
Alia masih melipat wajahnya.
Masakan yang niatnya untuk hidangan makan siang kini telah gosong tak bisa di makan.
Belum lagi reaksi Ibu yang memergoki Mereka bercumbu di tempat yang tidak seharusnya membuat Alia semakin merasa bersalah dan malu pada Ibunya.
Faraz yang tidak pernah ambil pusing dengan sikap Mertuanya melangkah mendekatinya.
"Kita ajak Ibu makan di luar," ucap Faraz dengan suara lembutnya.
Alia menatap Faraz tanpa mengatakan apapun.
"Ayolah, Sekali-kali kita ajak Ibu keluar biar gak marah-marah terus," ucapanya tertawa.
"Faraaaaz..." Alia mencubit perut Faraz dengan gemas.
Faraz hanya tertawa dan merangkul Alia menemui Ibu.
Terlihat Ibu tengah membersihkan meja makan yang hanya menyisakan makanan sisa kemarin dengan wajah masamnya.
Dengan perasaan bersalah dan sedikit takut, Alia mendekati Ibunya.
"Maafkan Kami Ibu," ucap Alia dengan suara sedikit gemetar.
Ibu ganya melirik sekilas Alia dan Faraz.
"Ibu ini salah ku, Maafkan Aku, Kumohon jangan marah lagi pada Alia, karena jika itu terjadi, Alia juga akan marah padaku," ucap Faraz dengan sedikit senyum kudanya.
Alia dan Ibu langsung menoleh melihat Faraz.
"Lihatlah, kalian begitu kompak, Kalian tidak cocok jika bertengkar, Lebih baik sekarang Ibu bersiap-siap karena Aku ingin mengajak Ibu makan di luar," ucap Faraz.
__ADS_1
"Ayolah Ibu," ucap Alia dengan nada memelas.
"Baiklah," ucap Ibu dingin. Kemudian pergi ke kamarnya.
"Kau lihat, Bagaimana Aku meluluhkan hati Ibumu," ucap Faraz melingkarkan tangannya ke perut Alia.
"Lepaskan, jangan sampai Ibu membatalkan keputusannya karena melihat apa yang Kau lakukan," ucap Alia menyingkirkan tangan Faraz.
Faraz tertawa dan membiarkan Alia masuk ke kamar untuk bersiap.
°°°
"Ibu Minggu depan kandunganku sudah memasuki delapan bulan, sedangkan Aku belum mengadakan selamatan tujuh bulanan, Bisakah Kita mengadakan tujuh bulanan untuk bayiku?" tanya Kavita memelas.
"Apa keluarga mertua mu tidak mau mengadakan untuk mu?"
Kavita menundukkan kepalanya dan menggeleng pelan.
Ibu Yang melihat kesedihan di wajah Kavita, sedikit melunakan hatinya.
"Baiklah Ibu, Terimakasih," ucap Kavita lalu melangkah keluar.
Ia berdiri di depan rumah, Matanya tertuju pada kamar Faraz yang terlihat sepi.
Sejak pulang Dia belum pernah melihat Faraz sekalipun.
Ia memejamkan matanya merasakan kerinduan yang tiba-tiba muncul dalam hatinya, Ia mengingat kembali kenangan-kenangan indah bersama Faraz, Bagaimana Faraz memperlakukannya dan bagaimana bucinnya Faraz padanya.
Tiba-tiba bayangan Dev melintas dan membuyarkan ingatannya.
Ia membuka matanya dan melihat kenyataan yang kini sedang Ia jalani,
__ADS_1
Kehidupan yang sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya,
Ia fikir menikah dengan orang yang begitu Ia cintai jauh lebih membahagiakan, Namun kenyataannya itu hanya cinta semu, godaan sesat dalam hubungan cintanya dengan Faraz.
"Andai saja waktu bisa di ulang," ucap Kavita meneteskan air matanya.
Di tengah-tengah makan siang, Alia di kejutkan oleh bunyi ponselnya,
Alia pun meminta izin untuk mengakat ponselnya dan mencari tempat yang lebih sepi, Sementara Faraz yang sudah menghabiskan makanannya meminta izin untuk ke toilet.
"Ibu tunggu sini, Aku ke toilet sebentar," ucap Faraz bangkit dari duduknya.
Ibu mengangguk pelan, Kemudian melihat Alia yang tengah serius menelfon beberapa meter dari tempat duduknya.
Faraz melangkah menuju toilet karena fokus merapikan kemejanya tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang.
Tidak ada kata maaf dari keduanya, Mereka saling memandang dengan kaget.
"Dev," batin Faraz.
"Faraz," batin Dev.
"Sayang maaf ya Aku lama," ucap seorang gadis muda yang langsung bergelayut manja di lengan Dev.
Faraz memperhatikan gadis tersebut dari ujung rambut hingga ujung kaki, Mini dress yang Ia kenakan membentuk lekuk tubuhnya yang sintal, hingga siapapun yang melihatnya pasti akan tergiur dengan tubuhnya,
Kemudian Faraz memandang wajah Dev dengan berbagai macam pertanyaan di benaknya.
Dev yang merasa canggung melihat Faraz segera meninggalkannya tanpa mengatakan apapun.
Faraz menoleh kebelakang melihat kepergian Dev dan gadis tersebut yang terus bergelayut manja di lengan Dev.
__ADS_1
"Jika Dev bersama gadis lain, bagaimana dengan Kavita," batin Faraz.
Bersambung...