Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Kemarahan Om Duda


__ADS_3

"Om antar Zia sampai sini ya," ucap Om Bryan yang yang menghentikan mobilnya di tempat biasa.


"Apa Om benar-benar serius nanti malam akan bicara sama Papa?"


"Om serius sayang, Bersiaplah." Bryan mengusap kepala Zia dengan penuh kasih sayang.


Zia memegang tangan Om Bryan yang ada di kepala dan mengecupnya dengan lembut.


Kemudian Zia turun dan melambaikan tangannya.


•••


Pulang dari kantor Zayd ke apartemen untuk menemui Alea.


Ketiadaan Alea di kantor membuat Zayd tidak ingin berlama-lama di kantor seperti dulu.


"Tuan Zayd." sapa Alea sembari membukakan pintu.


"Bisakah Kamu berhenti memanggilku Tuan?" Zayd menerobos masuk sembari melonggarkan dasinya.


"Lalu Aku harus memanggil Anda apa, Anda adslah Bos ku."


"Aku sudah memecatmu, Apa kamu lupa?"


Alea terdiam tegang mendengarnya.


Zayd terseyum dan meraih tangan Alea kepangkuan.


"Aku telah memecatmu sebagai karyawan ku, Tapi Aku menaikan jabatan mu sebagai kekasih ku, Sekarang panggil Aku Zayd."


"Itu terdengar tidak sopan."


"Kalau begitu panggilan Aku sayang."


Alea tertawa mendengarnya.


"Mazyd," ucap Alea menatap lekat Zayd.


"Terdengar manis."


"Baiklah Mazyd sayang."


"Dan satu lagi, Jangan katakan Anda lagi karena itu membuatku merasa jadi tua."


"Baiklah, Sesuai perintah." Alea kembali tertawa.


"Kalau begitu bersiaplah, Aku akan mengenalkan mu pada Papa."

__ADS_1


"Malam ini?"


"Ya,"


Alea terdiam tegang, Ia takut jika Papa Faraz tidak merestui hubungannya setelah mengetahui jika Zia putri dari musuhnya.


"Alea..."


"Hah!"


"Kenapa diam saja?"


"Aku takut Orang tua mu tidak merestui hubungan kita setelah mengetahui asal usul ku."


"Setidaknya Kita harus mencobanya kan?"


Alea bangun dari pangkuan Zayd dan melangkah membelakanginya.


Zayd beranjak bangun mengikuti Alea dan memeluknya dari belakang.


"Kita akan menghadapinya bersama-sama, Kita perjuangkan cinta Kita sampai orang tua kita berdamai dan menyetujui hubungan kita."


Alea melepaskan tangan Zayd dan memutar tubuhnya menatap Zayd.


"Ayah ku tidak akan mudah menerima ini,"


"Setidaknya Papa dan Mama ku menerimanya."


"Alea percayalah padaku, Sekarang temui dulu keluarga ku, Masalah permusuhan orang tua kita dan restu Ayah mu, Nanti kita pikirkan lagi."


"Aku mohon Alea."


"Ya baiklah."


Zayd terseyum lega dan memeluk Alea.


•••


Bryan sampai di rumah dan langsung ke kamar putrinya.


Dengan sangat perlahan, Bryan membuka pintu kamarnya.


Terlihat Bella masih berbaring di bawah selimutnya.


Bryan menghelai nafas dan duduk di tepi ranjang. Kemudian mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang seorang Ayah pada Anaknya.


"Bella dari pagi belum bangun?" tanya Bryan pelan.

__ADS_1


"Udah." jawabnya singkat.


"Udah makan?"


"Udah."


"Sekarang bisa kita bicara?"


"Pasti masalah anak kecil itu lagi kan?" jawabnya jutek.


"Bella ini tentang Tante Anita."


Bella hanya diam melirik Papah nya.


"Selain memanfaatkan mu untuk mendapatkan uang, Perilaku Tante Anita di belakang mu juga tidak pantas untuk menjadikan Dia Ibu mu Bella,"


"Papah sudah sering mengatakan itu, Langsung saja ke intinya."


"Kamu bisa menilai ini sendiri." Bryan menunjukan video vulgar Anita dan pria yang berada di atas ranjang yang Ia pergoki dengan mata kepala sendiri.


Bella terperanjat melihat video itu. Namun Bella segera menyembunyikan kekecewaannya dan kembali menentang hubungan Papahnya dengan Zia.


"Sekarang kamu lihat kebenaran tentang Tante Anita dan kenapa Papah tidak melanjutkan hubungan dengannya?"


"Ya! Tapi itu tidak berarti Bella akan menyetujui hubungan Papah dan gadis kecil itu."


"Bella!"


"Pah Dia tidak pantas untuk Papah, Dia..."


"Lalu siapa yang pantas untuk Papah Bella!" pekik Bryan yang membuat Bella tercengang.


"Selama ini Papah membesarkan mu seorang diri, Papah rela tidak menikah karena Papah takut jika Dia tidak bisa menyayangimu seperti anaknya, Dan ketika kamu menginjak remaja, Saat kamu menginginkan sosok Ibu dalam hidupmu, Papah menuruti dengan siapa Papah harus menjalin hubungan dengan wanita yang kamu sukai, Meskipun Papa tidak menyukainya Papa berusaha menjalaninya demi dirimu, Tapi apa yang terjadi Bella?"


Bella terdiam menundukkan kepalanya.


"Sekarang Papah tidak akan menuruti mu lagi Bella, Kamu sudah dewasa tapi sedikit pun kamu tidak pernah memikirkan kebahagiaan Papah." Bryan menjadi begitu emosional. Pengorbanan yang Ia lakukan lebih dari 19th seolah tak ada artinya untuk putrinya.


"Bella ingin Papah bahagia tapi Bella mohon jangan dengan gadis kec.."


"Gadis kecil itu sumber kebahagiaan Papah!" Bryan memotong ucapan Bella dengan kesal.


"Sampai kapan kamu akan menjadi anak yang egois Bella?


Sekarang coba tunjukkan pada Papah, Adakah laki-laki yang kuat tidak menikah lagi selama lebih dari 19th seperti Papah?" Dengan kesal Bryan meninggalkan kamar Bella sembari membanting pintu dengan keras.


Bersambung...

__ADS_1


Kalian Shock kaya Author Gak Sih Mas Bucin Gragas tiba-tiba di Operasi plastik sama NT 😭



__ADS_2