Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Wanita Itu Lagi


__ADS_3

Alia tertawa dan mengusap rambut Faraz dengan kasar. Kemudian mendorong pundaknya agar menjauh dari perutnya.


"Hghhh! Gak biarin Papa cobain dikit aja," gerutu Faraz kepada bayinya.


Alia tertawa sembari mengangkat Zayn ke pangkuannya.


"Mas pangku Zayd dulu dong."


"Nanti mau ke kamar mandi dulu." ucap Faraz yang beranjak bangun.


"Mau ngapain?"


"Au Akh."


Alia kembali tertawa melihat Faraz yang langsung masuk ke kamar mandi dengan mengerucutkan bibirnya.


Alia menyandarkan tubuhnya ke sandaran ranjang dengan meninggikan beberapa bantal di punggungnya.


Kemudian mengangkat Zayd dengan sebelah tangannya dan memberikan ASI sebelah kirinya.


Kini Alia menyu'sui Kedua bayinya di sisi kanan dan kirinya.


Setelah lebih dari tiga puluh menit, Faraz keluar dari kamar mandi.


Ia terhenyak melihat Alia yang tertidur dengan posisi masih menyusui kedua bayinya.


Faraz segera mendekati Alia dan mengambil Zayd yang telah tertidur dalam dekapan Alia. Sesuai yang Bu Zeenat ajarkan, Faraz menji'lati pipi Zayd yang terlihat basah karena air ASI. Kemudian Faraz meletakan Zayd ke Box bayi di sebelah ranjangnya.


Setelah itu Faraz duduk di depan Alia dan menutup dada Alia yang masih terus meneteskan ASI.


Sedangkan Zayn meskipun sudah memejamkan mata Ia masih terlihat terus menyedot ASI dengan rakus.


Faraz terseyum menggelengkan kepalanya. Mengingat dirinya yang begitu menginginkannya namun di gagalkan olehnya.


"Kamu benar-benar tidak memberikan kesempatan untuk Papa." ucapnya lirih sembari mengecup pipi Zayn.


Alia yang merasa terusik dengan rambut Faraz yang mengenai dadanya membuka matanya.

__ADS_1


Faraz yang melihat Alia bangun terseyum dan mengusap lembut wajah Alia yang terlihat begitu letih.


"Mas..." Alia mencari Zayd di tangan kirinya.


"Zayd sudah tidur."


Alia tidak menjawab dan hanya mengalihkan pandangannya pada Zayn yang telah melepas ASI nya.


"Akhirnya Dia melepaskannya juga." ucap Faraz lalu mengambil alih Zayn dan menidurkannya di Box.


Kemudian Faraz kembali duduk di sebelah Alia dan membantunya untuk berbaring dengan benar.


"Istirahatlah, Aku akan mengurus si kembar jika nanti mereka bangun."


Alia mengangguk dan kembali memejamkan matanya.


•••


Pagi Hari.


"Sayang, Mas perhatikan kayaknya Zayn lebih kuat menyu'su nya daripada Zayd."


"Iya, Zayn juga lebih betah melek daripada Zayd."


"Kamu pasti capek banget ya sampai semalem ketiduran sambil menyu'sui Zayn dan Zayd?"


"Capek, Tapi Aku sangat bahagia memiliki Mereka."


"Seharusnya Kamu tidak membiarkan Ibu pulang, Atau membiarkan ku menyewa dua Baby Sitter."


"Tidak, Ibu kita sudah lelah mengurus Kita dari bayi sampai dewasa, Aku tidak mau merepotkannya dan untuk Baby Sitter, Cukup satu saja untuk gantian saat salah satu dari mereka menangis, Kalau kedua Putra kita di rawat Baby Sitter, Mereka akan lebih dekat dengan Mereka dan Aku tidak mau itu."


"Mas bangga padamu, Tapi Mas juga tidak ingin kamu kelelahan, jangan paksakan dirimu jika Kamu merasa sangat lelah."


Alia menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Mas berangkat dulu." Faraz mengecup kening Alia dan kedua bayinya.

__ADS_1


•••


Begitu sampai kantor Faraz terkejut melihat Wanita yang dulu berada di kamarnya kini ada di kantornya.


Faraz segera mendekati Wanita itu yang terus mondar-mandir kesana-kemari.


"Apa yang Kamu lakukan di kantorku?"


"Tuan Faraz, Akhirnya Anda datang juga, Saya sudah menunggu Anda sejak pagi.


"Ada urusan apa lagi?"


"Tuan Faraz, Aku ingin mengatakan sesuatu pada Anda?


"Tentang?"


"Tentang Kita."


"Tentang Kita, Apa maksudmu?"


"E-e Maksud Saya tentang masalah Saya berada di kamar Anda."


Faraz yang mendengar langsung menoleh kesana-kemari melihat orang-orang di sekitarnya.


"Ikut Aku sekarang!" Faraz menarik Wanita itu ke ruangannya.


"Apa maksudmu mengatakan itu lagi, Bukankah Kamu sudah mengatakan semuanya?"


"Ya, Tapi itu bukanlah kebenarannya."


Faraz tercengang mendengar ucapannya.


Ia seakan kehilangan keseimbangannya, Memikirkan hal buruk yang terjadi pada Mereka.


Bersambung...


BACA JUGA PESONA MAJIKAN'KU H - 1 MENUJU PERNIKAHAN MAJIKAN DAN PENGASUH PUTRINYA, YANG PASTINYA GAK KALAH BUCIN DARI MAS GRAGAS 🤣

__ADS_1


__ADS_2