
Suara Sirine polisi dan Ambulance tiba di lokasi kejadian.
Kecelakaan yang terjadi di tengah jalan membuat kemacetan yang cukup panjang bagi kendaraan yang melintasi jalan tersebut.
tidak sedikit pengendara lain turun dari mobilnya untuk melihat apa yang terjadi.
Polisi mulai mendekati mobil Dev yang terbalik hingga hingga kerusakannya mencapai sekitar 80%
Mereka mencoba melihat kursi kemudi dan melihat Dev yang sudah tak sadarkan diri dengan darah segar yang mengalir dari kepalanya hingga menutupi wajahnya yang tampan.
Polisi dengan susah payah membuka pintu mobil dengan paksa hingga setengah tubuh Dev terjatuh ke luar pintu.
Namun saat Mereka ingin mengangkat tubuhnya, Polisi kembali kesulitan karena ternyata kaki Dev tergencet di dalam mobilnya.
Akhirnya setelah memakan waktu sekitar 30 menit, Polisi yang di bantu petugas rumah sakit, Berhasil mengeluarkan Dev dari mobilnya.
Petugas Rumah Sakit segera membaringkan Dev di brankar dan membawanya ke rumah Sakit.
"Periska isi dalam mobilnya, Barangkali ada identitas dari korban, Kalau tidak, Periksa nomor mobil atas nama siapa," ucap salah satu polisi pada bawahannya.
Tidak membutuhkan waktu lama, Polisi pun mengetahui identitas Dev dan menghubungi keluarganya.
•••
Faraz tengah mengemasi barang-barangnya yang baru saja di bawa oleh pelayanannya.
satu-persatu Ia memasukannya ke lemari. Sesekali Ia melempar senyum pada Alia yang menatapnya dari tempat tidurnya.
"Apa Kita akan tinggal lama disini sehingga Kamu membawa begitu banyak barang-barang mu kemari?" tanya Alia.
"Senyaman nya Kamu saja, Kalau Kamu merasa nyaman Kita akan terus di sini, Jika tidak Kita kembali ke rumah lama atau... Kamu ingin rumah di kota atau pulau lain?"
Alia terseyum mendengarnya. Ia tidak pernah menyangka Faraz akan semakin memperhatikan kenyamanannya setelah mereka kehilangan calon buah hatinya.
•••
Ketika tengah malam tiba , Alia terbangun dari tidurnya.
Ia menoleh ke samping dan tidak menemukan Faraz di sisinya.
Alia membuka selimut tebal yang menutupi tubuhnya dan perlahan turun dari ranjangnya.
__ADS_1
Ia Keluar ke balkon, Memeriksa yang biasanya Faraz lakukan. Namun Alia tidak menemukan Faraz di sana.
Alia kembali masuk ke kamar dan memeriksa kamar mandi, Namun lagi-lagi Faraz juga tidak ada di sana.
"Dimana Faraz?" gumam Alia yang melihat jam dinding menunjukan pukul 01.15 dini hari.
Karena tidak menemukan Faraz di sekitar kamarnya, Alia keluar dari kamar untuk mencarinya di tempat lain.
suasana rumah nampak begitu sepi dengan cahaya lampu hias di dinding-dinding ruangan.
perlahan Alia mendekati tangga dan mulai menuruni anak tangga.
seperti ada tombol listriknya, Injakan pertama membuat anak tangga menyala dengan warna lampu yang cenderung keunguan. Hal ini membuat Alia terkejut namun membuatnya semakin penasaran.
Ia kembali menginjakkan kaki di anak tangga berikutnya, Seperti anak tangga sebelumnya yang menyala saat Ia injak, Hingga anak tangga terakhir pun setiap kali Alia menginjaknya akan menyala dengan indah.
Belum hilang rasa penasarannya, Alia kembali di kejutkan oleh taburang mawar merah yang bertaburan di lantai.
Alia mengernyitkan dahi sembari mengikuti kemana taburan mawar itu membawanya. Hingga langkahnya terhenti saat tak lagi menemukan taburan mawar merah di depannya.
Alia kembali merasa bingung dan mencari-cari Faraz kesana kemari.
Namun tidak juga menemukannya. Alia mencebikan bibirnya sembari menghelai nafas dengan kasar.
"Iya, Dimana Faraz?"
"Tuan ada di atap rumah Nyonya..."
"Apa!!!" tanpa menunggu penjelasan selesai Alia langsung berlari ke atas.
"Nyonya... Tuan hanya mengatakan ingin mencari udara segar." pekik pelayan yang sudah tidak di dengar lagi oleh Alia.
Alia terus berlari ke atap rumah yang biasa di jadikan untuk menjemur pakaian.
dengan rasa khawatir yang mendalam akhirnya Alia sampai di sana dengan nafas terengah-engah.
Namun rasa kekhawatirannya seketika berubah ketika melihat tenda kecil yang di hias dengan balon-balon dan lampu tumblr yang di lengkapi dengan tulisan Happy Birthday terlihat begitu indah di matanya.
Alia menutup mulutnya yang terbuka karena begitu terkejut melihat apa yang ada di depannya.
__ADS_1
Perlahan Ia mendekati tenda itu dan mengambil satu balon di dalamnya.
Senyumnya mengembang sempurna mendapat kejutan yang bahkan Ia sendiri tidak mengingat jika sekarang adalah hari ulang tahunnya.
"Happy Birthday." lirih Faraz yang tiba-tiba berdiri di belakan Alia.
Alia merasa kaget sesat dan menoleh kebelakang menatap Faraz.
"Faraz ini?" Alia sampai tidak bisa berkata-kata untuk mengungkapkan betapa Ia sangat bahagia.
"Kamu menyukainya?"
"Sangat..." Alia langsung memeluk Faraz dengan air mata haru nya.
"Maafkan Aku, Aku tidak bisa membuat yang lebih indah dari ini, Setelah Kita pulang dari rumah sakit, Aku belum sempat keluar, Jadi Aku menggunakan apa yang ada di rumah," jelas Faraz sembari membelai lembut rambut Alia.
"Ini sudah sangat indah Faraz, Aku tidak menginginkan hal lebih."
"Sekarang katakan, Kenapa berlarian, Bukankah pelayan mengatakan Aku hanya mencari udara segar?'
"Aku tidak mendengarkannya sampai Ia menyelesaikan ucapannya."
"Oh ya ampun Alia, Kamu belum pulih bagaimana jika terjadi sesuatu padamu?"
"Aku begitu takut mendengar Kamu naik keatas atap, Aku fikir..."
"Kamu fikir Aku akan bunuh diri?"
"Faraz..." Alia kembali memeluk Faraz.
"Kenapa kamu berfikir seperti itu? Tidak ada alasan untuk diriku meninggalkan dunia ini, Aku masih ingin bersama mu seratus tahun lagi." ucap Faraz menangkup wajah Alia dan menyatukan hidung mancung Mereka.
Alia tertawa bahagia mendengarnya.
"Aku takut Kamu kecewa padaku karena Aku, Kamu kehilangan bayimu."
"Kenapa masih membahasnya, Kita masih cukup muda untuk mencobanya lagi." ucap Faraz terseyum.
"Terimakasih banyak Faraz, Kamu memang suami terbaik, Seluruh wanita di Dunia ini pasti akan itu padaku," ucap Alia menyandarkan kepalanya di dada Faraz.
Bersambung...
__ADS_1
HARI KEMARIN MEMGSEDIH BANGET, PEMBACA TURUN DRASTIS, PADAHAL SUDAH DI TURUTI FARAZ DAN ALIA PINDAH,
KALAU BEGITU MENDING BIKIN BAB YANG MEMBUAT EMOSI, BIKIN PEMBACANYA AUTO MEMBLUDAK WKWKWK 🤣