
Faraz dan Alia berada di atas ranjangnya.
Seperti biasa Alia berbaring di atas dada Faraz dan mendekapnya hingga membuatnya sangat nyaman.
"Sayang..." ucap Faraz mengusap kepala Alia kemudian mengecupnya.
"Hem..." Saut Alia yang sudah memejamkan matanya.
"Aku tidak ingin menyembunyikan apapun dari mu, Tadi di kantor saat Kamu baru datang, Aku habis menelfon Kavita, Dia memintaku memberikan nama pada anaknya dan... Sepertinya karena Aku menolongnya Dia jadi mengharapkan hal yang lebih dari ku."
Faraz menghentikan ceritanya karena tidak mendapat respon dari Alia.
Kemudian Ia mencoba melihat wajah Alia dengan sedikit mencondongkan tubuhnya dan ternyata Alia sudah terlelap di dadanya.
Faraz menghelai nafas panjang dan mempererat pelukannya, Kemudian memejamkan matanya.
•••
Pagi Hari.
Vidya tiba di rumah Kavita. Ia terperangah melihat rumah Kavita yang ramai di datangi orang. Sebelum melangkah masuk Vidya menghentikan salah seorang ibu-ibu yang baru keluar dari rumah Kavita
"Ee.. Ada acara apa di dalam?"
"Oh, Nanti malam mau ada acara aqiqah Anaknya Kavita."
"Aqiqah? Jadi Anak Kavita sudah lahir?"
"Sudah Nyonya."
"Baiklah Terimakasih."
Vidya pun kembali melangkah masuk kedalam, Tidak Seperti biasanya kini Vidya melangkah masuk seperti orang pada umumnya tidak ada kesombongan yang membusung dalam dadanya.
Dan ketika Ia sampai di depan pintu, Ia melihat Kavita yang tengah menggendong bayinya sambil mengatur segala persiapan.
"Kavita..."
Kavita menoleh ke arah suara yang memanggilnya, Ia sedikit terkejut melihat Ibu mertuanya yang memanggilnya dengan suara yang cukup lembut.
"Ibu Vidya..." lirih Kavita.
__ADS_1
"Boleh Ibu masuk?"
"Ee.. Ya, masuklah."
Vidya melangkah masuk dan mendekati menantu dan cucunya.
Vidya menatap wajah bayi yang tidak berdosa itu, Yang sudah Ia sia-siakan sejak masih dalam kandungan.
"Ada apa Ibu kemari?" tanya Kavita mengagetkan Ibu mertuanya yang tengah asik mengamati wajah cucunya.
"Ee... Kavita, Ibu kemari..." Vidya menghentikan ucapannya dan menangis sedih mengingat kondisi Dev.
"Ada apa Ibu, Kenapa Ibu menangis?"
"Dev... Hiks hiks hiks."
"Ada apa dengannya?"
"Dev mengalami kecelakaan Kavita, Dan sekarang Dia kritis hiks hiks hiks." Isak tangis Vidya terus mengiringi ucapannya.
Kavita mematung, Ia tidak tau apa yang saat ini di rasakan,
Bahkan mendengar Dev kritis, Tidak banyak reaksi yang Ia tunjukan.
"Kavita, Dia ingin bertemu dengan mu."
Kavita menatap wajah Ibu mertuanya, Wajah yang selalu bersikap sinis padanya kini memelas untuk Putra kesayangannya.
"Aku tidak bisa."
Vidya tercengang mendengar jawaban Kavita.
"Apa Kamu sudah tidak peduli lagi pada suami mu?"
"Sudah terlalu banyak rasa sakit yang Ia berikan kepada ku, Bahkan Ibu dan Kak Divya juga selalu menyakitiku." ucap Kavita dengan pandangan lurus kedepan.
"Sekalipun Dev tiada?" tangis Vidya.
Kavita terhenyak, Mendengar kata-kata Dev tiada membuat hatinya terasa begitu nyeri dan mengingat saat-saat bahagia bersama Dev, saat Dia rela melakukan apapun untuk Dev.
"Kavita, Ibu minta maaf atas semua kesalahan Ibu, Ibu juga akan menyuruh Divya minta maaf padamu, Tapi Ibu mohon, Beri Dev kesempatan untuk bertemu dengan mu dan bayimu." Vidya terus menangis melipat kedua tangannya.
__ADS_1
"Kavita, Setiap orang berhak memiliki kesempatan," ucap Bu Risma yang sejak tadi mendengar pembicaraan Mereka.
Kavita menatap Ibunya.
"Jangan banyak berfikir, Temui Dev jangan sampai Kamu menyesal di kemudian hari."
Kavita yang mendengar ucapan Ibunya akhirnya setuju untuk menemui Dev.
•••
Faraz yang tengah bersiap di depan cermin terkejut karena Alia tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Hey..." Faraz menoleh ke sesaat dan kembali menyemprotkan parfum ke leher dan anggota tubuh lainnya.
Harum semerbak dari aroma parfum Faraz membangkitkan gairah dalam diri Alia, Ia pun menjinjitkan kakinya untuk menggapai tengkuk Faraz, Kemudian menghirup harumnya aroma tubuh Faraz yang begitu memabukkan dirinya.
Nafas hangat Alia yang menyapu tengkuknya membuat Faraz meremang menahan rasa geli dan sensasi berbeda dalam waktu bersamaan.
Faraz segera berbalik badan dan menghentikan aktivitas yang tengah Alia lakukan.
"Jangan menggodaku, Kamu tau Aku tidak akan kuat kalau Kamu seperti ini," ucap Faraz mencubit pipi Alia.
Alia tertawa dan kembali memeluk Faraz.
"Ada apa sih manja banget? Kamu lagi pingin ya?"
"Ih apaan sih, Orang pengin cium doang," Alia langsung mencubit perut Faraz.
"Aowwhhh..." ringis Faraz.
"Aku hanya merasa bosan berdiam diri sepanjang hari di rumah Tidak ada teman tidak ada aktivitas apapun, dan Mas selalu pulang malam." keluh Alia.
"Baiklah Mas janji, Hari ini Mas tidak akan pulang malem, Mas akan pulang lebih cepat dan Kita makan malam bersama, Okey?'
"Janji?"
"Iya, Mas janji."
Bersambung....
BACA JUGA "PESONA MAJIKAN'KU" KISAH CINTA PENGASUH DAN MAJIKAN DUDA YANG JARAK USIANYA LEBIH DARI 20TH
__ADS_1
LUCU, SEDIH, BUCIN BERCAMPUR MENJADI SATU 🤗♥️