Zayn, Zayd Kalian itu saudara, Saudara kembar malah, Sejak di perut Mama kalian sudah bersama lalu apa yang menyebabkan Kalian bertengkar?" tanya Alia.


Zayn terdiam, Ia tidak ingin ke-dua orang tuanya tau jika Dirinya masih saja bersenang-senang dengan para gadis yang menggilainya meskipun sudah seringkali di peringatkan oleh Mereka.


"Zayn..."


"Zayd..." Faraz menunggu jawaban dari ke-dua Putranya.


Zayn menatap Zayd dengan rasa khawatir.


"Ini hanya salah faham Pa," ucap Zayd yang tidak ingin ke-dua orang tuanya memarahi sang Kakak.


Zayn menghelai nafas lega karena Zayd tidak mengatakan yang sebenarnya.


"Kalian yakin?"


"Ya Pa," ucap Zayn dan Zayd bebarengan sambil melirik satu sama lain.


"Baiklah kalau begitu kalian baikan."


Mereka pun berpelukan meskipun masih ada kekesalan di hati masing-masing.


"Pokoknya Papa tidak ingin dengar kalian berantem lagi, Sekarang kalian tidur besok Kita harus kembali ke Jakarta, jangan sampai kalian terlambat bangun."


Zayn dan Zayd menganggukkan kepalanya.


Alia terseyum mengusap kedua pipi Putranya dan berlalu meninggalkan kamar Mereka.


Setelah ke-dua orang tuanya pergi, Zayn dan Zayd hanya saling memandang kemudian naik ke ranjang dan tidur saling membelakangi.


Di kamar Lain Zia masih belum tidur dan terus merasa gelisah memikirkan Pria yang begitu menarik hatinya. Perasaan yang belum pernah Ia rasakan selama hidupnya. Ia baru tiga kali melihatnya tapi mampu membuat hatinya begitu tergoda dan tidak bisa berhenti memikirkannya.


"Oughhh... Perasaan apa ini?" ucapnya sembari menutup kepalanya dengan bantal.

__ADS_1


🍃 Pagi Hari 🌻


Setelah mengemasi barang-barangnya Zayn meminta izin untuk keluar sebentar dengan alasan menemui temannya. Padahal yang sebenarnya Zayn ingin menemui Fiona sebelum meninggalkan Bali.


Zayn pergi ke hotel dimana Fiona menginap dan langsung menuju kamarnya. Langkah semangatnya terhenti ketika melihat pintu kamar Fiona terbuka dan melihat seorang Pria keluar dari kamarnya.


"Sampai ketemu lagi Sayang," ucap Pria itu mengecup bibir Fiona dan di dorong manja olehnya.


"Fiona!" pekik Zayn yang mengagetkan Keduanya.


"Zayn."


"Jadi ini dirimu yang sebenarnya?"


"Kenapa Kau terkejut Zayn, Bukankah Kau juga melakukan hal yang sama? Berpacaran dengan ku dan selingkuh di mana-mana?"


"Aku tidak sepertimu Fiona!" Meskipun Aku dekat dengan banyak wanita tapi Aku tidak pernah membawanya masuk ke kamarku."


"Lalu apa masalah mu? BHUUKKK..." Pria itu langsung menonjok wajahn Zayn hingga membuatnya hampir terjatuh.


Zayn memegangi pipinya menatap Mereka dengan kesal.


Tanpa rasa bersalah Fiona menatap Zayn dengan bergelayut manja di lengan Pria yang bersamanya.


Di kamar hotel seluruh keluarga tinggal menunggu kedatangan Zayn sebelum Mereka meninggalkan hotel Mereka menginap.


Namun sudah beberapa jam, Zayn masih tidak juga kembali.


"Kemana Zayn kenapa masih belum kembali?" tanya Alia khawatir.


"Bukankah Dia mengatakan hanya ingin berpamitan pada temannya?" tanya Faraz.


Zayd yang berdiri menatap ke luar jendela merasa yakin pasti saudara kembarnya itu menemui Fiona.


Sedangkan Zia tidak menghiraukan apa yang terjadi, Zia asik berpangku tangan memikirkan Pria yang tidak berhenti mengusik ketenangan hatinya


Ceklekkk..!!!


Semua mata tertuju pada suara pintu terbuka.


Alia yang terkejut melihat Putra sulungnya lebam di pipi hingga ujung bibirnya mengeluarkan sedikit darah. Alia segera berlari ke arahnya.


"Zayn, Apa yang terjadi denganmu Sayang?" tanya Alia sambil menelisik bagian tubuh lainnya.


"Ada apa Zayn, Apa yang terjadi?" tanya Faraz.

__ADS_1


Zayd merasa tegang menatap saudara kembarnya yang terlihat sedih menatapnya.


Tidak menjawab pertanyaan kedua orang tuanya, Zayn langsung melangkah memeluk saudara kembarnya itu.


Zayn sungguh merasa menyesal karena telah memukul Zayd karena Fiona yang terbukti melakukan hal yang menjijikkan sesuai ucapan Zayd.


"Maafkan Aku Zayd." sesal Zayn yang memeluk erat saudara kembarnya.


Faraz dan Alia merasa bingung melihat Zyan.


"Apa yang terjadi?" tanya Zayd mengurai pelukannya.


"Perkataan mu tentangnya benar, Maafkan Aku."


Zayd menarik nafas dalam dan menganggukkan kepalanya.


"Sudahlah lupakan itu, Papa dan Mama sudah menunggumu."


Zayn kembali memeluk Zayd yang terlihat tenang dan tak terlihat marah lagi padanya.


"Ada apa Zayn, Kenapa Kamu terluka?" tanya Faraz.


"Hanya salah faham Pa."


"Sejak semalam di tanya kok jawabannya hanya salah faham terus, Sebenarnya apa masalah kalian berdua?"


"Hanya masalah Wanita tapi itu sudah selesai."


"Kamu bermain-main lagi?"


"Sudahlah Pa, Tidak perlu membahasnya, Zayn sedang sedih."


Faraz terdiam mendengar ucapan Zayd.


"Bisa Kita pulang sekarang?" tanya Zayd yang tidak ingin saudara kembarnya terus di interogasi lagi oleh Papanya.


"Ya sudah, Ayo."


Merekapun meninggalkan hotel dan kembali ke Jakarta.


Bersambung...


📌 TERIMAKASIH UNTUK YANG SELALU KOREKSI TYPO, NAMA KARAKTER YANG SUKA NYASAR, DAN KESALAHAN LAINNYA.


PADAHAL UDAH BACA BERKALI-KALI TAPI SUKA MASIH ADA YANG SALAH AJA 😁

__ADS_1


__ADS_2