Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
PERJALANAN CINTA 3Z DI MULAI


__ADS_3

"Zia, Panggil Bi Asih suruh antar sarapan ke kamar Tuan Bryan, Takut Dia merasa gak enak makan sama Kita."


"Biar Zia aja Pa,"


Faraz mengernyitkan keningnya menatap sang Putri yang begitu bersemangat, Padahal sebelumnya paling males kalau di suruh-suruh.


"Kenapa Papa melihatku seperti itu?"


"Cuma heran saja, Sejak semalam Kamu jadi rajin banget,"


"Zia kan sudah cukup dewasa Pa, Bentar lagi kelas 3, Masa mau manja terus." tanpa menunggu perintah lagi dari Papanya, Zia mengambil dua lembar roti selai dan segelas susu.


Faraz menatap punggung Zia dengan heran.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk."


"Om."


"Zia."


Zia meletakkan nampan di meja dan melihat Bryan yang tengah mengemasi pakaian ke koper tanpa melihat sarapan yang Ia bawakan untuknya.


"Om kok udah beres-beres aja, Emang Om mau pulang sekarang?"


"Iya, Kan harus kerja."


"Dan setelah kerja?"


Bryan terseyum menatap Zia


"Setelah kerja ya pulang, Kemana lagi."


"E-e maksudnya Om gak pulang kesini lagi?"


"Ya nggak lah, Om nginep di sini itu karena dari Semarang langsung ke kantor, Setelah itu kemari, Jadi Om minta izin menginap satu malam di sini."


Zia yang mendengarnya merasa sedih, Padahal Zia berharap Bryan menginap lebih lama lagi di rumahnya.

__ADS_1


"Eh Kamu bawa sarapan untuk Om?"


Zia menoleh ke nampan yang Ia bawa dang menganggukkan kepalanya.


Bryan langsung duduk dan meminum susu sebelum melanjutkan menyantap roti tawar yang belum di olesi selai itu.


"E-e biar Zia yang olesin." Zia bergegas duduk di depannya dan mengolesi roti tersebut.


"Makasih loh Zia, Mau repot-repot bawain Om sarapan, Anak Om aja tidak pernah melakukan ini pada Om."


Zia langsung menjatuhkan pisau selai di tangannya. Ia benar-benar terkejut mendengar apa yang Bryan katan, Zia yang begitu terpikat dengan Bryan tidak pernah terpikir jika Bryan telah menikah apa lagi memiliki Anak, Fokusnya hanyalah bagaimana bisa mendekati Om Bryan yang telah mencuri hatinya.


"Zia,"


"Hagh!


"Boleh Rotinya Om makan?"


"E-e ya, Om." Zia memberikan roti yang masih di tangannya dengan gugup karena masih tidak percaya dengan apa yang Ia dengar.


"Tadi Om bilang Anak Om, Jadi Om sudah menikah dan memiliki Anak?"


Zia terdiam, Ia benar-benar merasa patah hati dengan apa yang baru saja Ia dengar.


•••


Zayn menatap lekat kedatangan seorang gadis yang akan melakukan pemotretan bersamanya untuk mempromosikan baju couple terbaru dari salah satu brand ternama.


Dengan rambut panjang tergerai indah, Bibir yang merona serta parasnya yang cantik, Semakin sempurna dengan kaki jenjang dan bodynya yang sempurna bak gitar spanyol.


Zayn terus menatap lekat gadis itu yang tengah bersiap mengganti pakaiannya.


Dengan menenteng pakaian yang akan Ia kenakan, Gadis itu tersenyum manis pada Zayn dan melewatinya menuju ruang ganti.


Zayn menoleh ke belakang dan melihat lenggokkan pinggulnya yang bergerak indah seiring langkah kakinya melangkah.


"Clarissa Aretha Wijaya, Pemenang model Indonesia tahun ini," ucap seorang Fotografer yang melihat Zayn terus menatapnya ruang ganti meskipun pintu telah tertutup rapat.


"Kau tertarik?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Boleh juga," ucap Zayn sembari mencebikan bibirnya dan menaikan alisnya.


•••


Zayd meninggalkan ruangan dan berlari mengejar lift yang hampir tertutup.


Seorang office girl yang melihat Zayd berlari menuju lift berusaha menahan pintu lift agar tidak tertutup rapat. Namun tenaganya tidak mampu menahan pintu dan membuatnya hampir terhimpit.


Zayd yang telah sampai segera melempar tas kerjanya dan menahan pintu lift agar tidak menghimpit Gadis tersebut.


dengan seluruh kekuatannya Zayd berhasil membuka pintu lift dan mendorong tubuh Gadis itu masuk.


"Apa Kau sudah kehilangan akal? Kenapa menahan pintu lift seperti itu, Apa Kau tidak melihat ada tombol lift di sana?"


Zayd terus memarahi Gadis tersebut yang hampir celaka karena kecerobohannya sendiri.


"M-m-maaf kan Aku Tuan, Aku tidak berfikir untuk menekan tombol, Aku hanya melihat Anda lari, Jadi Aku menahan pintu agar tidak tertutup.


"Tapi itu berbahaya untuk mu."


Gadis itu terhenyak, Dia yang baru bekerja satu minggu di perusahaan itu sebagai office girl, Sering kali mendengar teman-teman kerjanya membicarakan Bosnya yang begitu dingin dan tidak mudah terseyum. Namun kali ini Ia begitu banyak bicara dan merasa Bosnya itu marah karena menghawatirkan keselamatan karyawannya.


JEGLUG...!!!


Zayd dan Gadis itu bebarengan menengadahkan kepalanya ke atas saat merasa tiba-tiba lift berhenti.


"Apa yang terjadi?" tanya Gadis itu.


Tanpa menjawab pertanyaan Gadis itu, Zayd mencoba membuka paksa pintu lift dengan sekuat tenaga.


"Apakah ada orang di luar?" triak Zayd yang masih terlihat cukup tenang.


"Bagaimana ini bisa terjadi." tanya Gadis itu.


"Itu bisa saja terjadi Nona," ucap Zayd dengan dingin.


Bersambung...


KENAPA ZIA AMA OM DUDA, JUDULNYA AJA "PERJALANAN CINTA SANG DUDA" SEDANGKAN DUDA FARAZ SUSAH SOLD OUT, JADI HARUS DI ADAIN DUDA LAGI DONG, BIAR TIDAK MELENCENG DARI JUDUL, KALAU GAK SETUJU AMA OM DUDA, AUTHOR JODOHIN SAMA DAVID MAU? BIAR BESANAN SAMA KAVITA? 🤣🤣🤣

__ADS_1


📌 DI TUNGGU LIKE KOMEN DAN SUPPORTNYA, SI KECIL LAGI SAKIT AUTHOR BELA-BELAIN UNTUK NULIS, JADI JIKA ADA KESALAHAN TYPO ATAU CERITA YANG KURANG MAKSIMAL, MOHON DI MAKLUMI 🙏🙏🙏


__ADS_2